Kenapa menguap seringkali menular? | Jadikan Inspirasi Jadikan Inspirasi - WordPress.com670 × 335Search by image Jika iya, tentunya Anda sepakat dengan kemungkinan bahwa menguap seringkali bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Kenapa menguap seringkali menular? | Jadikan Inspirasi Jadikan Inspirasi – WordPress.com670 × 335Search by image Jika iya, tentunya Anda sepakat dengan kemungkinan bahwa menguap seringkali bisa menular dari satu orang ke orang lain.

Pernah melihat orang menguap lalu kita jadi ingin ikut menguap? Ini hal yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Tim peneliti dari Universitas Nottingham, Inggris menemukan hal itu terjadi di bagian otak yang bertanggung jawab atas fungsi motorik. Penelitian ini diharapkan bisa membantu memahami penderita sindrom Tourette; sindrom yang belum lama ini disebut diderita oleh artis Tora Sudiro sebagai alasan mengonsumsi obat dumolid.

Fungsi motorik, ditulis oleh Wikipedia, adalah ketika impuls (rangsangan) dari sistem saraf pusat terkirim ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan itu (misalnya ketika tangan bergerak mengambil barang yang jatuh).

Lebih lanjut seperti diilansir BBC, korteks motorik utama ini juga berperan dalam beberapa kondisi misalnya pada pengidap sindrom Tourette (sindrom pengulangan gerakan). Dengan memahami mengapa menguap menular, kata para peneliti itu, diharapkan juga bisa membantu memahami sindrom tersebut.

Postcomended   Diduga Anti-Vaksin, Anak Artis ini Terserang Campak (1)

Menguap adalah bentuk umum dari echophenomena, yakni tiruan otomatis kata-kata atau tindakan orang lain (semacam latah). Echophenomena juga terlihat pada penderita Tourette, dan juga pada kondisi lainnya termasuk epilepsi dan autisme.

Untuk menguji apa yang terjadi di otak selama terjadinya penularan menguap tersebut, para ilmuwan memantau 36 relawan yang dibiarkan melihat orang menguap.

Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal Current Biology ini, para relawan ada yang diperbolehkan ikut menguap sementara relawan lain diminta menahan.

 

Dorongan untuk menguap tergantung bagaimana rangsangan pada korteks motor utama setiap orang, bekerja. Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan alat stimulasi magnetik transkranial eksternal (TMS) yang memungkinkan meningkatkan “rangsangan” di korteks motor dan karenanya menimbulkan kecenderungan orang untuk ketularan menguap.

Georgina Jackson, profesor neuropsikologi kognitif yang mengerjakan penelitian ini, mengatakan, temuan ini dapat digunakan lebih luas. “Pada penderita Tourette, jika kita dapat mengurangi rangsangannya maka kita dapat mengurangi sindromnya,” ujar Jackson.

Postcomended   Artis yang Antivaksin Bahayakan Seluruh Bangsa (2)

Sindrom Tourette adalah penyakit neuropsikiatrik yang membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan (tic) tanpa bisa mengontrolnya (Wikipedia).

Peneliti lainnya, Profesor Stephen Jackson, menambahkan, mereka sedang mencari pengobatan non-narkoba dengan menggunakan TMS yang mungkin efektif dalam memodulasi ketidakseimbangan yang terjadi di jaringan otak.”

Dr Andrew Gallup, psikolog di SUNY Polytechnic Institute yang telah melakukan penelitian tentang hubungan antara empati dan menguap, mengatakan, menggunakan TMS adalah “pendekatan baru” untuk penelitian ihwal menguap menular.

“Kami masih tahu sedikit tentang mengapa kita menguap. Berbagai penelitian telah mengemukakan kaitan antara ‘menguap menular’ dan empati, namun penelitian yang mendukung hubungan ini beragam dan tidak konsisten. Temuan saat ini memberikan bukti lebih lanjut bahwa penularan menguap mungkin tidak terkait dengan pemrosesan empati.”

Ihwal sindrom Tourette, belum lama ini Indonesia dihebohkan tertangkapnya artis Tora Sudiro karena memiliki 30 butir obat dumolid, yang tergolong narkoba. Belakangan, Tora dibebaskan karena dumolid yang dia miliki terkait penyakit sindrom Tourette-nya.

“Jadi suka bergoyang-goyang gitu kan kepalanya. Dia sudah dua tahun (sakit), kalau cemas atau kenapa, dia goyang-goyang gitu kepala atau tangannya,” kata Lydia Wongso, manajer Tora, seperti dilansir Liputan6.***