Menunggu Megawati Menikapi tudingan Setnov terhadap Puan Code Lab

Menunggu Megawati Menikapi tudingan Setnov terhadap Puan Code Lab

Setya Novanto mulai menyasar nama-nama penting. Pada Kamis (22/3/2018), dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, tersangka korupsi e-KTP ini menyebutkan bahwa Puan Maharani dan Pramono Anung kebagian saweran duit dari kasus megakorupsi e-KTP yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun, dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Sekretaris Kabinet ini, masing-masing disebut Setya Novanto (Setnov) menerima 500 ribu dolar AS. Uang ini diberikan oleh pengusaha Made Oka Masagung (MOM), yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi e-KTP.

Dilansir situs Kompas, Jumat (23/3/2018), Puan mengatakan bahwa dia baru mendengar tudingan tersebur. “Apa yang dikatakannya tidak benar,” ujar anggota senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan putri pemimpin PDI-P Megawati Soekarnoputri ini, seperti dilansir situs “Jakarta Post”.

Postcomended   Miss Universe 2015 Reuni di Indonesia, Medsos Ikutan Heboh

Pada Kamis, Setnov mengatakan kepada Pengadilan Tipikor Jakarta bahwa suatu hari, Made Oka dan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mengunjungi rumahnya untuk memberitahunya bahwa Made Oka telah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa anggota parlemen.

“Saya bertanya, ‘kepada siapa?’ Dia (Made Oka) memberi tahu saya 500 ribu dolar untuk Puan dan 500 ribu dolar untuk Pramono,” ujar Setvov kepada pengadilan.

Puan mengakui dia mengenal Made Oka sebagai teman dari keluarga Bung Karno, tetapi menegaskan bahwa dia tidak pernah berbicara tentang proyek e-KTP kepada siapapun. Sebagai anggota partai oposisi kala itu, kata Puan, yang mana proyek ini diprakarsai oleh pemerintah, pasti ada pembicaraan tentang proyek inu di DPR pada waktu itu. “Tetapi saya tidak pernah terlibat dalam perundingan,” kata Puan.

Postcomended   Lokakarya untuk Sekolah-sekolah Filipina Belajar Islam dari Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam jumpa pers Rabu (28/2/2018), menetapkan Made Oka sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Made Oka diduga sebagai pemilik PT Delta Energy, perusahaan di bidang investasi yang berlokasi di Singapura, yang diduga menjadi perusahaan penampung dana.
Made Oka, kata Agus, diduga menjadi perantara jatah proyek e-KTP sebesar 5 persen bagi Setnov melalui kedua perusahaan miliknya.

Total dana yang diterima Made Oka berjumlah 3,8 juta dolar AS yang diteruskan kepada Setnov. “MOM diduga menjadi perantara fee untuk anggota DPR sebesar 5 persen dari proyek e-KTP,” kata Agus.(*

Share the knowledge