Internasional

Presiden Mesir yang Dikudeta pada 2013, Pingsan di Pengadilan lalu Meninggal

Share the knowledge

Muhammad Mursi (alm). Presiden Mesir terguling 2013 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=kVS5BEcmA-k)

Muhammad Mursi (alm). Presiden Mesir terguling 2013 (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=kVS5BEcmA-k)

Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi, pingsan dan meninggal di pengadilan Kairo, Senin (17/6/2019), sesaat setelah membuat pernyataan akhir dalam persidangan atas tuduhan spionase. Mursi adalah presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, namun dikudeta oleh militer Mesir pimpinan Abdel Fattah el-Sisi pada 2013.

Kantor kejaksaan umum Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan, Mursi (67) baru saja dibawa kembali ke ruang kaca kedap suara di dalam ruang sidang ketika dia jatuh pingsan. “Dia berbicara 7 menit sebelum sesi persidangan ditunda,” kata pengacara Mursi, Abdel Munim Abdel Maksud kepada CNN.

“Semenit kemudian, kami melihat keributan di kotak kaca pengadilan, kami bisa mendengar para terdakwa berteriak, Dr. Mursi telah jatuh,” kata Abdel Maksud, yang juga pengacara utama untuk gerakan Ikhwanul Muslimin (IM/Muslim Brotherhood) yang dilarang oleh Mesir. Mursi sendiri dikenal sebagai tokoh IM.

Mursi telah menutup pernyataan terakhirnya dengan mengutip sebuah sajak yang berbunyi, “Negaraku sangat berharga bahkan jika itu menindas saya dan rakyat saya yang terhormat, bahkan jika mereka tidak adil terhadap saya,” kata Abdel Maksud.

Laman al-Ahram, media milik pemerintah Mesir, melaporkan, mantan presiden tersebut mengalami serangan jantung. Dia dinyatakan meninggal setelah tiba di rumah sakit pada pukul 4:50 malam waktu Mesir, kantor kejaksaan mengatakan. Tidak ada luka nyata yang ditemukan di tubuhnya, tambahnya.

Melalui laman Facebook-nya, Selasa (18/6/2019), istri Mursi, Naglaa Mahmud,mengatakan, Mursi dimakamkan di Nasr City, sebuah distrik di Kairo timur, bersama dengan tokoh senior IM lainnya. Otoritas Mesir kata Mahmud, melarang kerabatnya mengubur jenazah Mursi di kampung halamannya, Sharqiya. Namun anggota keluarga diizinkan menghadiri pemakaman.

Dikutip dari laman CNN, menurut hukum Islam dan tradisi Mesir, almarhum harus dikubur sesegera mungkin. Upacara pemakaman Muslim biasanya dilakukan pada hari itu juga atau dalam 24 jam setelah kematian.

Postcomended   23 Oktober dalam Sejarah: "Ya Tuhan Ada Hidung!" Menandai Keberhasilan Operasi Plastik Pertama

Jebolan California

Sebagai seorang Islamis keras yang dididik di California, Amerika Serikat (AS), Mursi terpilih sebagai presiden pada Juni 2012 setelah pemberontakan “Arab Spring” pada 2011 yang menggulingkan rezim lama, Husni Mubarak.

Sebagai anggota senior IM, Mursi telah berkampanye untuk menarik khalayak seluas mungkin. Tapi, selama tahun berkuasa, kritikus mengatakan dia menjadi pemimpin otoriter yang dipaksa melalui agenda konservatif.

Pada 2013, Mursi dan sayap politik gerakan IM digulingkan melalui kudeta militer. Rezim militer, yang mengangkat el-Sisi sebagai presiden, lalu melarang IM bahkan kemudian dinyatakan sebagai organisasi teroris.

IM adalah kelompok agama dan politik yang didirikan atas dasar kepercayaan bahwa Islam bukan sekadar agama, tetapi cara hidup. Kelompok advokasi ini menjauh dari sekularisme dan kembali ke aturan Al-Quran yang dianggap mereka sebagai dasar keluarga, komunitas, dan negara yang sehat.

IM memiliki cabang di 70 negara, tetapi tidak semua cabang beroperasi dengan identitas yang sama. Di Mesir, kelompok ini telah menjadi bagian dari panggung politik selama lebih dari 80 tahun. Gerakan ini secara resmi menolak penggunaan cara-cara kekerasan untuk mengamankan tujuannya.

