Puan Maharani diterima Kim Young Nam di sebuah ballroom di Pyongyang (foto: KCNA via Reuters)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Puan Maharani, dalam foto yang dirilis Selasa (31/7/2018) oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara, KCNA, tampak berada dalam ruangan besar sejenis ballroom, sedang berbicara dengan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Kim Young Nam. Ada keperluan apa Puan berada di negara kontroversial ini?

Seperti dilaporkan Reuters, Indonesia rupanya sedang mengundang pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, untuk menghadiri upacara pembukaan Asian Games di Jakarta, Agustus ini. Keberangkatan Puan ke kawasan Korea sekaligus menyampaikan undangan serupa kepada Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in, kata para pejabat.

Korea Utara dan Korea Selatan cenderung akan menjadi fokus perhatian Asian Games terutama di tengah keraguan baru-baru ini tentang janji Kim untuk bekerja menuju denuklirisasi yang disampaikan selama pertemuan puncak dengan Presiden AS, Donald Trump, di Singapura pada Juni silam.

Postcomended   Ibukota RI Tak Akan Lagi di Pulau Jawa

Para menteri dari kedua Korea sepakat pada bulan April untuk mendorong delegasi terpadu dari kedua negara untuk berparade bersama dalam upacara pembukaan Asian Games, yang akan dipentaskan pada Agustus dan September 2018.

“Alasan utama kami datang (ke Pyongyang) adalah untuk menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Korea Utara untuk menghadiri Upacara Pembukaan Asian Games pada 18 Agustus,” kata Puan dalam rilis yang dikeluarkan oleh Polisi Nasional. Puan juga membahas hubungan Korea Utara dan Korea Selatan selama kunjungan, serta masalah regional dan kinerja polisi Indonesia dalam melawan militansi.

Kunjungan ke Pyongyang ini mengikuti pengiriman undangan serupa ke Seoul pekan lalu.
Presiden Moon disebut akan mempertimbangkan untuk menghadirinya,” ujar Juru Bicara Blue House, Kim Eui-kyeom, dalam sebuah pernyataan email.

Postcomended   Bakal Ada Gayus-Gayus Lainnya Lagi yang Tertangkap

Presiden Joko Widodo pada April 2018 menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi antara Korea Utara dan Korea Selatan, setelah bertemu dengan para duta besar dari kedua Korea. Kedua negara itu berbaris di bawah bendera yang bersatu pada upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade Musim Dingin Februari di Pyeongchang.

Asian Games, yang diselenggarakan bersama di dua kota, Jakarta dan Palembang, diharapkan akan melihat penyatuan lebih lanjut dari kemitraan tersebut. Wakil kepala Kepolisian Nasional, Syafruddin, di antara delegasi Indonesia di Pyongyang, mengatakan, Indonesia menjamin keamanan bagi semua negara dan kontingen yang hadir di Asian Games, termasuk pemerintah Korea Utara. “Keamanan Indonesia sangat stabil. Jangan khawatir atau ragu, ”kata Syafruddin.(***/reuters)

Share the knowledge