Nasional

Pollycarpus Bebas Murni, Seraya Tertawa Dia Membantah Membunuh Munir


Pollycarpus Budihari Prijanto, terpidana pembunuh aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib, bebas murni sejak Rabu (29/8/2018). Hingga hari pembebasannya ini, Polly tidak pernah mengaku membunuh Munir. Namun istri Munir, Suciwati, berketetapan hati bawa Polly adalah agen Badan Intelijen Negara (BIN) yang menjadi bagian dari pembunuhan berencana terhadap Munir.

“Saya sangat senang, saat ini saya tidak lagi punya beban,” kata Polly (57), saat mengunjungi Pusat Pemasyarakatan Kelas I Bandung untuk mengambil surat yang menyatakan bahwa dia bebas dari masa tahanan, Rabu itu.

Polly seperti dilaporkan Antara, mengaku akan kembali ke dunia penerbangan, khususnya di PT Gatari. Dia juga mengatakan inign mengakuisisi perusahaan penerbangan dan memboyong helikopter ringan untuk Indonesia.

Menariknya, Polly dengan ringan membantah bahwa telah membunuh Munir. “Ah itu nggak benar,” cetusnyanya sambil tertawa, seolah-olah masa hukuman yang telah dilaluinya selama ini adalah sebuah kesalahan.

Polly sebenarnya sudah bebas dari jeruji besi LP Sukamiskin sejak 2014, namun masih bersifat pembebasan bersyarat. Dia dijatuhi hukuman 14 tahun penjara pada 2006. Artinya, dia hanya berada di dalam penjara selama 8 tahun, dua tahun sisanya disunat dengan berbagai remisi.

Mantan pilot Garuda Indonesia ini divonis bersalah dengan tuduhan sebagai orang yang menaruh racun pada makanan Munir. Munir meninggal dunia dalam penerbangan Garuda berkode GA-974 dengan tujuan Amsterdam, dan transit di Singapura. Munir terbang ke Belanda untuk meneruskan S2 di Universitas Utrecht.

Postcomended   Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Mencurigakan #FacebookDown

Munir meninggal sekitar dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam, pagi hari tanggal 7 September 2004. Kepolisian Amsterdam sudah menduga sejak awal bahwa Munir diracun. Sebulan kemudian dengan izin pihak keluarga, Munir diotopsi. Hasilnya, ditemukan jejak racun arsenik di tubuh Munir.

Dalam film dokumenter yang diproduksi WatchDoc berjudul “Kiri Hijau Kanan Merah” pada 2009, terungkap fakta bahwa sebenarnya Munir bisa memilih penerbangan lain selain Garuda. Namun Munir yang idealis justru memilih Garuda dengan pertimbangan agar devisa tidak lari ke negara lain. Namun idealisme Munir malah “diganjar Garuda” dengan kematiannya.

Menanggapi pembebasan murni Polly, Suciwati merasa ini menyesakkan. “Sejak dia mendapatkan remisi dan bebas bersyarat, itu menjadi tanda tanya bagi keluarga, terutama aku sebagai istri,” ujarnya.

Suci menganggap Polly tak layak bebas lebih cepat. Suci yakin Polly bukan dalang pembunuhan, namun dia percaya (mantan) agen BIN ini merupakan bagian dari pembunuhan berencana terhadap Munir. Suci mengingatkan bahwa kasus pembunuhan Munir dipantau dunia internasional dan dianggap parameter penegakan HAM di Indonesia.

Postcomended   Kilauea Tak Berhenti Meletus Sejak 1983

Dokumen TPF Kasus Munir Hilang

Suciwati juga masih terus mendesak pemerintah memublikasikan temuan tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir yang dokumennya dikatakan pihak Kementerian Sekretariat Negara hilang.

Di sisi lain, para aktivis mendesak pemerintah membentuk TPF baru untuk menyelidiki siapa sebenarnya dalang pembunuhan Munir. Banyak yang menduga dia adalah “orang penting”, seperti yang dituduhkan dalam dokumen investigasi 2005 oleh TPH kasus pembunuhan yang disebut telah hilang.

September 2017 lalu, mantan anggota TPF kasus Munir, Tini Hadad, pernah mengaku kecewa atas respons pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak kunjung menindaklanjuti temuan TPF. Menurut dia, hingga kini tak ada pertanda kasus Munir akan kembali dibuka. Padahal saat kampanye, Jokowi mengatakan akan membuka kembali kasus Munir.

Menurut Tini, TPF telah mengumpulkan dan menyajikan data dengan serius dan hati-hati dengan sejumlah bukti yang kuat, di tengah banyaknya lembaga negara yang menolak bekerja sama dengan tim untuk membeberkan fakta seputar peristiwa pembunuhan.

Postcomended   Diboikot Coinbase, Wikileaks Serukan “Blokade Global” terhadap Broker Bitcoin Ini

Tini juga heran atas isu hilangnya dokumen TPF Munir. Padahal kata dia seharusnya temuan TPF itu aman dan bisa dibuka kepada publik. Munir diduga dibunuh karena selama ini dianggap kritis terhadap pemerintah dan militer.***umber)

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top