TechSpot

Sesuai dengan janji kampanye Presiden Emanuel Macron, Prancis telah melarang siswa-siswanya membawa gawai ke sekolah. Mereka harus meninggalkan smartphone-nya dan perangkat pintar mereka lainnya di rumah atau dimatikan ketika mereka di sekolah. Aturan ini akan mulai diterapkan September 2018.

Larangan yang disahkan oleh anggota parlemen pada Senin (30/7/2018) ini berlaku untuk anak-anak sekolah antara 3-15 tahun. Sedangkan untuk sekolah menengah atau lycées, dengan siswa 15 dan lebih tua, akan dapat memilih apakah akan mengadopsi larangan gawai ini untuk murid mereka.

“Kami tahu hari ini bahwa ada fenomena kecanduan layar, fenomena penggunaan ponsel yang buruk. Peran utama kami adalah untuk melindungi anak-anak dan remaja. Ini adalah peran mendasar dari pendidikan, dan undang-undang ini memungkinkan,” kata Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer di saluran berita Prancis BFMTV.

Undang-undang ini disahkan setelah melalui pemungutan suara 62 berbanding satu, yang didukung oleh anggota partai Macron sentris La République en Marche. Beberapa anggota parlemen dari kanan dan kiri abstain, mengklaim bahwa undang-undang ini tidak akan banyak pengaruhnya.

Postcomended   Indonesia Ingin Manfaatkan Ekosistem Alibaba untuk Ekspansi Ekspor

“Ini bukan hukum abad ke-21 di mata kami, tetapi hukum dari era saluran berita dan debat biner,” kata Alexis Corbière, deputi dari partai Perancis sayap kiri Unbowed dan mantan guru. “Kenyataannya, larangan itu telah dibuat,” tambahnya, mengacu pada undang-undang 2010. “Saya tidak tahu seorang guru di negara ini yang memungkinkan penggunaan telepon di kelas.”

Sebuah undang-undang yang disetujui pada 2010 melarang penggunaan ponsel pintar “selama kegiatan belajar mengajar”. Undang-undang baru membuat pengecualian untuk siswa cacat, selama kegiatan ekstrakurikuler dan untuk “penggunaan pedagogis”.

Penyakit Masyarakat

Presiden Prancis Emmanuel Macron pernah berjanji akan melarang penggunaan telepon seluler di sekolah, yang disampaikan selama berkampanye pada musim semi 2017. Enam bulan setelah memenangi pemilu Prancis, ia dan pemerintahannya mencoba menerapkan langkah baru dalam dunia pendidikan, salah satunya menyambut tahun ajaran bulan September 2018.

Postcomended   Pentagon Beri Cap "Jangan Beli" Pada Software Asal Rusia dan Cina

Sebenarnya, hukum di Prancis telah lama melarang murid sekolah menggunakan ponselnya di kelas. Namun, larangan ini tak berlaku ketika mereka istirahat, makan siang, dan jam kosong.
Blanquer mengatakan, pengetatan dilakukan untuk mengatasi “penyakit masyarakat”. Ia pribadi berpendapat bahwa anak-anak — terlebih mereka yang masih di bawah umur — tak boleh terlalu sering atau bahkan tak boleh sama sekali menatap layar ponsel sebelum usia tujuh tahun.

Pelarangan Smartphone Memicu Siswa Lebih Aktif

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan oleh Center for Economic Performance di London School of Economics menemukan, pelarangan penggunaan ponsel di sekolah memicu siswa lebih aktif dan produktif. Nilai ujian mereka pun 7 persen lebih tinggi ketimbang sebelumnya.

Jumlah anak-anak yang memiliki ponsel telah meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Menurut sebuah studi tahun 2015 dari French Research Institute for the Monitoring of Living Standards, 8 dari 10 remaja di Prancis telah menggenggam sebuah smartphone. Adapun pada 2011, hanya ada 2 dari 10 remaja yang memakai ponsel pintar.(***/CNN/ABC)

Postcomended   Nama-nama Wisatawan Ruang Angkasa SpaceX, Bakal Segera Diumumkan

 

Share the knowledge