Internasional

Penemu Obat Laris untuk Rematik Memperoleh Nobel Kimia

From left to right, Gregory P. Winter, George P. Smith and Frances H. Arnold, winners of the Nobel Prize in Chemistry 2018. Photo: (L to R) AGA MACHAJ/UNIVERSITY OF CAMBRIDGE, MARJORIE SABLE/ASSOCIATED PRESS, HEIKKI SAUKKOMAA/LEHTIKUVA/ASSOCIATED PRESS

From left to right, Gregory P. Winter, George P. Smith and Frances H. Arnold, winners of the Nobel Prize in Chemistry 2018. Photo: (L to R) AGA MACHAJ/UNIVERSITY OF CAMBRIDGE, MARJORIE SABLE/ASSOCIATED PRESS, HEIKKI SAUKKOMAA/LEHTIKUVA/ASSOCIATED PRESS

Dua warga Amerika dan seorang warga Inggris memenangkan Hadiah Nobel Kimia 2018 yang diumumkan Rabu (3/10/2018). Mereka diganjar hadiah tersebut atas karyanya memanfaatkan kekuatan evolusi untuk menghasilkan protein baru yang digunakan dalam segala hal mulai dari deterjen ramah lingkungan, bahan bakar nabati, obat kanker, juga obat rematik laris.

Frances Arnold dari Institut Teknologi California, George Smith dari Universitas Missouri, dan Gregory Winter dari Laboratorium Biologi Molekuler MRC Inggris, dianugerahi hadiah untuk memelopori sains dalam enzim dan antibodi.

Buah dari karya ini termasuk resep obat terlaris di dunia, suntikan antibodi Humira (adalimumab)yang dijual oleh AbbVie (perusahaan farmasi) untuk mengobati rheumatoid arthritis dan penyakit autoimun lainnya.

Postcomended   22 September dalam Sejarah: Perang Iran-Iraq Meletus, Membuat Mereka Menjadi Abu

Menurut laman news-medical.net, Humira adalah perawatan biologis pertama yang telah menerima persetujuan FDA (BPOM-nya Amerika) terutama perawatan pada penyakit radang artritis pada anak-anak empat tahun dan di atasnya (biasanya di bawah 17 tahun) sejak tahun 1999.

Reuters melaporkan, Arnold menjadi wanita kelima yang memenangkan Nobel kimia. Dia dianugerahi setengah dari hadiah 9 juta crown Swedia atau 1 juta dollar AS (sekitar Rp 14 miliar), sementara Smith dan Winter akan berbagi separuh lainnya.

“Pemenang Nobel Kimia tahun ini telah terinspirasi oleh kekuatan evolusi dan menggunakan prinsip yang sama –perubahan dan pemilihan genetic– untuk mengembangkan protein yang memecahkan masalah kimia manusia,” kata Royal Swedish Academy of Sciences.

Postcomended   3 Oktober dalam Sejarah: Jerman Akhiri 45 Tahun Pemisahan

Arnold adalah wanita kedua yang memenangkan hadiah Nobel tahun ini setelah Donna Strickland dari Kanada berbagi penghargaan di bidang fisika pada Selasa (2/10/2018). Penelitiannya tentang enzim, protein yang mengkatalisis reaksi kimia, meletakkan dasar untuk pengembangan bahan kimia industri dan farmasi yang lebih baik.

Penghargaan Nobel Kimia menurut Wikipedia adalah satu dari lima Penghargaan Nobel yang diadakan atas permintaan oleh penemu dan industrialis Swedia, Alfred Nobel. ***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top