Politik

PRT Asal Indonesia Diiklankan oleh Pasar Online Singapura

http://itookuciwawa.blogspot.com/2014/02/warga-singapura-tak-persoalkan-kapal.html

http://itookuciwawa.blogspot.com/2014/02/warga-singapura-tak-persoalkan-kapal.html

Iklan online di Singapura yang menawarkan pelayan (PRT) Indonesia di pasar online, Carousell, dikutuk, Rabu (19/9/2018), sebagai “tidak adil dan merendahkan”. Laporan ini dengan cepat menarik kecaman dari kelompok-kelompok hak asasi manusia. Media asing menyebut ketegangan antar dua negara bertetangga ini atas isu pembantu rumah tangga, jarang terjadi.

SCMP dalam laporannya menyebutkan, Singapura adalah rumah bagi hampir 250.000 pembantu rumah tangga, sebagian besar dari bagian miskin Indonesia atau Filipina, yang menuju ke sana untuk mendapatkan gaji lebih tinggi.

Sementara Indonesia secara teratur protes tentang pelecehan dan eksploitasi pembantu di Malaysia dan Timur Tengah, keluhan tentang pelayan asing di Singapura yang diatur ketat, kurang umum.

Postcomended   24 September dalam Sejarah: Presiden Iran Sampaikan Pidato Kontroversial di Universitas Columbia

Iklan dengan nama pengguna “maid.recruitment” ini dilaporkan menawarkan pelayanan dari beberapa pembantu asal Indonesia, sementara beberapa iklan menunjukkan pelayan telah “terjual”.
Tulisan di situs e-commerce, yang beroperasi di beberapa negara Asia dan menggambarkan dirinya sebagai “a simple way to sell the clutter in your life”, kini telah dihapus.

Wahyu Susilo, direktur eksekutif LSM Indonesia Migrant Care, mengatakan, kelompok “sangat mengutuk” iklan dan menyerukan agar orang-orang di belakang mereka dibawa ke pengadilan.
“Ini sangat tidak adil dan merendahkan martabat pekerja migran,” katanya.

Kementerian perburuhan Singapura mengatakan bahwa mereka mengetahui kasus-kasus di mana para pembantu rumah tangga “dipasarkan secara tidak tepat” di Carousell yang bermarkas di Singapura, namun mereka melihat iklan telah dihapus dan akan meluncurkan penyelidikan.

Postcomended   1D ZIARAH JAKARTA-BANTEN

“(pekerja rumah tangga asing) yang bagaikan komoditas tidak dapat diterima dan merupakan pelanggaran di bawah hukum setempat,” kata pernyataan dari kementerian. Agen-agen tenaga kerja yang dinyatakan bersalah atas praktik-praktik semacam itu akan dicabut atau ditangguhkan perizinannya, katanya.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top