Perdana Menteri Selandia Baru Berpidato di PBB Ditemani Bayi dan “Suaminya”

Internasional
Share the knowledge

New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern sits with her baby Neve before speaking at the Nelson Mandela Peace Summit during the 73rd U.N. General Assembly in New York on Monday. Carlo Allegri / Reuters
New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern sits with her baby Neve before speaking at the Nelson Mandela Peace Summit during the 73rd U.N. General Assembly in New York on Monday. Carlo Allegri / Reuters

Ada pemandangan menarik di forum bergengsi PBB, di New York, ketika Perdana Menteri Selandia Baru yang baru saja melahirkan, Jacinda Arden (38), melakukan debut pidato pertamanya di PBB New York, Senin (24/9/2018). Saat Ardern berpidato, bayinya terlihat dipegang oleh seorang pria yang adalah “suaminya”.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, telah membuat pidato debutnya di PBB di New York, sambil membawa bayi buah cinta dengan mitra hidupnya Clarke Gayford (40). Ini merupakan yang pertama juga bagi Lembaga dunia itu ketika seorang tamunya berpidato sambil membawa anaknya.

Ardern melakukan pidato debutnya di KTT Perdamaian Nelson Mandela, di mana dia menyoroti “dampak mendalam” mantan pemimpin Afrika Selatan itu di negaranya. Ardern diketahui baru kembali bekerja setelah selesai menjalani cuti hamil pada awal Agustus lalu.

Perdana Menteri Selandia Baru ini tampaknya memilih membawa bayi bernama Neve Te Aroha Ardern Gayford (3) itu dalam perjalanan internasional enam harinya, karena dia harus menyusuinya. “Hampir sebagian besar waktu di Selandia Baru, Neve selalu dekat saya,” kata Ardern menurut NewsHub Selandia Baru.

Postcomended   Keterampilan Terbang Rendah, Burung-burung Jurasik Melepaskan Ketombe

Mengenai keikutsertaan sang kekasih, Ardern mengatakan kepada Selandia Baru Herald seperti dilansir BBC, bahwa dia akan menanggung biaya perjalanan Gayford, karena sang mitra ikut bepergian karena memang untuk merawat Neve.

Seperti diberitakan sejumlah media, Ardern bersama Gayford tampaknya telah bersepakat bahwa kekasihnya ini akan berperan sebagai “bapak rumah tangga”. Karena itu, sementara sang PM berpidato di forum PBB, Gayford berperan sebagai perawat “first baby” Selandia Baru ini.

Menanggapi ini, juru bicara PBB, Stephane Dujarric kepada Reuters, mengatakan, Perdana Menteri Ardern menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih baik untuk mewakili negaranya daripada ibu yang bekerja. “Hanya 5 persen dari pemimpin dunia adalah wanita, jadi kita perlu membuat mereka diterima di sini sebaik mungkin,” ujarnya.

Dilansir Wikipedia, Ardern, lulusan Universitas Waikato, Selandia Baru, pada 2001, memulai karirnya bekerja sebagai peneliti di kantor PM Helen Clark, PM Selandia Baru perempuan lainnya. Dia kemudian bekerja di Inggris sebagai penasihat kebijakan untuk PM Inggris Tony Blair.

Postcomended   Sambut Turis Jelang Olimpiade, Jepang Mereformasi Toiletnya

Pada 2008, dia terpilih sebagai Presiden Persatuan Pemuda Sosialis Internasional. Secara ideologis, Ardern menggambarkan dirinya sebagai seorang demokrat sosial dan progresif. Dia kini adalah kepala pemerintahan wanita termuda di dunia.

Tidak Menikah

Ardern adalah PM perempuan kedua dalam sejarah yang hamil dan melahirkan saat menjabat sebagai kepala pemerintahan. Mantan atasan Ardern, Helen Clark, di laman The Guardian menulis,  kombinasi dengan fakta bahwa Ardern tidak menikah, awalnya mungkin tidak akan membantu karier politiknya lebih tinggi.

Namun tampaknya pesona Ardern membuat masyarakat tradisional Selandia Baru tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Ardern, kata Clark, adalah wanita luar biasa yang menerobos langit-langit kaca dengan mudah. Dia menjadi pemimpin partai Buruh Selandia Baru dan oposisi hanya tujuh minggu sebelum pemilihan umum September lalu.

Dalam waktu yang singkat itu dia membawa partainya keluar dari zona kematian, dan kemudian melalui negosiasi koalisi yang sukses membawa dia menjadi perdana menteri pada bulan Oktober pada usia 37.

Clarke Timothy Gayford adalah penyiar radio dan televisi Selandia Baru. Belum lama ini dia menjadi presenter acara dokumentasi tentang ikan, “Fish of the Day” untuk Choice TV. Serial dokumenter ini juga disiarkan di saluran TV National Geographic, dan telah diputar di lebih dari 35 negara.***

Postcomended   2 Desember dalam Sejarah: Pablo Escobar Tewas dalam Baku Tembak di Atas Atap

 

 


Share the knowledge

Leave a Reply