Ekonomi

Pengecer Ponsel di Sejumlah Negara Asia Tolak Jual Perangkat Huawei

Share the knowledge

Perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI Corp, terpaksa menunda peluncuran Huawei P30-nya pada Jumat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ULUGdUVA4WE)

Perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI Corp, terpaksa menunda peluncuran Huawei P30 Lite-nya pada Jumat (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=ULUGdUVA4WE)

Pengecer ponsel di beberapa negara Asia menolak menerima perangkat Huawei untuk diperjualbelikan. Bagaimana tidak, ponsel-ponsel Huawei diperkirakan akan kehilangan akses ke aplikasi populer seperti Youtube dan Chrome, setelah Google memblokir Huawei dari Android.

Para pengecer itu melihat banyak konsumen mulai membongkar perangkat Huawei mereka karena kekhawatiran penangguhan sitem operasi (OS) Android oleh Google terhadap Huawei akan mengganggu layanan.

Seperti diketahui, Google telah mengatakan akan mematuhi keinginan pemerintah Presiden AS, Donald Trump, untuk berhenti memasok Huawei, yang berarti pemilik ponsel Huawei saat ini sedang terputus dari pembaruan sistem operasi Android sejak akhir Agustus.

Menurut pengecer dan data pasar online, seperti dilansir Reuters, beberapa pelanggan di Singapura dan Filipina telah bergegas menjual ponsel Huawei mereka. Setidaknya, masih ada peminat walau sedikit.

Dylan On, seorang salesman di Wanying Pte Ltd, satu toko ritel dan reparasi di Singapura, mengatakan, “Jika kita membeli sesuatu yang tidak berguna, bagaimana kita akan menjualnya?” Dia mengatakan, ini bukan berarti Huawei adalah produk yang buruk.

“Ini produk yang sangat bagus. Hanya saja tidak ada yang mau membelinya sekarang karena kebijakan AS,” kata On. On sedang menyusun rencana untuk menjual stok perangkat Huawei yang ada secara online kepada pembeli di luar negeri yang dia harapkan kurang mengetahui informasi terbaru mengenai nasib Huawei.

Postcomended   Produsen Mobil Jaguar dan Range Rover Kencangkan Ikat Pinggang

Terkait kecemasan pelanggan, raksasa telekomunikasi Cina ini mengatakan sedang mengembangkan perangkat lunak (OS) ponsel sendiri, sementara saat ini masih dapat menggunakan Android versi open source (gratis/tanpa lisensi) yang tidak memiliki akses ke aplikasi Google.

Di tengah kecemasan yang meningkat ini, Huawei masih melanjutkan peluncuran ponsel baru di Inggris pada Selasa (21/5/2019), bahkan ketika jumlah pengguna perangkat yang menjual perangkatnya, meningkat di Asia.

Menurut Zack, seorang salesman di Mobile Square Singapura, seperti dilaporkan Reuters, jika sebelumnya tercatat sekitar lima orang sehari yang ingin memperjualbelikan ponsel Huawei mereka, melonjak menjadi 20 dalam dua hari terakhir.

“Biasanya, orang ingin menukar ponsel lama mereka dengan alasan ingin menggantinya dengan yang baru,” tambahnya. “Sekarang Anda melihat orang-orang ingin memperjualbelikan ponsel terbaru.”

Postcomended   Penjualan Menurun, Apple Ambil Langkah Langka di Awal Tahun Ini

Carousell, pasar online paling populer di Singapura, menyebutkan, jumlah penjualan ponsel Huawei mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat pada hari ketika Google mengumumkan pemutusan Android untuk Huawei. Pangsa pasar Huawei di Singapura pada tahun lalu mencapai 14 persen, menurut perusahaan riset Canalys.

Hal sama terjadi juga di Fillipina. “Kami tidak lagi menerima telepon Huawei, karena tidak akan dibeli oleh klien kami lagi,” kata Hamida Norhamida, seorang pramuniaga telepon baru dan bekas di pusat perbelanjaan Greenhills Manila mengatakan kepada Reuters, seraya menyebutkan bahwa dia merasa lega telah menjual stok Huawei P30 Pro-nya sebelum pengumuman Google pada Senin (20/5/2019).

Penjual ponsel lain di Greenhills mengatakan dia hanya akan membeli ponsel Huawei dengan diskon 50%.  “Menjualnya akan menjadi taruhan,” kata seorang pramuniaga lain di sana. Tetapi sejumlah orang melihat ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan ponsel berkualitas dengan harga murah.

“Reaksi langsung saya adalah khawatir bahwa Huawei saya saat ini bisa menjadi tidak berharga,” Xin Yi, mahasiswa berusia 24 tahun dari Singapura, mengatakan kepada Reuters. “Tapi Google mengatakan pengguna Huawei saat ini tidak akan terpengaruh, setelah itu aku merasa lega.”

Postcomended   Jack Ma Ingin Terapkan Pola Jam Kerja "996" yang Cukup Kejam

Dia menambahkan bahwa dia sekarang berada di pusat perbelanjaan untuk mencari model Huawei baru dengan harga yang turun. Sebelumnya pada Rabu, perusahaan telekomunikasi Jepang, KDDI Corp, dan merek ponsel murah SoftBank Corp, Ymobile, mengatakan mereka akan menunda peluncuran smartphone Huawei P30 Lite yang akan mulai dijual pada hari Jumat.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top