Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia ke Amerika (sumber : Agribisnis.com)

Terompet perang dagang Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terdengar juga sampai Indonesia. Trump dikatakan akan mencabut sejumlah perlakuan khusus yang saat ini diberikan kepada Indonesia. Trump juga menganggap volume ekspor dan impor Indonesia-AS, tidak seimbang.Informasi ini dikabarkan Kepala tim ahli Wakil Presiden Jusuf Kalla, Sofjan Wanandi. Sofyan mengatakan, Trump telah memperingatkan Indonesia mengenai hubungan perdagangan kedua negara.

“Trump telah memberi kami peringatan karena (ekspor) kami mengalami surplus. Ia ingin mencabut sejumlah perlakuan khusus yang kami miliki, terutama di sektor tekstil,” kata Sofjan, Kamis (5/7/2018), seperti dilaporkan CNBC Indonesia, dan diteruskan laman Idnfinancial.

Sepanjang 2017, Indonesia menikmati surplus 9,59 miliar dollar AS atau setara Rp 134 triliun. “Saya pergi ke AS baru-baru ini, dan tidak ada yang tahu apa yang diinginkan Trump,” kata Sofjan.
Ekonomi AS, sebut Sofjan, telah tumbuh tajam 3,4%, dan akan tumbuh 3,8% di masa depan. “Karena ekonomi yang sedang booming tidak ada yang menentang apa yang dia lakukan. Partai Republik 90% di belakangnya,” kata Sofjan.

Postcomended   Indra Piliang Nyabu Buat Meresapi Rasanya Jadi Pemakai

“Dia sudah kasih kita warning bahwa ekspor kita lebih banyak kepada dia dan kita harus bicara pada dia mengenai beberapa aturan-aturan di mana dia memiliki special tariff placement yang dia mau cabut, terutama di bidang tekstil dan lain-lain,” kata Sofjan di hadapan pengurus Apindo, Kamis.

Sofjan sempat bertanya langsung kepada sejumlah orang hingga pimpinan di AS a ketika belum lama ini berada di sana. Dari hasil perbincangannya, bahkan orang di Amerika sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan Trump ke depan sehingga mereka juga diliputi dengan ketidakpastian.

Meski merasakan ketidakpastian, warga di Amerika tidak terlalu memperhitungkan hal tersebut karena ekonomi di sana sedang tumbuh pesat. Hal itu sangat terasa ketika Sofjan berkunjung ke sana, bahkan dari kegiatan ekonomi di jalan yang terlihat secara kasat mata.

Postcomended   Kopi dan Budaya Diskusi Kita

“Di Amerika saat ini mal-mal penuh, restoran penuh. Tingkat penganggurannya juga paling kecil,” ujar Sofjan.

Surplus Ekspor Indonesia ke AS
Neraca perdagangan Indonesia ke AS mengalami surplus dalam dua tahun ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) seperti dilaporkan laman Detikfinance, menyebutkan, pada 2016 surplus sebesar 8,47 miliar dolar AS, sedangkan 2017 surplus 9,44 miliar dolar AS. Kondisi itu disumbang total ekspor non migas sebesar 15,68 miliar dolar AS pada 2016, dan 17,14 miliar dolar AS pada 2017.

Produk yang dieskpor ke AS tersebut antara lain pakaian dan aksesori pakaian, karet dan barang turunannya, ikan dan krustasea, moluska serta invertebrata air. Alas kaki dan pelindung kaki, mesin dan perlengkapan elektris serta alat perekam, kopi, teh, mate, dan rempah lainnya.(***/idnfinancial/kompas/detikfinance)

Share the knowledge