Internasional

ISIS Bohong Ihwal Nasib Tawanan, Irak Serukan Balas Dendam

 

TOPSHOT – EDITORS NOTE: Graphic content / A handout picture released by the Iraqi Justice Ministry on June 29, 2018 shows blindfolded and handcuffed jihadists of the Islamic State group who have been condemned to death waiting for their sentences to be executed.
Iraq executed a dozen death row jihadists on the order of Prime Minister Haider al-Abadi, his office said today, in retaliation for the Islamic State group’s execution of eight captives. The executions on June 28 came shortly after Abadi ordered the “immediate” implementation of the death sentences of hundreds of convicted jihadists in response to the killings by IS.
/ AFP PHOTO / Iraq Justice Minister / HandoutHANDOUT/AFP/Getty Images

Perdana Menteri Irak menyerukan eksekusi segera terhadap semua terpidana mati ISIS, menyusul ditemukannya mayat 8 anggota pasukan keamanan negara yang diduga tewas oleh ISIS. Awalnya, ISIS merilis video yang menunjukkan 6 tawanan dan menuntut pembebasan tawanan ISIS dari penjara Irak. Namun ternyata tawanan pemerintah itu ditemukan telah dibunuh.Perdana Menteri Irak, Haider Al-Abadi, memerintahkan penerapan segera hukuman terhadap teroris yang dijatuhi hukuman mati yang hukumannya telah melewati tahap yang menentukan, kata kantornya dalam sebuah pernyataan Kamis (29/6).

Reuters melaporkan pada April, ratusan tahanan telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Irak sejak Mosul dan daerah sekitarnya dibebaskan dari ISIS.

Statistik yang berasal dari pengadilan kriminal menunjukkan bahwa 815 orang telah diadili dan sebanyak 212 dijatuhi hukuman mati, 150 lainnya dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara,” kata Hakim Abdul-Sattar al-Birqdar, juru bicara pengadilan.

“Sebagian besar putusan ini bertentangan dengan unsur-unsur organisasi teroris Negara Islam (ISIS) yang terbukti telah melakukan kejahatan, dan datang setelah pengadilan umum dilakukan sesuai dengan hukum. Para terdakwa diberikan hak mereka,” tambah Birqdar.

Pihak kantor Abadi menambahkan, mengikuti arahan Perdana Menteri, pejabat Irak mengeksekusi selusin anggota ISIS. “Berdasarkan arahan Perdana Menteri Haider al-Abadi, eksekusi dilakukan Kamis (12/6/2018) terhadap terpidana teroris yang telah menerima putusan akhir,” kata pernyataan kantor Abadi itu.

Warga Irak membawa peti mayat para korban yang diculik dan kemudian dieksekusi oleh kelompok ISIS di kota Karbala, Irak selatan, Kamis. Eksekusi terhadap terpidana mati ISIS dilakukan sehari setelah mayat delapan pasukan keamanan Irak yang diyakini tewas oleh kelompok ISIS, ditemukan Rabu.

ISIS Bohong
Amaq, sayap media kelompok terror ini pada Sabtu (23/6/2018) merilis video singkat yang menunjukkan enam pria disandera oleh orang-orang bersenjata, dan menuntut pembebasan tahanan dan pemimpin perempuan ISIS dari penjara Irak. Dalam pernyataan Amaq terpisah, ISIS mengatakan mereka juga menahan delapan sandera.

Para militan dalam video memberi pemerintah Irak batas waktu tiga hari untuk membebaskan tahanan ISIS dan mengancam akan membunuh para sandera jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Pembunuhan 8 anggota pasukan Irak itu memicu kemarahan di antara rakyat Irak. Mereka menyalahkan pemerintah karena gagal bertindak cepat. Saat mengunjungi markas Komando Operasi Gabungan, Kamis, Abadi menjanjikan balas dendam yang cepat atas pembunuhan itu.

“Ini adalah pertemuan yang sangat penting, pertama-tama kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga korban dan kami berjanji bahwa kami akan menangkap atau membunuh mereka, ini adalah janji” kata Abadi.

PM Irak mengatakan laporan forensik awal menunjukkan para sandera sudah meninggal hampir seminggu yang lalu, menunjukkan ISIS berbohong tentang batas waktu tiga hari.

Meskipun pemerintah Irak secara resmi menyatakan “pembebasan penuh Irak dari ISIS” pada Desember 2017, namun kelompok militan ISIS masih mampu melakukan serangan terhadap pasukan Irak dan warga sipil.(***/CNN)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top