Cara Mencari Diskon Mobil Paling Maksimal Autobild.co.id600 × 400Search by image

Cara Mencari Diskon Mobil Paling Maksimal Autobild.co.id600 × 400Search by image

Faktor lainnya yang berpotensi menurunkan permintaan mobil, a.l. penerapan aturan pembiayaan syariah dan berlarut-larutnya kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan

Tidak peduli jalanan makin macet; setiap hari ngomel-ngomel; tapi kalau para dealer mobil sedang membanting harga mobil seperti sekarang ini, kenapa tidak memikirkan membeli mobil baru. Barangkali saja anak anda� akan berulang tahun, atau kerabat dekat menikah. Siapa tahu di tengah kemacetan bisa saling menyapa para kerabat ini.
“Jadi, inilah saatnya konsumen beli mobil,” kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto di Jakarta, Kamis (4/4). Joko mengatakan, saat ini persaingan penjualan mobil sedang sangat ketat, banyak banting-banting harga. Situasi ini tidak sehat bagi pasar, namun menyenangkan bagi konsumen,” ujar Joko.
Melihat keadaan ini, pihaknya kata Joko masih mengamati perilaku pasar untuk mengatur strategi penjualan menghadapi perang diskon. Sebab jika ikut terlibat, akan mengurangi kemampuan perusahaan melakukan investasi.  “Tahan sampai berapa lama perang diskon ini,” ujarnya.

Jika melihat data sementara penjualan mobil di dalam negeri secara whole sales pada Maret, memang sedang mengalami penurunan dibanding Februari, yaitu dari sekitar 103 ribu unit menjadi sekitar 100.188 unit.  Penjualan Toyota pada Maret juga turun 7,3 persen disbanding Februari yang mencapai 35.318 unit

Postcomended   Giliran Mobil Cina Serbu Indonesia

Salah satu penyebab perang diskon adalah lesunya pasar, sementara stok berlebih. Mengenai lesunya pasar ini diakui para pelaku bisnis mobil nasional. Menurut mereka situasi dan kondisi pada kuartal pertama tahun 2013 masih lesu. Belum ada peningkatan penjualan yang berarti dibandingkan periode sama tahun lalu.
“Sejak awal tahun, penjualan diperkirkan stagnan,” ujar Sudirman Maman Rusdi, Ketua Umum Gaikindo. Menurutnya, kelesuan pasar ini merupakan imbas krisis Eropa sejak tahun lalu. “Ekspor komoditas unggulan turun, mempengaruhi daya beli. Pembelian kendaraan baru berkurang di sejumlah pasar besar potensial,” ujar udirman.
Gaikindo sendiri telah memprediksi, pasar otomotif nasional pada 2013 tak akan tumbuh atau stagnan di kisaran 1,1 juta unit seperti tahun lalu. Faktor lainnya yang berpotensi menurunkan permintaan mobil, a.l. penerapan aturan pembiayaan syariah dan berlarut-larutnya kebijakan low cost green car (LCGC) alias mobil murah dan ramah lingkungan.
Sementara di sisi lain, Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan, sejumlah ATPM (agen tunggal pemegang merk) terus menggenjot produksi. Akibatnya terjadi penumpukkan stok yang memicu aksi diskon besar-besaran.
 Berdasarkan  perhitungan kasar saya, saat ini stok sejak akhir tahun lalu sampai bulan ini mencapai 200.000 unit atau dua bulan. Untung buat masyarakat, akan ditawarkan berbagai diskon dalam satu sampai dua bulan ke depan,” jelas Johnny. Menurut dia, kondisi ini akan menguntungkan pangsa pasar merek-merek mobil menengah bawah.
Boleh jadi juga, stok mobil berlimpah itu diiringi bertambahnya jumlah dealer mobil. Logikanya, dengan bertambahnya dealer mobil, maka setiap dealer pada awal-awal berdiri akan menetapkan target jumlah penjualan sebesar-besarnya. CEO Auto 2000 Jodjana Jody mengatakan, karena pemilik dealer sangat fokus pada target penjualan, tidak jarang terjadi banting membanting harga antara sesama dealer. Padahal ATPM (sebagai pemasok mobil) tidak menghendaki hal itu terjadi .
Namun Mukiat Sutikno, Wakil Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, menilai, pasar otomotif nasional menjadi cukup atraktif pada kuartal I tahun 2013, salah satunya karena sengitnya perang diskon antar-ATPM. Sementara secara kapasitas pun, lanjutnya, pasar mobil Indonesia masih sangat berpeluang untuk tumbuh tinggi. Apakah tahun ini akan melampaui target 1,1 juta unit (target penjualan mobil versi Gaikindo), itu sangat tergantung dari keberlanjutan kebijakan dan penambahan infrastruktur jalan, jelasnya kepada Bisnis, Rabu (4/4).

Postcomended   Akhir Perjalanan HTI
Mengenai hambatan karena penerapan aturan pembiayaan syariah seperti dikatakan Sudirman, adalah mengenai aturan Bank Indonesia (BI) terkait uang muka kredit pemilikan mobil yang juga diberlakukan ke bank syariah dan unit usaha syariah. Bank Indonesia telah menetapkan bahwa aturan kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) bank syariah, harus diperlakukan sama dengan bank umum.
“Akan banyak konsumen yang bingung. Karena sebelumnya konsumen berpikir pasti dapat menggunakan solusi ke DP syariah, tapi kan sebentar lagi sudah tidak ada,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, November tahun lalu.
Sebelumnya, BI dan Kementerian Keuangan mengatur DP (Down Payment) kredit kendaraan roda dua minimal 25 persen dan mobil sebesar 30 persen. Alasan pemberian uang muka pembelian kendaraan 30 persen ini demi memberikan kondisi lebih aman bagi lembaga yang membiayai kredit sehingga perekonomian akan tenang. Peraturan BI itu sudah diketahui oleh semua lembaga penyedia kredit.