Mengenal Lembaga Anti Korupsi di Hong Kong dan Singapura oleh ... Kompasiana.com Mengenal Lembaga Anti Korupsi di Hong Kong dan Singapura

Mengenal Lembaga Anti Korupsi di Hong Kong dan Singapura oleh … Kompasiana.com Mengenal Lembaga Anti Korupsi di Hong Kong dan Singapura

Di tengah Indonesia sedang mengalami panen kasus korupsi, lembaga pengawas anti-korupsi Singapura dalam statistik tahunan yang dirilis Rabu (11/4/2018), menyebutkan bahwa jumlah kasus korupsi yang terdaftar untuk diinvestigasi tahun lalu, turun menjadi 103 kasus. Ini merupakan jumlah terendah sepanjang masa.
Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB) mengatakan, mereka menerima total 778 pengaduan –baik yang terkait dengan korupsi maupun tidak– pada 2017, turun 3,7% dari 808 keluhan pada 2016.
All complaints are evaluated and a case is registered for investigation if the information received is pursuable. In 2016, 118 cases were registered for investigation.
Semua keluhan dievaluasi dan satu kasus didaftarkan untuk penyelidikan jika informasi yang diterima dapat diusahakan. Pada 2016, 118 kasus didaftarkan untuk penyelidikan. Sebagian besar kasus pengaduan yang tidak dikejar adalah karena informasinya tidak cukup, samar-samar, atau tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Kasus-kasus seperti itu biasanya akan dirujuk ke instansi pemerintah terkait, jika berlaku.
Tahun lalu, 410 atau 53% dari 778 pengaduan diklasifikasikan sebagai keluhan non-korupsi. Ini adalah 45% pada tahun 2016 dan 46% pada tahun 2015. CPIB mengatakan bahwa kasus-kasus sektor swasta terus membentuk mayoritas (92%) dari semua kasus yang terdaftar untuk penyelidikan, meskipun jumlahnya tetap rendah.
Dari kasus-kasus ini, 10% melibatkan karyawan sektor publik yang menolak suap yang ditawarkan oleh individu-individu swasta. Proporsi kasus sektor publik, yang tetap rendah, menyumbang 8% dari semua kasus yang terdaftar untuk investigasi tahun lalu, dibandingkan dengan 15% pada tahun 2016.
Wilayah-wilayah yang disebutkan CPIB itu terus menjadi pengawasan selama tiga tahun terakhir yang terdiri dari wilayah bisnis konstruksi, grosir dan ritel, pergudangan, transportasi, dan logistik.
Kasus-kasus di sektor-sektor ini umumnya melibatkan penyuapan sebagai pertukaran untuk kontrak bisnis.
Karyawan-karyawan sektor swasta mencapai sebanyak 94% dari 141 yang telah dituntut di pengadilan untuk kasus-kasus yang diselidiki oleh CPIB tahun lalu. Jumlah ini meningkat 32% dibanding 2016.
Namun kata CPIB, peningkatan penuntutan dikaitkan dengan kasus-kasus yang melibatkan beberapa terdakwa yang dituduh di pengadilan tahun lalu, bukan karena peningkatan dalam jumlah kasus.
Indeks Persepsi Korupsi dari Transparency International (TI) yang dirilis pada 21 Februari 2018, menunjukkan Singapura menduduki peringkat keenam negara paling tidak korup pada 2017 dari 180 negara.
Di wilayah Asia Pasifik, Singapura berada di posisi kedua setelah Selandia Baru yang menempati peringkat pertama. Peringkat selanjutnya dipegang Australia dan Hong Kong, Jepang, dan Taiwan.
Namun akhir 2017, citra Singapura sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia sempat tercoreng mega skandal yang melibatkan salah satu badan usaha milik Singapura, Keppel Offshore & Marine (Keppel O&M), yang menyuap otoritas Brasil, Amerika Serikat, dan Singapura senilai total Rp 5,7 triliun.
Suap ini dilakukan agar perusahaan itu terhindar dari sidang pengadilan kriminal setelah perwakilan Keppel O&M di Brasil, Zwi Skornicki, mengaku menyuap sejumlah pejabat Brasil sebesar 55 juta dolar AS (Rp 744,8 miliar).(***/businessinsider/theindependent/channelnewsasia)

Share the knowledge