PricewaterhouseCoopers sampai Restrukturisasi era Covid-19

PricewaterhouseCoopers sampai Restrukturisasi era Covid-19

Ekonomi Trending Berita hari ini
Share the knowledge

pabri.id – Pusat Advokasi Bisnis dan Restrukturisasi Indonesia,
pengacara restrukturisasi, pengacara utang piutang, kurator restrukturisasi
Ivan Garda 08170011973

Meskipun waktu yang dibutuhkan cukup lama, namun ekonomi dunia diprediksi akan mulai mencapai ekulibrium baru. Ketika negara-negara maju mulai jenuh, negara-negara yang selama ini disebut negara berkembang atau pun negara dunia ketiga, akan mulai mengambil alih pertumbuhan. Hitung-hitungan ini pernah dihelat PricewaterhouseCoopers (PwC), satu lembaga auditor kelas dunia.

Tapi melaporkan negara berkembang akan mulai mendominasi peringkat ekonomi utama dunia pada 2030. Hal yang menggembirakan, dalam jajaran 21 negara ekonomi terkuat, Indonesia berada di peringkat ke-5.

PwC melihat bahwa pasar negara berkembang, seperti India dan Brasil, termasuk Indonesia akan semakin menantang dominasi Amerika Serikat dan China, sementara yang lainnya tertinggal.

Laporan tersebut menempatkan negara-negara dengan memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) global mereka, dan purchasing power parity (PPP). Di mana PPP merupakan model yang menggambarkan daya beli terhadap nilai dari mata uang tertentu.

Menurut badan profesional ICAS pada tahun lalu, Asia akan tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia secara keseluruhan, dengan Indonesia berada di jalur ekonomi USD16 triliun dunia. Hal ini menarik perhatian di luar pusat ekonomi tradisional Asia, China dan India.

Berikut daftar 21 negara ekonomi paling kuat di dunia pada 2030 yang diproyeksikan PwC:

21. Nigeria – USD1.794 triliun
20. Pakistan – USD1,868 triliun
19. Mesir – USD2,049 triliun
18. Kanada – USD2,141 triliun
17. Spanyol – USD2.159 triliun
16. Iran – USD2.354 triliun
15. Italia – USD2,541 triliun
14. Korea Selatan – USD2,651 triliun
13. Arab Saudi – USD2.755 triliun
12. Turki – USD2,996 triliun
11. Prancis – USD3,377 triliun
10. Inggris – USD3.638 triliun
9. Meksiko – USD3,661 triliun
8. Brasil – USD4,439 triliun
7. Jerman – USD4,707 triliun
6. Rusia – USD4.736 triliun
5. INDONESIA – USD5.424 triliun
4. Jepang – USD5.606 triliun
3. India – USD19,511 triliun
2. Amerika Serikat – USD23,475 triliun
1. China – USD38.008 triliun

Postcomended   Pemerintah Cina Sebar Toliet Canggih Berpengenal Wajah di Seluruh Negeri

Catatan: Semua angka yang disebutkan di atas dalam dolar AS dan dengan nilai konstan (untuk referensi, PPP AS saat ini dalah USD18,569 triliun)

Laporan terakhir yang disusun PwC memperkirakan bahwa PDB yang diukur berdasarkan paritas daya beli (PPP) adalah sebagai berikut:

  • Perekonomian dunia akan berlipat ganda pada tahun 2042
  • China mengalahkan AS sebagai negara dengan perekonomian terbesar berdasarkan PDB yang diukur dari angka PPP, dan terbesar jika diukur dari nilai kurs pasar sebelum tahun 2030
  • India dapat mengalahkan AS pada tahun 2050 di peringkat ke-2 dan Indonesia diperkirakan dapat naik ke peringkat ke-4 pada tahun 2050 dengan mengalahkan negara-negara ekonomi maju seperti Jepang dan Jerman.
  • Pada tahun 2050, enam dari tujuh negara ekonomi terbesar di dunia kemungkinan terdiri dari negara ekonomi berkembang.

