Neymar Rp 3,5 Triliun, PSG Raup Rp 15,6 Miliar Sehari Detik Finance780 × 439Search by image Beli Neymar Rp 3,5 Triliun, PSG Raup Rp 15,6 Miliar Sehari

Neymar Rp 3,5 Triliun, PSG Raup Rp 15,6 Miliar Sehari Detik Finance780 × 439Search by image Beli Neymar Rp 3,5 Triliun, PSG Raup Rp 15,6 Miliar Sehari

Klub sepak bola Paris Saint Germain (PSG), meraup untung hingga 1 juta euro, atau setara Rp 16 miliar, hanya dari penjualan hari pertama jersey Neymar, pada Jumat 4 Agustus 2017. Demikian dilansir Reuters.

Ini menyusul hijrahnya pemain gelandang serang Barcelona itu, ke PSG.

Pada hari pertama penjualan, jersey Neymar yang bernomor punggung 10 sudah habis terjual sebanyak 10 ribu lembar di gerai PSG di Paris. Dilansir The Sun, Jersey eks pemain Santos tersebut dijual 100 euro, atau Rp1,6 juta per lembarnya.

Banyaknya suporter PSG yang ingin membeli jersey Neymar, membuat pihak toko hanya memperbolehkan satu orang membeli satu.

PSG diduga bisa balik modal hanya dari penjualan jersey pada pertengahan Maret 2018, dengan catatan, PSG mempertahankan level sama hingga Maret 2018.

Postcomended   Aktor Nicholas Saputra Menghadang Pemotor yang Naik ke Trotoar

Perolehan PSG dari penjualan jersey ini seharusnya layak jika melihat nilai transfer Neymar yang mencapai 222 juta euro atau setara Rp 3,5 triliun. Nilai ini memecahkan rekor yang dicetak Paul Pogba saat dibeli Manchester United dari Juventus dengan transfer 105 juta euro atau Rp 1,6 triliun.

“Eksploitasi” Neymar lewat jersey-nya ini juga sejalan dengan PSG yang kabarnya akan menggaji Neymar sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 472 miliar) per tahun setelah dipotong pajak.

Jika gaji itu deal, pesepakbola asal Brasil ini akan mendapatkan 3.424 euro (sekitar Rp 54 juta) per jam selama bermain di klub Les Parisiens ini.

Penjualan jersey pesepakbola sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi atau bahkan diversidikasi bisnis klub sepakbola dunia.

Ambil contoh kasus Paul Pogba dan Manchester United (MU). Segala aspek dieksploitasi untuk menjadi uang, baik dari tiket, para sponsor, maupun merchandise seperti jersey, jaket, handuk, atau mug.

Postcomended   Kali Temi Kini Super Bersih Bagai Cheonggyecheon-nya Lumajang

Pemasukan di luar dari olahraganya ini misalnya awal musim lalu (2015-2016) MU mengucapkan selamat tinggal pada Nike untuk satu kontrak senilai 750 juta pounsterling dengan Adidas. Dari “bisnis” sampingan ini, MU akan menerima 10-15 persennya yakni 75 juta poundsterling per musim per tahun. Nilai itu diterima hanya dengan modal memberi izin Adidas “mengeksploitasi” simbol-simbol saja.

Taktik MU merekrut Pogba yang sempat menjadi transfer pemain termahal sebelum dipecahkan Neymar, bahkan memberi keuntungan berlipat dari industrialisasi apparel-nya, pasalnya Pogba adalah atlet yang sejak awal sudah disponsori Adidas.

Perekrutan pemain Asia, juga menjadi taktik klub-klub sepakbola Eropa melebarkan pasar penjualan apparel-nya. Bagaimanapun, industrialisasi merchandise menjadi salah satu pemasukan yang cukup menjanjikan bagi klub aepakbola.

Postcomended   Paolo Maldini Ucapkan Selamat Kepada George Weah Sebagai Presiden Liberia

Kendati tak menutupi nilai transfer, jersey Pogba disebut telah menyumbang keuangan hingga 50 juta pound bagi MU. Ini belum termasuk pemasukan dari tiket, sponsor, dll. (diolah dari analisis Zakky BM di https://www.fourfourtwo.com/id/features/benarkah-penjualan-jersey-berpengaruh-pada-penghasilan-klub-klub-eropa).***(ra)