Internasional

Penyelidikan Kriminal atas Bedak Johnson&Johnson Terkait Kanker, Berlanjut

Share the knowledge

Bedak bayi Johnson & Johnson yang sudah menjadi tradisi bayi-bayi di seluruh dunia diguncang isu memiliki kandungan zat karsinogen, penyebab kanker (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7Z5oJLzjaAo)

Bedak bayi Johnson & Johnson yang sudah menjadi tradisi bayi-bayi di seluruh dunia diguncang isu memiliki kandungan zat karsinogen, penyebab kanker (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7Z5oJLzjaAo)

Departemen Kehakiman AS sedang melakukan penyelidikan kriminal untuk mengetahui apakah Johnson & Johnson berbohong tentang potensi risiko kanker pada produk bedak bayinya. Mereka telah membentuk dewan juri di Washington untuk melakukan proses hukum lanjutan.

Informasi ini dilaporkan Bloomberg Jumat (12/7/2019), dengan mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Laporan Bloomberg mengatakan, grand jury sedang mencari dokumen yang terkait dengan apa yang diketahui pejabat perusahaan tentang adanya karsinogen dalam produk mereka.

Karsinogen adalah senyawa yang dapat menjadi pemicu kanker. Pihak Johnson & Johnson (J&J) mengungkapkan dalam laporan tahunannya pada Februari 2019, bahwa mereka telah menerima panggilan dari Departemen Kehakiman AS (Departement of Justice/DOJ) dan Komisi Sekuritas dan Bursa terkait dengan litigasi (proses hukum) bedak bayi yang sedang berlangsung, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Postcomended   Bocah Autis Tahun Bangun Replika Titanic 8 Meter: Mengungkap Kejeniusan Penyandang Autisme

Perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diemailkan ke Reuters, Jumat, bahwa tidak ada perkembangan baru dalam masalah ini.

“Seperti yang sebelumnya kami ungkapkan dalam pengajuan SEC (United States Securities and Exchange Commission) pada Februari 2019, kami telah menerima panggilan pengadilan dari Departemen Kehakiman AS.

“Kami sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan DOJ,” kata juru bicara J&J, Ernie Knewitz, dalam sebuah pernyataan melalui email. Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar.

Postcomended   Tahun Depan, Roket SpaceX Cuma Butuh 24 Jam untuk Sampai Mars

Johnson & Johnson menghadapi tuntutan hukum yang melibatkan lebih dari 14.000 penggugat yang menuduh produk bedaknya, termasuk Baby Powder, dapat menyebabkan kanker.

Laporan Reuters pada 14 Desember 2018 mengungkapkan bahwa Johnson & Johnson tahu selama beberapa dekade bahwa sejumlah kecil asbes (senyawa karsinogen yang dikenal), kadang-kadang ditemukan dalam produk bedaknya, menurut tes dari tahun 1970-an hingga awal 2000-an.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top