Namun, cabang dari kelompok itu telah dikaitkan dengan serangan di masa lalu, dan kritikus menyalahkan IM  sebagai pemicu masalah di tempat lain di Timur Tengah. Pada Agustus 2013, sekitar 1.000 orang Mesir –banyak dari mereka pendukung Mursi– terbunuh dalam protes melawan pemerintah militer.

Sempat Dijatuhi Hukuman Mati

Menurut media pemerintah, setelah pemecatannya, Mursi diadili secara massal bersama Mohamed Badie –pemimpin spiritual IM– serta lebih dari 100 orang yang diduga anggota kelompok terlarang itu.

Postcomended   Paperless dan Penghijauan, Relevankah?

Pada 2015, dia dijatuhi hukuman mati dan hidup di penjara dengan tuduhan spionase setelah dinyatakan bersalah berkonspirasi dengan kelompok Palestina, Hamas; Garda Revolusi, Iran; dan organisasi asing lainnya. Kedua vonis tersebut dikritik secara luas sebagai sok politik.

Mursi juga dijatuhi hukuman penjara 25 tahun karena (dituduh) membocorkan rahasia negara ke Qatar, dan telah menerima hukuman 15 tahun tambahan untuk dakwaan lain yang lebih rendah. Pada 2016, hukuman mati dan hukuman seumur hidup Mursi dibatalkan.

Ditahan di Sel Isolasi Sebelum Kematiannya

Abdel Maksud mengatakan, Mursi tidak diizinkan menemui pengacaranya atau berkomunikasi dengan dunia luar atau keluarganya, dan dia telah ditahan di sel isolasi sebelum kematiannya. Putra Mursi, Abdullah, mengatakan, keluarga ditolak mengunjunginya. “Keluarga hanya dapat melihatnya tiga kali sejak 2013,” kata Abdullah kepada CNN.

Tahun lalu, dalam sebuah laporan dari panel yang ditugaskan oleh keluarga Mursi dan terdiri dari anggota Parlemen Inggris mengatakan, kondisi penahanannya “akan merupakan perlakuan yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat” dan “dapat memenuhi ambang penyiksaan sesuai (dengan)) Hukum Mesir dan Internasional.

“Panel menulis bahwa Mursi menerima perawatan medis yang tidak memadai yang kemungkinan menyebabkan kematian dininya.” Senin, Human Rights Watch (HRW) menyebut kematian Mursi sepenuhnya dapat diprediksi;  menuduh pemerintah gagal memberinya perawatan medis yang memadai saat dia berada di penjara.

Organisasi HAM internasional, Amnesty International, menyebutkan dalam cuitan di akun Twitter, bahwa penyelidikan atas kematian Mursi dan kondisi penahanannya merupakan “persyaratan mendesak” mengutip rekam jejak Mesir yang terbukti menahan tahanan dalam kurungan isolasi untuk waktu lama dan dalam kondisi yang keras.

IM: Mursi Dibunuh Pelan-pelan

Dalam sebuah pernyataan, Senin, IM mengatakan pihaknya menyebutkan, Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, dan rezimnya bertanggung jawab secara politik dan kriminal atas pembunuhan presiden sah yang terpilih, dan menuntut peninjauan independen terhadap kematian Mursi.

Postcomended   Facebook Hapus Akun Britain First, Kelompok Anti-Muslim di Inggris #FacebookDown

Kelompok itu menyerukan demonstrasi di luar kedutaan besar Mesir di seluruh dunia pada pukul 10 malam. Media pemerintah, Al-Ahram, melaporkan, Senin, Mursi secara teratur diperiksa oleh dokter dan dirawat sesuai dengan hukum saat ditahan. Namun IM menuding otoritas Mesir “sengaja membunuhnya pelan-pelan”.

Partai Kebebasan dan Keadilan yang merupakan sayap politik IM dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, mengatakan, Mursi ditempatkan di balik kerangkeng kaca (selama persidangan). Tak ada yang bisa mendengar dia atau tahu apa yang terjadi padanya.

“Dia tidak menerima satu kunjungan pun selama berbulan-bulan atau hampir setahun. Dia sebelumnya mengeluhkan bahwa dia tidak mendapatkan obat-obatannya. Ini adalah pembunuhan terencana. Ini adalah kematian secara perlahan,” sebut IM.

IM juga menyebut bahwa Mursi diberi makanan yang menjijikkan selama penahanannya. “Mereka tidak memberikan dia hak-hak asasi manusia yang paling dasar.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top