Lifestyle

Penelitian Baru Mengatakan, Kandungan Gula pada Jus Buah Bisa Picu kanker

Share the knowledge

 

Penelitian terbaru mengaitkan jus buah dengan kanker. Namun oeneliti menyebutkan rekomendasi penelitian ini untuk menyeimbangkan asupan makanan, bukan melarang minum jus buah (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=wP2PP99ccWs)

Penelitian terbaru mengaitkan jus buah dengan kanker. Namun oeneliti menyebutkan rekomendasi penelitian ini untuk menyeimbangkan asupan makanan, bukan melarang minum jus buah (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=wP2PP99ccWs)

Minum jus buah dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker, menurut sebuah penelitian besar yang menemukan hubungan antara konsumsi teratur semua jenis minuman manis dan kemungkinan terserang penyakit. Namun intinya adalah kandungan gula pada jus.

Penelitian yang dilakukan di Prancis ini adalah penelitian substansial pertama yang menemukan hubungan spesifik antara gula dan kanker. Minuman manis seperti cola, limun, dan minuman berenergi dikaitkan dengan obesitas, yang merupakan penyebab kanker, tetapi para peneliti Prancis menyarankan ada juga alasan lain mengapa gula dapat memicunya.

Studi yang dipublikasikan di BMJ dan dilansir The Guardian, menemukan hubungan dengan kanker pada jus buah sama kuatnya dengan cola. “Ketika kelompok minuman manis dibagi menjadi 100% jus buah dan minuman manis lainnya, mengonsumsi kedua jenis minuman itu dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih tinggi secara keseluruhan,” katanya.

Postcomended   Roket Riset Jepang Mendarat Mulus di Asteroid Terpencil, Gitaris Queen Mengapresiasi

“Mengurangi jumlah minuman manis yang kita konsumsi, bersama dengan tantangan adanya pajak gula dan pembatasan pemasaran, dapat membantu mengurangi beban terkena kanker,” kata para penulis. Namun itu tidak berarti tidak seorang pun boleh meminumnya.

Untuk Menyeimbangkan Asupan Makanan

Menurut Dr Mathilde Touvier yang memimpin penelitian, dari Inserm, institut kesehatan dan penelitian medis nasional Prancis, ini adalah masalah asupan nutrisi. “Jadi, idenya bukan untuk menghindari makanan, hanya untuk menyeimbangkan asupan,” kata Touvier.

Rekomendasi dari beberapa lembaga kesehatan masyarakat, lajut Touvier, adalah untuk mengonsumsi kurang dari satu gelas (jus) per hari. Jika hanya mengonsumsi minuman bergula sesekali, ujarnya, itu tidak akan menjadi masalah.

“Tetapi jika Anda minum setidaknya satu gelas sehari, dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, mungkin termasuk kanker. Tetapi dengan bukti tingkat tinggi, juga termasuk penyakit kardiometabolik (penyakit terkait jantung),” tandas Touvier.

Postcomended   5 November dalam Sejarah: Parker Bersaudara Mengeluarkan Permainan Monopoli

Jus buah, imbuh Touvier, menunjukkan hubungan yang sama seperti antara kanker dengan cola. “Penggerak utama dari asosiasi tersebut adalah gula, jadi ketika kita melihat kandungan gula per 100ml, Coke biasa atau jus jeruk 100%, misalnya, sama saja. Jadi tidak aneh kalau kami mengamati asosiasi ini (juga) pada jus buah, “kata Touvier.

Tetapi, kata Touvier, badan kesehatan masyarakat mengatakan bahwa jus buah sedikit lebih baik karena mengandung beberapa vitamin dan serat.  Penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak mungkin bagi para peneliti untuk menyatakan bahwa gula adalah penyebab kanker. Penulis menyerukan agar hal ini diselidiki lebih lanjut.

Meskipun begitu mereka mengatakan ada mekanisme biologis yang masuk akal, seperti efek gula pada lemak visceral yang disimpan di sekitar organ vital seperti hati dan pankreas, kadar gula darah dan penanda inflamasi, yang semuanya terkait dengan peningkatan risiko kanker.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top