Ekonomi

Penjualan Mobil Amerika dan Eropa Rontok: Boss Cadillac Dipecat Mendadak

Cadillac President Johan de Nysschen Abruptly Fired And Replaced Motor1.com

Cadillac President Johan de Nysschen Abruptly Fired And Replaced Motor1.com

Kelesuan pasar mobil dunia mulai memakan korban. Produsen mobil Amerika Serikat (AS), Cadillac, mulai main keras. Mereka mendadak memecat Presiden Perusahaan, Johan de Nysschen (58). Pemecatan ini di tengah isu penjualan yang menurun 11 persen sejak tahun 

pertama Nysschen menjabat presiden. Hampir bersamaan, produsen mobil Vauxhall, Inggris, juga melakukan konsolidasi besar-besaran dengan rencana memangkas sejumlah besar jaringan dealernya. Sepekan sebelumnya, produsen mobil asal Inggris, Jaguar Land Rover (JLR) memutuskan mengakhiri ratusan pekerjaan. Bahkan GM, yang membawahi Cadillac, juga melakukan hal serupa.

Automotive News melaporkan, Cadillac langsung mengganti Nysschen dengan Steve Carlisle. Carlisle sebelumnya diketahui merupakan boss General Motors (GM) Kanada. Nysschen dipecat setelah hampir empat tahun bekerja di Cadillac.

“Kami menghargai upaya Johan selama empat tahun terakhir dalam menetapkan landasan yang lebih kuat untuk Cadillac,” kata Presiden GM, Dan Ammann, dalam sebuah pernyataan. “Ke depan, dunia berubah dengan cepat, dan, dimulai dengan peluncuran XT4 yang baru, adalah penting bahwa kami segera memanfaatkan peluang yang muncul dari tingkat perubahan ini. Langkah ini akan semakin mempercepat upaya kami dalam hal itu,” imbuh Ammann.

Cadillac adalah divisi prestisius GM, yang dikhususkan untuk memproduksi kendaraan mewah besar. Di bawah masa jabatannya, Nysschen sempat membuat beberapa perubahan pada mobil mewah AS ini dengan hasil lumayan. Dia yang mempelopori memindahkan kantor pusat perusahaan dari Detroit ke New York City. Dia juga merupakan kekuatan pendorong di belakang Project Pinnacle, sebuah rencana ambisius merombak tidak hanya merek, tetapi juga pengecernya.

Postcomended   Fitur Baru Instagram Memungkinkan Siapapun Menggunakan Postingan Kita

Namun sektor penjualan tertinggal, jatuh 11 persen sejak tahun pertama Nysschen menjabat bos pada 2015. Pada 2017, penjualan AS turun delapan persen, menurut Automotive News. Meskipun kuartal pertama 2018 terlihat peningkatan penjualan 8,1 persen, namun itu juga karena adanya insentif yang besar dan kuat.

Nysschen juga disebut terlalu fokus pada sedan, sementara selera pasar berubah ke jenis crossover dan SUV. Kondisi lesu ini juga disumbang sedan Cadillac yang miskin fitur, di tengah inovasi gencar pesaing Eropa dan Asia-nya. Selain itu, crossover SRX terlaris dari Cadillac juga dibiarkan merana sebagai model ketinggalan zaman hingga 2017 ketika XT5 akhirnya menggantikannya.

Peluncuran tipe crossover yang kompetitif namun lamban, tak sanggup membantu mendongkrak citra Nysschen. Baru bulan lalu, produsen mobil ini memperkenalkan crossover XT4 yang lebih kecil yang akan mulai dijual musim gugur ini.

Dengan digantikan Carlisle, Cadillac berharap akan memposisikan kembali Cadillac di puncak kemewahan. “Potensi Cadillac di seluruh dunia luar biasa dan saya merasa terhormat terpilih menjadi bagian dari pemetaan masa depan itu,” kata Carlisle dalam sebuah pernyataan.

Pada 2017, Carlisle membantu memimpin GM ke nomor satu dalam penjualan ritel di negara (AS dan Kanada), dengan Buick, GMC, dan Cadillac mencapai tahun penjualan terbaiknya. Carlisle diketahui pernah menjadi Presiden Direktur Pelaksana Operasi Asia Tenggara pada 2007-2010.

Sementara itu, perusahaan mobil Vauxhall mengaku akan memangkas jaringan dealernya di tengah penjualan mobil Inggris yang turun dengan cepat. Dari The Independent, perusahaan akan mengakhiri kontrak dengan 326 dealernya dan menegosiasikan kembali untuk membuat jaringan yang lebih menguntungkan. Perusahaan serumpunnya di Eropa, Opel, juga dikabarkan melakukan “latihan” serupa di seluruh benua.

Postcomended   Mata Uang Kripto Terjun bebas, Warren Buffet: Bitcoin Akan Berakhir Buruk

Penjualan Vauxhall jatuh lebih dari lima tahun lalu dan turun 18 persen dalam tiga bulan pertama 2018. Di seluruh industri, penjualan mobil Inggris secara keseluruhan tergelincir 5,6 persen pada 2017.

Direktur komunikasi Vauxhall, Denis Chick, mengatakan, perusahaan meningkatkan efisiensi di setiap area bisnisnya, termasuk jaringan dealernya. “Akibatnya, kami akan menyesuaikan perjanjian pengecer kami untuk memastikan bekerja lebih sederhana, lebih cepat dan lebih inovatif,” katanya. Produsen mobil ini juga akan memperkenalkan standar baru dalam upaya untuk meningkatkan layanan pelanggan.

Keputusan ini menyusul pengumuman bulan lalu bahwa Vauxhall akan memotong hingga 100 dari 326 dealernya di Inggris. Publikasi yang dilakukan industri Manajemen Otomotif menyebutkan, pemilik Vauxhall, PSA Group (yang juga perusahaan induk Peugeot dan Citroen), bermaksud menyita banyak lokasi ritel Inggrisnya selama tahun depan, yang akan mengancam lebih dari 3.800 pekerjaan.

Kabar terbaru ini datang setelah PSA mengatakan pada Oktober akan memangkas sekitar 400 pekerjaan di situs Vauxhall’s Ellesmere Port. Januari lalu, PSA dikatakan akan memangkas 250 lebih peran. Vauxhall pada 2017 dibeli oleh PSA Group dalam kesepakatan 1,9 miliar poundsterling.

Industri mobil Inggris menyalahkan penjualan yang rontok karena adanya ketidakpastian peraturan tentang mobil diesel. Mobil yang menggunakan solar ini menghadapi serangan setelah muncul wacana mereka jauh lebih polutif daripada yang diakui selama ini. Kesehatan ekonomi yang tak pasti setelah Brexit juga diduga membuat konsumen menunda pembelian.

Postcomended   Package City Tour Bandung

Pekan lalu, JLR dan GM juga mengumumkan upaya restrukturisasi perusahaan dengan mengurangi ratusan pekerjaan dari menutup situs-situs produksinya. Dilansir Telegraph, Akibat volume penjualan yang menurun, JLR terpaksa memangkas 1.000 pekerja, seiring perusahaan yang tidak memperbarui kontrak staf agen di pabrik Solihull yang membangun XE dan XF saloons (sedan berukuran lebih besar untuk pasar menengah atas), dan mobil sport.

Sementara itu GM memangkas beberapa ratus pekerjaan di pabriknya di Lordstown, Ohio, AS, dengan alasan menyesuaikan dengan permintaan mobil yang secara dramatis melambat.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top