https://pbs.twimg.com/media/CSmID_DWoAA2-fo.jpg

Produsen mobil Cina, Zhejiang Geely Holding Group, akan segera memiliki “mobil terbang” dalam portofolionya. Perusahaan tersebut mengatakan, Senin (13/11/2017), pihaknya telah menyetujui pembelian perusahaan perintis (start-up) Amerika Serikat (AS), Terrafugia, pembuat mobil terbang pertama di dunia yang akan diluncurkan pada 2019. Aksi ini mendorong saham-saham yang terdaftar di Hong Kong di anak perusahaan Geely ke level tertinggi sepanjang masa.

Terrafugia didirikan oleh lulusan Institut Teknologi Massachusetts (MIT) pada 2006. Start-up ini memiliki sekitar 100 insinyur, dan baru-baru ini melipatgandakan hingga tiga kali lipat untuk mengantisipasi suntikan dana dari Geely.

Situs Nikkey melaporkan, meskipun perusahaan akan berada di bawah sayap Cina, ia akan mempertahankan otonomi atas kemampuan penelitian dan pengembangan utamanya dan fasilitas produksi, sambil berusaha untuk bersinergi dengan Geely dalam mempercepat pembangunan.

Terlepas dari model mobil terbang 2019, perusahaan juga mengerjakan proyek yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal yang diharapkan sudah bisa diluncurkan pada 2023.

Postcomended   Kapolri Minta Barang Bukti Sabu Satu Ton Dijaga Ketat

Tagihan harga akuisisi belum diungkapkan, namun Geely akan mengakuisisi semua saham Terrafugia yang beredar dan menunjuk tiga anggota dewan termasuk Nathan Yu Ning, wakil presiden bisnis internasionalnya. Chris Jaran, mantan Direktur Utama Bell Helicopter Cina, juga ditunjuk sebagai anggota dewan dan akan mengambil alih jabatan sebagai CEO.

Kesepakatan tersebut telah mendapat persetujuan dari semua regulator termasuk Komite Penanaman Modal Asing di AS, CIFIUS. “Kami memulai Terrafugia dengan visi untuk mengubah masa depan transportasi dengan mobil terbang praktis yang memungkinkan dimensi baru kebebasan pribadi,” kata Carl Dietrich, pendiri Terrafugia, dalam sebuah pernyataan.

“Sekarang sebagai bagian dari Geely Holding Group, saya yakin bahwa kita dapat mencapai visi tersebut beserta kesuksesan komersialnya, dengan memanfaatkan sinergi global bersama kelompok tersebut,” ujar Dietrich.

Dia mengaku akan tetap berada di perusahaan sebagai kepala divisi teknologi; satu posisi yang baru dibuat setelah Terrafugia diakuisisi Geely. Li Shufu, pendiri dan ketua Zhejiang Geely Holding percaya bahwa “Terrafugia diposisikan secara ideal untuk mengubah mobilitas sebagaimana kami memahaminya, dan mengabarkan sebuah perkembangan industri baru.”

Postcomended   Bangun Pangkalan, Cina Semakin Menancapkan Kuku di Afrika

Dia juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa investasi tersebut mencerminkan kepercayaan bersaman dalam visi mereka dan komitmen untuk memperluas dukungan penuh kepada Terrafugia. Dia juga berharap dapat memanfaatkan sinergi yang disediakan oleh divisi internasional dan rekam jejak inovasi Geely, untuk membuat mobil terbang menjadi kenyataan.

Pasar saham merespon positif berita tersebut. Saham Geely Automobile Holdings, anak perusahaan inti Hong Kong yang terdaftar di Cina ini, melonjak ke posisi tertinggi sepanjang masa di 28,4 dolar Hong Kong, segera setelah pengumuman pada Selasa (13/11). Harga saham ditutup hari itudi 28,2 dolar Hong Kong atau 6,4% lebih tinggi dari Senin.

Francis Kwok Sze-chi, Direktur Utama Freeman Securities di Hong Kong, mengatakan kepada NQN: “Permintaan untuk ‘mobil terbang’ menjanjikan di Cina dimana kemacetan lalu lintas adalah sakit kepala kronis.”

Zhejiang Geely Holding Group adalah satu dari beberapa produsen mobil yang tersisa di Cina yang didirikan pada1986. Berkantor pusat di Hangzhou, bersama dengan Alibaba Group Holding, perusahaan mobil Cina ini mendapat ketenaran di seluruh dunia setelah mengakuisisi Volvo Car pada 2010. Geely Auto berencana memasuki AS pada awal 2018 dengan merek “LYNK & CO” yang baru diluncurkan.***

Share the knowledge