Internasional

Perkumpulan Orang Kaya WEF Sarankan Serangga sebagai Alternatif Protein

Share the knowledge

 

https://www.youtube.com/watch?v=oOUx4L6f5vw

Serangga dapat menjadi alternative protein (gambar dari YouTube)

Penelitian baru yang dilakukan perkumpulan orang-orang kaya menunjukkan bahwa upaya menggantikan daging terutama sapi dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Mereka pun mendata sejumlah protein pengganti daging, antara lain serangga.

“Beralih dari daging sapi ke protein alternatif dapat menyelamatkan jutaan nyawa dan secara dramatis memangkas emisi gas rumah kaca,” kata organisasi tersebut, Oxford Martin School for WEF. WEF adalah perkumpulan mewah orang-orang kaya, terkenal, dan berpengaruh di resor ski mewah Swiss Davos yang dilakukan setiap Januari.

Mereka mengatakan bahwa 2,4 persen kematian terkait diet global dapat dihindari dengan menjauh dari daging sapi. Untuk negara-negara kaya, 5 persen dari kematian seperti itu dapat dihindari, menurut buku putih sekolah “protein alternatif”.

“Efek paling positif ditemukan di negara-negara kaya, di mana konsumsi daging sapi tinggi dan di mana ada manfaat khusus dari mengonsumsi lebih banyak serat,” menurut perkumpulan tersebut di ajang World Economic Forum

Postcomended   26 Oktober dalam Sejarah: WHO Tetapkan Daging Olahan Penyebab Kanker!

WEF berpendapat bahwa beralih dari daging dapat mencegah jutaan kematian yang tidak perlu per tahunnya. Ini juga menunjukkan bahwa permintaan daging diproyeksikan akan terus tumbuh bahkan ketika populasi global diperkirakan akan membengkak menjadi 10 miliar di sekitar pertengahan abad ini.

“Tidak mungkin memenuhi permintaan daging dunia secara berkelanjutan di masa depan,” Dominic Waughray, kepala Pusat Barang Publik Global WEF, mengatakan dalam pernyataan itu. Dia menekankan bahwa “inovasi dalam produk, peningkatan dalam cara kita menghasilkan daging sapi, babi, dan ayam, dan upaya pihak konsumen menerapkan pola makan yang lebih beragam, dapat memungkinkan peningkatan kesehatan global, bahkan tanpa melepaskan makan daging sama sekali.

Laporan ini menganalisis 13 sumber protein, termasuk daging sapi, babi dan ayam, bersama dengan buah-buahan dan sayuran seperti kacang-kacangan, pengganti non-hewani seperti tahu, dan produk-produk baru termasuk serangga.

Postcomended   Horee, Makan Keju Ini Sebelum Tidur Nggak Bakal Bikin Gendut!

Mereka menemukan bahwa beralih dari daging ke protein alternatif dapat memiliki efek negatif dan positif pada asupan gizi, tetapi secara keseluruhan, peningkatan konsumsi alternatif menawarkan peningkatan kesehatan.
“Buktinya jelas, sistem pangan kita perlu diubah demi planet kita dan masa depan umat manusia,” kata Marco Lambertini, kepala WWF International, dalam pernyataan WEF.

Kacang, mikoprotein, dan kacang polong menawarkan peningkatan kesehatan terbesar, dengan kemungkinan mengurangi angka kematian hingga tujuh persen, demikian temuan itu menyebutkan. Laporan resmi juga menyoroti data 2010 yang menunjukkan bahwa produksi daging sapi saja menyumbang seperempat dari semua emisi gas rumah kaca yang terkait dengan makanan, menekankan bahwa meningkatnya permintaan protein dapat memberikan tekanan besar pada lingkungan, kecuali ada alternatif yang ditemukan.

Peternakan hewan merupakan ancaman tiga kali lipat bagi atmosfer Bumi, karena hewan menghasilkan metana gas rumah kaca dalam jumlah besar, ditambah dengan hilangnya hutan penyerap karbon yang ditebang untuk membuka area penggembalaan. Peternakan juga disebut boros air.

Postcomended   Deforestasi Dianggap Menurun, Norwegia Akan Mulai Membayar Indonesia

“Buktinya jelas, sistem pangan kita perlu diubah demi planet kita dan masa depan umat manusia,” kata Lambertini. “Kami adalah generasi terakhir yang dapat melakukan sesuatu sebelum sistem runtuh.”***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top