Pulau Komodo Tidak Jadi Ditutup

Pulau Komodo Tidak Jadi Ditutup

Wisata
Share the knowledge

Pemerintah Indonesia sejauh ini telah sampai pada keputusan baru bahwa Pulau Komodo tidak akan ditutup seperti santer diberitakan selama ini. Perbaikan tetap akan dilakukan termasuk mengatur kembali rute kapal pesiar ke sana. 

Meskipun tetap akan dibenahi, namun pemerintah mengaku hanya akan membatasi jumlah kunjungan selama perbaikan dilakukan. Menteri Koordinator Kelautan, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pemerintah akan menetapkan batasan jumlah wisatawan ke pulau yang terdapat di Nusa Tenggara Timur ini daripada menutupnya.

“Pulau Komodo tidak akan ditutup. Kami akan mengatur ulang pulau, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait. Pembatasan akan dilakukan pada jumlah wisatawan ke Pulau Komodo dengan menata ulang sistem tiketnya,” Luhut mengatakan di Jakarta, Selasa (1/10/2019), seperti dilansir laman Antara News.

Keputusan ini diambil pada pertemuan untuk membahas pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK), dengan peserta yang terdiri dari Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, di Jakarta, Senin.

Juli lalu, Viktor telah mengungkapkan bahwa pulau itu akan ditutup untuk umum pada awal 2020 karena pihaknya akan melakukan rehabilitasi lingkungannya dan untuk meningkatkan upaya pelestarian komodo.

Pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar 7,17 juta dollar AS (lebih dari Rp 100 miliar) untuk rehabilitasi pulau itu. Pulau itu akan dibuka kembali sekitar satu tahun kemudian dengan peningkatan level menjadi tujuan wisata premium sesuai dengan rencana.

Postcomended   Pariwisata, Primadona Baru Samosir di Danau Toba

Luhut  menyatakan bahwa pengaturan ulang tiket akan dilakukan melalui sistem keanggotaan tahunan. Mereka yang memegang keanggotaan premium dapat mengunjungi Pulau Komodo dan menyaksikan kadal raksasa yang hidup di pulau itu.

Namun, mereka dengan kartu keanggotaan non-premium, akan tetap dapat melihat komodo namun diarahkan ke lokasi lain (bukan ke Pulau Komodo) yang masih di dalam TNK, misalnya ke pulau tetangga Pulau Komodo yakni Pulau Rinca.

Berbicara sehubungan dengan pengelolaan Pulau Komodo, Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Kelautan, Ridwan Djamaluddin, menjelaskan bahwa pemerintah akan membangun Pusat Penelitian Komodo di Pulau Komodo.

Ini juga akan mengatur kembali rute untuk kapal pesiar ke Pulau Komodo dan Labuan Bajo dan melakukan manajemen logistik dan produksi limbah. “Kita harus membangun infrastruktur kelas dunia untuk wisata alam dan fasilitas yang memadai di luar Pulau Komodo,” kata Ridwan.

Postcomended   "Pengabdi Setan" Sedot Penonton hingga 2,2 Juta

Pulau Komodo terletak di dalam TNK yang membentang 137 ribu hektare, dimana 60 persennya merupakan perairan. Taman ini memiliki 147 pulau, termasuk lima pulau besar: Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Pulau Nusa Kode, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca.

TNK adalah habitat bagi 2.800 komodo (Veranus Komodoensis), termasuk 1.040 ekor yang ada di Pulau Rica, sedangkan sisanya tinggal di Pulau Komodo, Pulau Giling Motang, dan pulau-pulau kecil lainnya.

Pada 1977, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah menetapkan TNK sebagai cagar biosfer, dan pada 1991 TNK dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pada 2012, TNK juga terdaftar sebagai situs New 7 Wonders of Nature.

TNK mencatat pendapatan sebesar Rp 32 miliar dari kunjungan wisatawan ke taman itu pada 2018, naik dari Rp 29 miliar pada tahun sebelumnya. Sekitar 176.830 wisatawan yang terdiri dari 121.409 orang asing dan 55.421 orang Indonesia, telah mengunjungi TNK tahun lalu, melonjak dari 119.599 pengunjung pada 2017, dan peningkatan drastis dari 80 ribu wisatawan pada 2014.

Postcomended   Halal Tourism, Pemikat Hati Traveler Milenial

Data pemerintah menunjukkan bahwa 1.727 ekor komodo saat ini tinggal di pulau itu. Rinca, pulau lain di taman nasional, adalah rumah bagi 1.049 ekor naga ini lainnya.***


Share the knowledge

Leave a Reply