Pengembang Ogah Turunkan Harga Properti

Ekonomi Nasional Opini
Share the knowledge

Lahan Jadi Pemicu Meroketnya Harga Properti | 12/10/2015 | Housing ... Pinterest600 × 379Search by image Lahan Jadi Pemicu Meroketnya Harga Properti | 12/10/2015 | Housing-Estate
Lahan Jadi Pemicu Meroketnya Harga Properti | 12/10/2015 | Housing … Pinterest600 × 379Search by image Lahan Jadi Pemicu Meroketnya Harga Properti | 12/10/2015 | Housing-Estate

“Hari Senin naik!” Begitulah kalangan pebisnis properti kalau sedang mengiklankan produknya di televisi. Padahal, boleh jadi kenaikan yang mereka tawarkan semu. Apalagi di saat pasaran properti sedang lesu seperti sekarang ini. Faktanya, pebisnis properti ogah terlihat menurunkan harga. Mereka lebih suka memakai komponen diskon.

Meskipun Indonesia telah mendapatkan status investment grade dari lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors (S&P), namun pasar properti Indonesia secara kesuluruhan masih belum bisa bangkit.

Untuk penjualan apartemen di Jakarta misalnya, hingga pertengahan 2017 masih tergolong lesu. Padahal suplai apartemen setiap harinya meningkat.

Senior Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, mengatakan, meskipun penjualan kurang bagus, para pengembang enggan menurunkan harga.

“Developer mending kasih diskon atau dia berikan transaksi pembayaran yang fleksibel,” ujar Ferry di Gedung World Trade Center, Jakarta, Selasa (11/7/2017). Hal itu karena kata Ferry terkait kecemasan turunnya citra pengembang.

“Kalau harga diturunin itu image jelek. Jadi mereka lebih baik pilih kasih diskon.”

Postcomended   Dua Miliarder Baru Lahir di Cina Setiap Seminggu

Pada 19 Mei 2017, Indonesia akhirnya diganjar S&P dengan peringkat utang layak investasi (investment grade). Dengan peringkat ini, diyakini arus dana asing akan semakin deras masuk ke Indonesia. Tak pelak, perekonomian Indonesia pun bisa tumbuh lebih kencang.

Menurut Franky Rivan, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, naiknya peringkat surat utang Indonesia akan menjadikan sektor properti sebagai sektor yang paling diuntungkan, karena hal ini harusnya diikuti pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral.

Franky bahkan sempat merekomendasikan investor agar membeli dua saham properti yakni PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 760 dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan target harga Rp 2.210.

Postcomended   Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-72: Sosialisasi Sektor Energi Melalui Pekan Pertambangan dan Energi

Ellen May, seorang investor saham yang sukses menjelaskan kaitan antara penurunan suku bunga acuan dengan sektor properti khususnya. Penurunan suku bunga, sebut Ellen, diharapkan segera diikuti pemangkasan bunga bank untuk kredit ritel; consumer termasuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Sebab bunga rendah bisa menggairahkan kembali sektor properti dan barang konsumsi lainnya seperti sepeda motor dan mobil. Pemangkasan bunga bank, kredit ritel, dan properti tentunya akan menambah gairah masyarakat untuk menabung dan mengambil kredit.

Hal ini bisa mendorong perekonomian semakin maju dan panas, sehingga kinerja perusahaan membaik. Kalau kinerja perusahaan membaik, maka harga saham pun akan ikut naik. .***(ra)

 

#iphone #apple #samsung #iphone6 #smartphone #phone #iphone6s #mobile #ipad #android #macbook #ios #iphone5 #iphone7 #iphone6plus #case #htc #applewatch #iphone4 #iphone5s #asus #iphone6splus #xiaomi #oppo #lenovo #galaxy #google #samsunggalaxy #samsungcase #iphoneonly

Postcomended   Mensos Terima Penghargaan Tokoh Teladan Inspiratif


Share the knowledge