Pertempuran Okinawa, Pertempuran amfibi terbesar untuk memasuki Gerbang pertahanan terakhir Jepang

Pertempuran Okinawa, Pertempuran amfibi terbesar untuk memasuki Gerbang pertahanan terakhir Jepang

Politik
Share the knowledge

Pertempuran Okinawa, nama kode Operasi Iceberg, adalah pertempuran di Kepulauan Ryukyu, Okinawa yang dicatat sebagai serangan amfibi terbesar dalam Perang Pasifik, Perang Dunia II. Pertempuran berlangsung selama 82 hari, mulai awal April hingga pertengahan Juni 1945. Okinawa direncanakan sebagai basis operasi udara untuk rencana invasi ke daratan utama Jepang yang diberi kode Operasi Downfall

Mereka (rakyat jepang) berprinsip lebih baik semua pasukan Jepang mati terhormat dalam pertempuran daripada kalah melawan pasukan Sekutu. Prinsip satu orang prajurit Jepang lebih baik mati setelah membunuh sebanyak mungkin pasukan Sekutu telah menjadi doktrin yang membuat setiap pasukan Jepang haus darah.

HistoryNet Battle Of Okinawa: Operation Iceberg Creator: Kershaw, F. E. | Credit: National Archives Copyright: Caption ©2007 MFA Productions LLC Image in the Public Domain Information extracted from IPTC Photo Metadata. Related images
HistoryNet Battle Of Okinawa: Operation Iceberg Creator: Kershaw, F. E. | Credit: National Archives Copyright: Caption ©2007 MFA Productions LLC Image in the Public Domain Information extracted from IPTC Photo Metadata. Related images

Bagi Jepang Pulau Okinawa merupakan pulau sakral dan pertahanan terakhir.
Sedangkan bagi Sekutu, Okinawa merupakan pintu gerbang paling strategis untuk memasuki daratan Jepang. Kapal perang yang dikerahkan ke perairan Okinawa antara lain 40 kapal induk, 18 kapal perang, 200 destroyer dan ratusan kapal pendukung, 365 kapal pendarat amfibi, dan lainnya. Jika dijumlah total kapal perang yang dikerahkan Sekutu sekitar 1.300 unit.

Postcomended   Kemenpan/RB Godok Aturan agar Diaspora Mau Pulang

Tanpa diperhitungkan oleh Sekutu, berkumpulnya ribuan kapal perang Sekutu ternyata menjadi sasaran empuk bagi kamikaze Jepang.
Saat Amerika mendarat pada 1 April dan 25 Mei, tujuh serangan kamikaze besar dicoba dan melibatkan lebih dari 1.500 pesawat. Para pelaut Amerika berusaha mati-matian untuk menembak jatuh mereka tetapi banyak dari mereka yang gagal dan mengakibatkan 36 kapal tenggelam, 368 kapal rusak, 4.900 orang terbunuh atau tenggelam, 4.800 orang terluka, dan 763 pesawat hilang.

Di pulau Okinawa, anak-anak laki-laki SMP diorganisasikan ke dalam layanan garis depan Tekketsu Kinnōtai, sementara murid perempuan Himeyuri diorganisasi menjadi unit perawat. Tentara Kekaisaran Jepang memobilisasi 1.780 anak-anak sekolah menengah yang berusia 14–17 tahun ke layanan garis depan.

Sekitar 7.000 serdadu Jepang menyerah, tetapi banyak yang memilih mati dengan cara bunuh diri. Ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa melanjutkan pertempuran adalah hal yang sia-sia, Jenderal Ushijima dan Kepala Stafnya, Jenderal Cho, melakukan ritual bunuh diri pada 22 Juni, dan secara otomatis dianggap sebagai akhir dari Pertempuran Okinawa.

Postcomended   Museum Peringatan Holocaust Amerika Lucuti Penghargaan Terhadap Aung San Suu Kyi

 

Pertempuran Okinawa menimbulkan korban terbesar dalam Medan Perang Pasifik Perang Dunia II. Jepang menderita kerugian lebih dari 100.000 tentara tewas, ditangkap, atau bunuh diri. Di lain pihak, 65.000 tentara Sekutu tewas atau luka. Selama pertempuran berlangsung, puluhan ribu warga sipil Okinawa tewas, terluka, atau bunuh diri. Sembilan puluh persen dari bangunan di Pulau Okinawa hancur, dan lanskap tropis berubah menjadi “lahan lumpur luas, besi rongsokan, pembusukan, dan belatung”.

Postcomended   Kapal Nyaris Senggol-senggolan, AS dan Cina Saling Peringatkan


Share the knowledge

Leave a Reply