Gara-gara Insiden Air Panas, Penumpang Gugat Pihak Garuda ... Tribun Manado - Tribunnews.com Gara-gara Insiden Air Panas, Penumpang Gugat Pihak Garuda Indonesia Rp 11,25

Gara-gara Insiden Air Panas, Penumpang Gugat Pihak Garuda … Tribun Manado – Tribunnews.com Gara-gara Insiden Air Panas, Penumpang Gugat Pihak Garuda Indonesia Rp 11,25

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia digugat oleh salah satu penumpangnya, B.R.A. Koosmariam Djatikusumo. Koosmariam tersiram air panas ketika pramugari maskapai penerbangan pelat merah ini melayani makanan di pesawat. Siraman air panas ini menyebabkan bekas luka permanen. Gugatan telah terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

David Tobing kepada Tempo mengungkapkan, Kamis (12/4/2018), gugatan didaftarkan dengan No. 215 / PDT.G / 2018 / PN.JKT.PST tanggal 29 Desember 2017. Koosmariam mengajukan gugatan melalui pengacaranya, David Tobing, dengan kerusakan bertumpuk hingga Rp 1,2 miliar dan Rp 10 miliar untuk kerugian material dan kerugian immaterial.

David menjelaskan, kliennya harus menahan rasa sakit selama satu jam sebelum pesawat mendarat. Belum lagi jarak antara bandara dan rumah sakit juga mencapai satu jam perjalanan. “Di dalam pesawat, Koosmariam tidak mendapatkan obat dan perawatan yang tepat dari Garuda Indonesia,” kata David.

Postcomended   Idap Bipolar, Sinead O'Connor Unggah Video di Facebook, Mengatakan Sedang Bunuh Diri

Dilansir Tirto, akibat insiden itu, kulit bagian dada Koosmariam melepuh. Usai tiba di Banyuwangi, perempuan 69 tahun itu hanya mendapatkan penanganan awal untuk menetraliasi rasa sakit di rumah sakit. Setelah kembali ke Jakarta, dia melakukan operasi bedah agar kulitnya kembali seperti semula, tapi gagal.

Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia, Hengki Heriandono, mengatakan bahwa insiden itu tidak disengaja dan pramugari telah memberikan pertolongan pertama. “Segera setelah pesawat mendarat, petugas kami membawanya untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan perawatan di rumah sakit di Banyuwangi,” kata Hengki.

Menurut Hengki, Garuda Indonesia (GI) telah mengeluarkan permintaan maaf resmi, memfasilitasi dan menutup biaya perawatan di Jakarta. Namun, David mengakui dana itu tidak cukup untuk total penyembuhan pengobatan selama 1,5 bulan dan perusahaan belum menghubungi penumpang yang terluka tersebut.

Postcomended   Telegram, Aplikasi Terbaik dari Semua Aplikasi

Ini bukan kali pertama Garuda Indonesia digugat penumpang terkait pelayanannya. Melalui pengacara yang sama, David Tobing, Imran Yantahin pada 2013 menggugat GI karena tidak terima atas perlakuan sepihak yang memindahkannya dari kelas eksekutif ke ekonomi dalam penerbangan tujuan Jeddah-Jakarta.

Waktu itu Imran menuntut ganti rugi material sebesar 948,3 dolar AS dan immaterial sebesar Rp 100 juta. Ia juga menuntut permintaan maaf di dua media cetak nasional. Gugatan serupa juga pernah dilayangkan penumpang rute Yogyakarta-Jakarta, Sangun Ragahdo. GI memindahkannya dari kelas eksekutif ke kelas ekonomi. Atas kejadian tersebut, ia juga menuntut Garuda meminta maaf melalui media cetak dengan ukuran 5 kolom x 30 cm. (***/tempo/tirto/kontan)

Share the knowledge