Internasional

Penganut Salafi Ditangkap atas Rencana Serangan dengan Target Korban Sebanyak Mungkin

Share the knowledge

 

Mesjid terbesar di Jerman di kota Cologne. Islam berkembang pesat di Jerman, namun negeri ini telah disibukkan oleh sejumlah umatnya yang cenderung beraliran garis keras (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=EKIoh_NwIGo)

Mesjid terbesar di Jerman di kota Cologne. Islam berkembang pesat di Jerman, namun negeri ini telah disibukkan oleh sejumlah umatnya yang cenderung beraliran garis keras, umumnya dari kalangan Salafi (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=EKIoh_NwIGo)

Jaksa penuntut Frankfurt Jerman telah menangkap 10 tersangka atas rencana serangan yang mengatasnamakan Islam. Kesemuanya yang berstatus warga negara Jerman, disebut terkait komunitas Salafi di tempatnya masing-masing.

Laman Deutschewelle melaporkan, kesepuluh orang itu ditahan karena dicurigai merencanakan serangan menggunakan mobil dan senjata. Tujuannya adalah untuk membunuh sebanyak mungkin orang.

Jaksa di Frankfurt mengeluarkan pernyataan Jumat (22/3/2019) yang mengatakan bahwa para tersangka ditahan dalam penggerebekan polisi yang melibatkan 200 petugas di wilayah Frankfurt pada hari sebelumnya.

Mengomentari penyergapan itu, Menteri Dalam Negeri Jerman, Hesse Peter Beuth, mengatakan, polisi telah melakukan intervensi tepat pada waktunya untuk mencegah kemungkinan rencana serangan pada tahap awal.

Tidak ada rincian tentang kewarganegaraan para tersangka yang usianya dikatakan antara 20 dan 42 tahun. Mereka tinggal di daerah Frankfurt, Offenbach, Wiesbaden, dan Mainz. Sebelas orang awalnya ditangkap tetapi penyelidikan dipusatkan pada sepuluh tersangka.

Tersangka utama adalah seorang lelaki berusia 21 tahun dari Offenbach dan dua saudara laki-lakinya berusia 31 tahun dari Wiesbaden, semuanya terkait dengan komunitas Salafi Islam setempat. Semuanya adalah warga negara Jerman.

Jumlah Islamis yang dikonfirmasi di negara bagian Hesse pada 2017 adalah 4.170, termasuk 1.650 Salafi.

Membunuh orang “yang tidak percaya”
Menurut penyelidikan awal, terdakwa berencana menggunakan kendaraan dan senjata api untuk membunuh sebanyak mungkin “orang yang tidak percaya” (kafir). Mereka telah menyewa kendaraan besar, melakukan kontak dengan pedagang senjata, dan mulai mengumpulkan dana.

Selama penggerebekan, polisi menemukan dan menyita lebih dari 20.000 euro (setara sekitar Rp 315 ribu) dalam bentuk tunai, beberapa pisau, sejumlah kecil narkotika, berbagai dokumen, dan peralatan penyimpanan data elektronik.

Tuduhan itu termasuk pendanaan terorisme dan berkonspirasi untuk melakukan kejahatan. Terdakwa dijadwalkan untuk menghadap hakim di Pengadilan Distrik Frankfurt pada hari Jumat sore. Sejumlah plot telah digagalkan oleh polisi dalam beberapa bulan terakhir, dengan beberapa serangan serupa.

Salafisme adalah doktrin yang ketat sebagai salah satu aliran Islam yang pengikutnya menganjurkan hukuman secara Syariah. Cabang Islam ini telah dikaitkan dengan kekerasan dan dukungan untuk terorisme. Saat ini gerakan ini mencakup banyak pengungsi (simpatisan ISIS) yang kembali dari perang di Irak dan Suriah. ***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top