Senang Makan Plastik, Makhluk Ini Akan Jadi

Senang Makan Plastik, Makhluk Ini Akan Jadi “Pahlawan Lingkungan … Sains Kompas780 × 390Search by image Senang Makan Plastik, Makhluk Ini Akan Jadi “Pahlawan Lingkungan” Dunia

Sebuah makalah yang diterbitkan Current Biology belum lama ini, mengungkapkan bahwa ada sejenis ngengat yang mampu mengunyah plastik. Hal ini terungkap saat Federica Bertocchini, seorang peternak lebah amatir yang juga seorang doktor biologi di Universitas Cantabria, Spanyol, melihat ada ulat (larva) mengunyah lubang melalui lilin yang terbentuk di beberapa sarang lebah dan menjilati madu.

Untuk mengidentifikasi larva pemakan lilin itu dia membawa beberapa ekor pulang dalam tas plastik. Beberapa jam kemudian, ia menemukan tas tersebut dipenuhi lubang dan para ulat lepas berkeliaran.

Federica lalu mengidentifikasi ulat-ulat itu sebagai larva ngengat lilin, yang memang dikenal sebagai hama lebah madu. Tanda tanya pun muncul di kepala Federica mengenai pelarian larva tersebut dari dalam tas plastik sehingga memunculkan pemikiran bagaimana jika larva-larva tersebut dijadikan agen pengurai sampah plastik.

Postcomended   Seorang Pria "Terbangun" Setelah Tak Sadar Selama 15 Tahun

Upaya terakhir sebelumnya yang menggunakan organisme hidup untuk menyingkirkan plastik belum berjalan dengan baik. Bahkan spesies yang paling menjanjikan, yakni bakteri yang disebut Nocardia asteroid, membutuhkan waktu lebih dari enam bulan untuk mengurai plastik film setebal setengah milimeter.

Melihat kinerja yang dilakukan larva ngengat lilin pada tas plastiknya, Federica menduga, mereka akan tampil jauh lebih baik daripada Nocardia.

Untuk menguji gagasan ini, dia bekerja sama dengan Paolo Bombelli dan Christopher Howe, dua ahli biokimia Universitas Cambridge. Bombelli dan Howe menunjukkan, seperti halnya lilin lebah, banyak plastik disatukan oleh jembatan metilen (struktur yang terdiri dari satu karbon dan dua atom hidrogen, dengan karbon yang juga terkait pada dua atom lainnya).

Beberapa organisma memiliki enzim yang bisa menghancurkan jembatan tersebut, namun kenapa plastik-plastik ini tidak dapat terurai secara normal. Tim menduga ngengat lilin telah memecahkan masalah.

Salah satu unsur pengurai sampah yang paling gigih adalah polietilena, yang seluruhnya terdiri dari jembatan metilen yang saling terkait satu sama lain. Jadi pada polietilen itulah trio berupa satu karbon dan dua atom hidrogen tersebut, terkonsentrasi.

Postcomended   Studi: Karakter Psikopat di Tempat Kerja Lebih Banyak Merugikan

Ketika mereka menaruh ulat ngengat lilin ke sampah bekas film, di mana perlu hingga setengah tahun bagi Nocardia asteroid untuk mengurainya, mereka menemukan lubang muncul di dalamnya hanya dalam waktu 40 menit.

Pada pemeriksaan lebih dekat, Federica dkk mendapati ulat-ulat mereka masing-masing memakan rata-rata hingga 2,2 lubang, tiga milimeter, setiap jam, pada plastik film.

Tes lanjutan menemukan, ulat memakan waktu sekitar 12 jam untuk mengonsumsi setiap miligram tas plastik. Dengan berat tas sekitar tiga gram, diperlukan 100 ulat untuk menghabiskan separuh hidup mereka untuk mengunyah satu tas plastik dalam satu bulan.

Belum jelas apakah melepaskan ngengat-ngengat lilin pada kelebihan sampah plastik dunia merupakan hal yang masuk akal. Belum juga diketahui apakah para larva itu mendapatkan gizi dari plastik yang mereka makan, sekaligus bisa mencernanya.

Postcomended   Citra Bumi: Malam Telah Hilang di Banyak Negara

Jika tidak, hidup mereka sebagai operator pembuangan sampah cenderung akan pendek, dan jikapun memang demikian mereka memerlukan nutrisi lain untuk tumbuh dan berkembang.

Pertanyaan lainnya adalah komposisi tinja mereka. Jika berubah menjadi racun, penelitian ini tidak akan ada gunanya. Terlepas dari hal tersebut, temuan larva ngengat yang bisa memakan plastik tetap sangat menarik. (***/theeconomist)