ة maawso3a.blogspot.com472 × 472Search by image سجلت بيان زهران اسمها في تاريخ المملكة كأول امرأة تحصل على رخصة مزاولة مهنة المحاماة رسميا، ففي أكتوبر الماضي حصلت بيان مع ثلاث من مواطناتها

ة maawso3a.blogspot.com472 × 472Search by image سجلت بيان زهران اسمها في تاريخ المملكة كأول امرأة تحصل على رخصة مزاولة مهنة المحاماة رسميا، ففي أكتوبر الماضي حصلت بيان مع ثلاث من مواطناتها

Arab Saudi dihebohkan sejumlah video yang menunjukkan seorang perempuan dengan pakaian minim berjalan-jalan di satu situs sejarah di sana. Kepolisian Arab Saudi dikabarkan sudah menahan perempuan itu untuk menjalani pemeriksaan. Arab Saudi adalah negara yang menerapkan aturan berpakaian ultrakonservatif baik untuk wanita maupun pria. Akan tetapi mereka seolah menerapkan standar ganda untuk anggota kerajaan perempuan.

Dalam video-video itu, yang awalnya dibagikan di Snapchat akhir pekan lalu, tampak seorang perempuan berjalan menyusuri gang lengang di tempat yang disebut sebagai situs Desa Warisan Ushayqir. Situs ini berada di Provinsi Najd, sekitar 155 km di utara ibu kota Riyadh.

Perempuan yang kemudian diketahui bernama Khulood ini hanya mengenakan rok mini dan atasan berlengan pendek yang memperlihatkan bagian pinggangnya. Dia diduga seorang model.

Postcomended   Idap Bipolar, Sinead O'Connor Unggah Video di Facebook, Mengatakan Sedang Bunuh Diri

Kontroversi pun terjadi di antara netizen. Ada yang setuju dia ditangkap karena melanggar aturan

Arab Saudi dikenal dengan aturan ketat dalam berpakaian. Cara mereka berpakaian diawasi lembaga bernama Mutaween yang berada di bawah Committee for the Promotion of Virtue and the Prevention of Vice.

Aturan itu meliputi kode pakaian untuk wanita yakni abaya, semacam gamis yang melulu hitam; tentu harus menggunakan jilbab. Sedangkan pria mengenakan pakaian hampir sejenis namun berwarna putih.

Dikutip dari The Economist, kunci memahami aturan ini adalah dari sejarah negeri ini. Yakni ketika negara modern didirikan pada 1932 yang didasarkan pada sebuah pakta abad ke-18 antara monarki Al Saud yang memerintah, dan sekelompok ulama Islam yang berapi-api dari kalangan Wahhabisme (nama ini berdasarkan nama pendirinya Muhammad Ibn Abd al-Wahhab).
Sejak saat itu, hukum Arab Saudi didasarkan pada versi syariah yang ketat ini. Namun kenyataannya hukum ini sebenarnya gabungan dari banyak tradisi gurun yang berasimilasi dengan Islam. Kain penutup penuh untuk wanita awalnya dianggap kebiasaan, namun hari ini ditegakkan oleh polisi agama (Mutaween) dan relawan.

Postcomended   Bakal Ada Gayus-Gayus Lainnya Lagi yang Tertangkap

Sementara semua versi Islam menyarankan agar seorang wanita berpakaian sopan, menutupi rambut dan tubuhnya, Arab Saudi adalah negara berpenduduk mayoritas muslim yang secara resmi menetapkan kode pakaian (selain Iranl). Wanita, asing dan lokal, harus memakai abaya (beberapa lolos dengan mantel panjang) di tempat umum.

Akan tetapi Arab Saudi bak menerapkan standar ganda bagi anggota kerajaan. Seperti diketahui, istri dari keponakan Raja Abdullah bin Abdul Aziz (alm) tidak memakai jilbab. Dia adalah Putri Ameera binti Aidan bin Nayef Al-Taweel.

Wanita kelahiran 6 November 1983 ini malah aktif memperjuangkan hak-hak wanita Arab. Karakternya yang lebih seperti wanita barat ini seolah didukung suaminya, Pangeran Al Waleed bin Talal yang juga berpikiran progresif.

Postcomended   Tom Cruise Pamer Tempat Syuting "Mission: Impossible 6"

Pada November 2016, Al Waleed mendesak penghentian larangan mengemudi bagi wanita. Ia menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun Twitter pribadinya. **(ra)