Penulis Surat dalam Botol dari 50 Tahun Lalu Teridentifikasi Setelah Ditemukan Bocah 9 Tahun

Internasional
Share the knowledge

Paul Gilmore, kiri, saat masih kecil. Kanan, Jyah Elliot, sang penemu pesan dalam botol yang dilempar Paul ke samudera Hindia 50 tahun lalu (Gambar dari: https://www.unilad.co.uk/life/message-in-a-bottle-sent-by-boy-13-looking-for-friend-found-50-years-later-by-new-pen-pal-9/)
Paul Gilmore, kiri, saat masih kecil. Kanan, Jyah Elliot, sang penemu pesan dalam botol yang dilempar Paul ke samudera Hindia 50 tahun lalu (Gambar dari: https://www.unilad.co.uk/life/message-in-a-bottle-sent-by-boy-13-looking-for-friend-found-50-years-later-by-new-pen-pal-9/)

Lima puluh tahun setelah Paul Gilmore melemparkan botol berisi pesan ke Samudra Hindia, dia akhirnya mendapat balasan. Tetapi dia belum mengetahuinya, karena dia sedang berlayar. Adalah seorang bocah sembilan tahun yang menemukan botol itu.

Bocah tersebut, Jyah Elliott, menemukannya di Pantai Talia, Australia Selatan, di Semenanjung Eyre. Jyah menjawab surat dalam botol itu melalui pos pada hari yang sama. “Dia sangat bersemangat,” kata ibunya, Carla Elliott, meskipun Jyah awalnya mengira surat itu palsu.

Annie Crossland, adik Paul, membayangkan kakaknya akan “hancur berkeping-keping” mengetahui pesan di botolnya telah ditemukan. “Luar biasa, benar-benar luar biasa,” kata Annie sambil tertawa. Paul, kata Annie, sedang tidak dapat dihubungi karena sedang melaut, kali ini di Baltik.

Dilansir laman ABC, pada 17 November 1969, Paul yang masih berusia 13 tahun, sedang melakukan perjalanan dari rumahnya di Inggris ke belahan dunia lain menggunakan TSS Fairstar, kapal uap 21.619 ton. Dia mengeluarkan sepucuk surat untuk mencari penpal (sahabat pena) baru.

Postcomended   Menyusul Bob Dylan, Penulis Inggris Keturunan Jepang Raih Nobel Sastra 2017

Keluarga Gilmore tinggal di Australia hingga 1973 dan kemudian pindah kembali ke Inggris. Annie, yang juga berada di atas kapal sama dengan kakaknya itu, ingat, dia menulis surat dan memasukkannya ke dalam botol.

“Dia ‘mengirim’ sekitar enam surat. Jadi ada baiknya salah satu darinya muncul kembali,” Annie tertawa. Annie mengaku tidak ingat botol yang digunakan. “Botol Coca-Cola atau semacamnya,” kata Annie.

Fairstar meninggalkan Southampton pada November tahun itu; berlayar melalui Kepulauan Canary dan Cape Town, sebelum mendarat di Fremantle sebulan kemudian. Setelah singgah sebentar, keluarga Gilmore melanjutkan perjalanan ke Melbourne. Diyakini pesan itu dijatuhkan di suatu tempat di lautan selama perjalanan.

Adik laki-laki Paul, David Gilmore, mengatakan, ayah mereka memutuskan untuk membawa keluarga ke Australia dengan harapan itu akan mengarah ke kehidupan yang lebih baik. David baru berusia empat tahun pada waktu itu, tetapi mengatakan dia mengenali tulisan tangan saudaranya dalam pesan itu.

Postcomended   Wow, Tarian Tradisional Indonesia Pukau Pengunjung Disney Springs USA

“Ini benar-benar aneh. Aku melihat pesannya sekarang, dan ya, aku bisa melihat itu adalah tulisan kakakku. Dia jelas sedikit lebih muda saat itu,” katanya kepada ABC. Dalam surat itu, Paul menuliskan alamat masa depannya di Mitcham, Victoria, dan menulis: “Kami berada 1000 mil di sebelah timur Fremantle, Australia Barat… tolong balas.”

Jyah mengirim balasannya ke alamat Mitcham. Dia sangat tidak berharap mendapat tanggapan. Dan memang tidak mungkin, mengingat kata David, keluarganya pindah ke alamat lain di Ringwood hanya beberapa bulan setelah tiba (di Australia).

ABC mengatakan bahwa saudara-saudara kandung Paul meyakinkan mereka bahwa Paul akan mengirim respons ketika dia kembali dari pelayarannya.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work