Internasional

Pentagon Beri Cap “Jangan Beli” Pada Software Asal Rusia dan Cina

Pentagon (Wikipedia)

Nama-nama seperti Rusia, Cina, Iran, dan Korea Utara (Korut) belakangan ini begitu menghantui Amerika Serikat (AS). Reda dengan Korut, memanas dengan Iran. Terbaru, Pentagon sedang megembangkan paranoia baru terhadap Rusia dan Cina, sampai-sampai mereka mendata daftar perangkat lunak yang menggunakan kode asal Rusia dan Cina, dan mencapnya dengan tulisan “jangan beli”.

Kecemasan Pentagon yang diungkapkan seorang pejabat akuisisi Departemen Pertahanan AS  pada Jumat (27/7/2018) ini, muncul setelah penyelidikan yang dilakukan Reuters terhadap  perangkat lunak, terutama produk Rusia atau Cina.

Ellen Lord, wakil menteri pertahanan untuk akuisisi dan dukungan, mengatakan kepada wartawan bahwa Pentagon telah bekerja selama enam bulan dengan daftar vendor perangkat lunak “jangan beli” tersebut.

Daftar ini dimaksudkan untuk membantu staf akuisisi Departemen Pertahanan AS dan mitra industrinya menghindari membeli kode bermasalah untuk Pentagon dan pemasok. “Apa yang kami lakukan adalah memastikan bahwa kami tidak membeli perangkat lunak yang memiliki asal-usul Rusia atau Cina, misalnya, dan cukup sering sulit diidentifikasi pada pandangan pertama,” katanya kepada wartawan di Kantor Pentagon.

Postcomended   Ketakutan Muncul Seiring Tren Penggunaan Teknologi Pengenalan Wajah

Untuk hal ini, Pentagon kata Lord, telah bekerja erat dengan komunitas intelijen. “Kami telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan tertentu yang tidak beroperasi dengan cara yang konsisten dengan apa yang kami miliki untuk standar pertahanan.” Lord seperti dilaporkan Reuters, tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai daftar tersebut.

Fiona crarey on Twitter:

Fiona crarey on Twitter: “Don’t buy ANY food made in #China, save … Twitter CZ69MfXWIAETVYn.jpg

Komentar Lord dibuat menjelang kemungkinan dikeluarkannya RUU oleh Pentagon yang berisi ketentuan yang akan memaksa perusahaan teknologi untuk mengungkapkan jikalau mereka mengizinkan negara-negara seperti Cina dan Rusia untuk memeriksa cara kerja perangkat lunak yang dijual ke militer AS.

Undang-undang itu disusun setelah penyelidikan Reuters menemukan bahwa pembuat perangkat lunak memungkinkan agen pertahanan Rusia mencari kerentanan dalam perangkat lunak yang digunakan oleh beberapa lembaga pemerintah AS, termasuk Pentagon dan badan-badan intelijen.

Postcomended   Menpar Menilai Media Value Asian Games 2018 Sangat Penting

Pakar keamanan mengatakan mengizinkan pihak berwenang Rusia melihat cara kerja perangkat lunak internal, yang dikenal sebagai kode sumber, yang dapat membantu musuh seperti Moskow atau Beijing untuk menemukan kerentanan yang dapat mereka eksploitasi untuk lebih mudah menyerang sistem pemerintahan AS.

Lord menambahkan, laporan mendatang tentang rantai pasokan militer AS, akan menunjukkan bahwa Pentagon bergantung pada pemasok asing, termasuk perusahaan Cina, untuk komponen di beberapa peralatan militer.

Dia mengatakan Pentagon juga ingin memperkuat kemampuan pemasoknya untuk menahan serangan cyber dan akan menguji pertahanan cybersecurity mereka dengan mencoba untuk meretasnya.

Pentagon mengungkapkan langkah-langkah tersebut ketika pemerintah federal berusaha memperkuat pertahanan dunia maya setelah serangan terhadap AS yang dituduhkan kepada Rusia, Korea Utara, Iran, dan Cina.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pekan ini mengungkapkan rincian tentang serangkaian serangan cyber yang menurut para pejabat menempatkan para peretas bekerja atas nama pemerintah Rusia. Serangan cyber itu disebut dapat memanipulasi beberapa sistem industri yang digunakan untuk mengendalikan infrastruktur, termasuk setidaknya satu pembangkit listrik.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top