Internasional

Pensiunan Pejabat Negara dan Polisi Diduga Terlibat Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah 8 Tahun

Perkosaan dan Pembunuhan Bocah 8 Tahun Picu Ketegangan di India - kumparan kumparan.com India seakan tidak pernah jera. Sejak kasus perkosaan 2012 yang mendunia, kekerasan seksual justru meningkat jumlahnya.

Perkosaan dan Pembunuhan Bocah 8 Tahun Picu Ketegangan di India – kumparan kumparan.com India seakan tidak pernah jera. Sejak kasus perkosaan 2012 yang mendunia, kekerasan seksual justru meningkat jumlahnya.

Seorang pensiunan pejabat pemerintah dan empat polisi telah dituntut atas pemerkosaan dan pembunuhan berkelompok (gang rape) terhadap seorang anak perempuan Muslim berusia delapan tahun di Kashmir, India. Pensiunan pejabat itu, Sanji Ram, memerintahkan keponakannya dan seorang polisi untuk menculik anak perempuan itu, Asifa Bano, pada Januari 2018 dengan tujuan meneror anggota komunitas Bakarwal yang nomaden, untuk meninggalkan distrik Kathua di wilayah Jammu yang kebanyakan Hindu, menurut pengajuan pengadilan.

Gadis itu diculik, dibius, disimpan di sebuah kuil Hindu, dan diperkosa oleh setidaknya tiga pria selama empat hari pada pertengahan Januari, kata polisi di dalam lembar tuntutan yang dipublikasikan Selasa (10/4/2018). Dia kemudian dicekik dan tubuhnya ditemukan di hutan dekat kuil. Dikutip dari BBC, untuk memastikan kematian Asifa, kepala bocah ini dipukul batu.

Salah satu dari tiga orang yang diduga pemerkosa adalah seorang polisi. Petugas lainnya, Anand Dutta, yang pada awalnya bertanggung jawab atas penyelidikan kasus ini, menerima suap sebesar 6.000 dolar untuk menutupi kejahatan mereka, menurut polisi. Dutta bahkan mencuci pakaian yang dikenakan Asifa pada saat kematiannya untuk menghilangkan noda darah atau air mani, kata mereka.

Dutta termasuk di antara delapan tersangka yang telah ditahan atas perkosaan dan pembunuhan Asifa. Kedelapannya beragama Hindu. Warga Kathua yang sebagian besar beragama Hindu, bagaimanapun, menyatakan bahwa kedelapan tersangka tersebut tidak bersalah dan telah memprotes penangkapan mereka selama berbulan-bulan.

Beberapa pejabat BJP (Partai Barathya Janata, salah satu partai berpengaruh di India) yang diketahui mengorganasi pawai atas penahanan mereka, sementara pengacara dari Asosiasi Bar Jammu memblokir pintu masuk ke pengadilan setempat untuk mencegah polisi mengajukan tuntutan terhadap para tersangka.

Talib Hussain, anggota komunitas Bakarwal, mengatakan kepada Al Jazeera, selalu ada perpecahan antara komunitas Muslim dan Hindu di Jammu dan Kashmir. Tetapi menurut Hussain, situasi memburuk sejak BJP, yang dipimpin oleh Narendra Modi, Perdana Menteri India, memenangkan pemilihan nasional pada tahun 2014.

Pembunuhan Asifa adalah “kejahatan yang direncanakan dengan baik untuk menciptakan rasa takut di kalangan umat Islam di Kathua dan mengusir mereka dari rumah mereka di wilayah mayoritas Hindu”, kata Hussain. Polisi, di pengadilan, juga mengatakan persaingan antara kedua kelompok telah berkembang. Mereka saling mengajukan keluhan terhadap satu sama lain.

Keluarga komunitas Bakarwal yang memelihara kambing dan domba, menghabiskan musim dingin di dataran Jammu dan bermigrasi ke padang rumput dataran tinggi agar ternak mereka bisa merumput. Namun beberapa tahun terakhir, beberapa dari mereka mulai menetap di rumah permanen.

Sanji Ram yang merencanakan penculikan Asifa, adalah penentang permukiman komunitas Bakarwal di Kathua. Dia aktif memprovokasi komunitasnya di daerah itu untuk tidak menyediakan lahan untuk penggembalaan ataupun bantuan lainnya. 

Sebelum serangan itu, kata polisi, dia mendenda setidaknya dua anggota komunitas Bakarwal karena menggunakan kolam dan hutan di dekat tanahnya untuk menyirami dan menggembalakan ternak mereka. Ram bahkan berkampanye melawan salah satu tetangganya karena menjual tanah kepada Bakarwal, kata polisi, menambahkan bahwa pada akhirnya, Asifa, sebagai seorang anak, “menjadi sasaran empuk” persaingan yang semakin meningkat.

Himanshu Sharma, seorang pengacara Jammu yang telah bersatu membela terdakwa, menyebut penyelidikan polisi negara bagian itu “cacat”. Pengacara itu mengklaim, polisi Muslim dari lembah Kashmir terlibat dalam penyelidikan itu, dan meminta Biro Pusat Investigasi federal untuk menyelidiki kasus ini. Sementara itu, pimpinan BJP dinilai bermain sunyi. (***/aljazeera)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top