tetapi sorotan pastinya akan tertuju pada pasar negara ekonomi berkembang yang menjadi pusat perhatian. Pada tahun 2050, Indonesia dan Meksiko diperkirakan akan meraih pencapaian yang lebih besar dari pada Jepang, Jerman, Inggris atau Prancis, sementara Turki mungkin dapat mengalahkan Italia. Dilihat dari tingkat pertumbuhan, Vietnam, India, dan Bangladesh mungkin akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat hingga tahun 2050, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar kira-kira 5% per tahun sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 1, yang juga menunjukkan hubungan antara pertumbuhan dengan jumlah penduduk dan PDB per kapita.

Postcomended   Negara Kecil Miskin Ini Akan Menjadi Paling Cashless di Muka Bumi

PricewaterhouseCoopers (PwC) sebagai salah satu dari empat penyedia jasa auditor besar di dunia merilis sebuah riset tentang outlook perekonomian dengan tema “The Long View, How will the global economic order change by 2050?”. Mengutip riset IMF, posisi perekonomian Indonesia tahun 2016 berada di peringkat 8 dengan total produk domestik bruto (GDP) US$3028 miliar. Dalam hal ini, PwC memproyeksikan perekonomian dunia baik di tahun 2030 & 2050.

John Hawksworth, Chief Economist PwC, mengatakan dalam video singkat bagaimana Indonesia akan berada di peringkat 5 di tahun 2030 dengan estimasi nilai GDP US$5.424 miliar dan naik menjadi di peringkat 4 di tahun 2050 dengan estimasi nilai GDP US$10.502 miliar berdasarkan nilai GDP dengan metode perhitungan Purchasing Power Parity (PPP). Posisi tersebut akan menjadikan Indonesia dengan perekonomian big emerging market mengingat posisi Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terkuat di Asia Tenggara.

Qerja.com Profil PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory PT | Qerja Images may be subject to copyright. Learn More Related images
Qerja.com Profil PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory PT | Qerja Images may be subject to copyright. Learn More Related images

Dalam risetnya, PwC mengatakan bahwa ada 32 negara yang akan menggambarkan 85 persen total GDP dunia. Selain menggunakan metode pendekatan paritas daya beli, dalam memproyeksikan nilai GDP, PwC juga turut memperhitungkan variabel pergeseran demografi, tingkat pendidikan, dan modal investasi yang akan masuk ke negara-negara di bawah ini sehingga akan mendapat nilai proyeksi GDP tersebut.

Pergeseran rutinitas dan kebiasaan masyarakat selama masa pembatasan jarak (physical distancing) juga memengaruhi strategi para pelaku marketplace online di dalam negeri. Tokopedia, misalnya, sekarang sudah enggak lagi menyelenggarakan promo Ramadan Ekstra yang dulu rutin digelar tiap tahun.

Postcomended   Apple Membatalkan Besar-besaran Spesifikasi iPhone 8 yang Kadung Beredar

Lain Tokopedia, lain pula Shopee. Marketplace online dari Singapura itu sudah menyiapkan sederet promo bertema Ramadan, lengkap dengan program gamifikasi untuk melibatkan pengguna lebih erat hingga menjelang pandemik covid-19 berakhir

Teman-teman pengusaha
Bencana ekonomi Covid19 harus dihadapi dengan restrukturisasi kewajiban2 anda untuk meringankan beban perusahaan.

Jangan sampai salah langkah sehingga rekan2 pengusaha semakin terperosok.

Target kami perusahaan anda bertahan dan pada saatnya bisa berkembang kembali.

Kami akan mengurus dan mengupayakan melalui metode hukum agar anda terlepas dari lilitan kewajiban termasuk dalam situasi kredit macet, aset tersita atau bahkan aset anda akan dilelang.

Untuk itu silahkan menghubungi kami Pusat Advokasi Bisnis dan Restrukturisasi Indonesia beralamat Cilandak Apartemen, Office and Sport Centre R.105 (Area Cilandak Town Square-Citos) Jalan TB Simatupang – Jakarta Selatan

 


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work