Internasional

Putra Mahkota Saudi Sebut Khashoggi Anggota Ikhwanul Muslimin

Share the knowledge

Muhammad bin Salman (sumber foto: https://news.sky.com/story/protests-planned-as-saudis-crown-prince-mohammed-bin-salman-travels-to-uk-11270393)

Muhammad bin Salman (sumber foto: https://news.sky.com/story/protests-planned-as-saudis-crown-prince-mohammed-bin-salman-travels-to-uk-11270393)

Meski tidak mengakui langsung sebagai dalang pembunuhan Jamal Khashoggi, putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman –seperti dikatakan orang-orang yang akrab dengan isu itu– menyebutkan bahwa jurnalis tersebut adalah Islamis yang berbahaya; seraya mengaitkannya ke satu organisasi tertentu. Pernyataan ini seolah meminta permakluman atas pembunuhannya.

Dilansir laman the Washington Post, dalam panggilan telepon, yang terjadi sebelum Saudi secara terbuka mengakui pembunuhan Khashoggi, putra mahkota mendesak Jared Kushner, menantu Presiden AS, Donald Trump; dan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton; untuk melestarikan aliansi AS-Saudi dan mengatakan bahwa Khashoggi adalah  agian dari Ikhwanul Muslimin (IM), kelompok yang ditentang lama oleh Bolton dan pejabat senior Presiden AS lainnya.

Upaya untuk mencari kesalahan Khashoggi ini bertentangan dengan pernyataan publik pemerintah Saudi yang mengutuk kematian jurnalis ini sebagai “kesalahan besar” dan “tragedi yang mengerikan”. “Insiden yang terjadi sangat menyakitkan, bagi semua orang Saudi,” kata putra mahkota, pemimpin de facto kerajaan, selama diskusi panel minggu lalu. “Insiden ini tidak dapat dibenarkan,” katanya lagi.

Duta besar Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Khalid bin Salman, menggambarkan Khashoggi bulan lalu sebagai “teman” yang mendedikasikan “sebagian besar hidupnya untuk melayani negaranya”. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis ke The Washington Post, keluarga Khashoggi menyebut karakterisasi kolumnis itu sebagai seorang Islamis berbahaya, tidak akurat.

Postcomended   George Clooney Serukan Boikot Hotel-hotel Milik Kerajaan Brunei

“Jamal Khashoggi bukan anggota Ikhwanul Muslimin. Dia membantah klaim tersebut berulang kali selama beberapa tahun terakhir,” kata pihak keluarga. “Jamal Khashoggi bukanlah orang yang berbahaya dengan cara apa pun. Menyebutkan sebaliknya, akan menjadi konyol.”

Seorang pejabat Saudi, Rabu (30/10/2018), membantah bahwa putra mahkota membuat tuduhan itu, dengan mengatakan “panggilan rutin memang ada dari waktu ke waktu” dengan pemimpin muda dan pejabat tinggi AS, tetapi “tidak ada komentar seperti itu (bahwa Khashoggi anggota IM) yang disampaikan.”

Arab Saudi telah menghadapi kecaman internasional atas laporannya yang bergeser dari hilangnya Khashoggi pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul. Kerajaan awalnya mengatakan Khashoggi keluar dari konsulat tanpa cedera, lalu mengumumkan bahwa agen Saudi membunuhnya dalam perkelahian yang tidak disengaja, lalu baru-baru ini mengatakan bahwa ada bukti pembunuhan itu diirencanakan.

Analis mengatakan upaya putra mahkota untuk mendiskreditkan Khashoggi secara pribadi (dengan menyebutnya anggota IM) memperlihatkan wajah ganda sebagai upaya pengendalian kerusakan. “Ini adalah pembunuhan karakter yang ditambahkan ke pembunuhan terencana,” kata Bruce Riedel, mantan pejabat CIA dan sarjana di Brookings Institution.

Postcomended   18 September dalam Sejarah: Surat Berisi Anthrax Pertama Dikirim, Tewaskan Lima Orang

Para pemimpin Timur Tengah disebut mengekspresikan dukungan kepada Putra Mahkota dengan alasan bahwa dia adalah mitra strategis yang penting di kawasan itu, kata orang-orang yang akrab dengan masalah itu. Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Mesir Abdel Fatah al-Sissi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu misalnya, telah mengulurkan tangan kepada pejabat senior di pemerintahan Trump untuk mengekspresikan dukungan untuk putra mahkota.

Israel, Mesir dan Uni Emirat Arab, telah bersatu di belakang upaya administrasi Trump untuk memberikan tekanan kepada Iran dan memaksa melalui kesepakatan perdamaian Timur Tengah antara Israel dan Palestina. Namun sekutu AS lainnya dari Barat, terutama Jerman, Inggris dan Perancis, telah menyatakan keprihatinan serius atas pembunuhan pengeritik utama Saudi itu.

Upaya Kushner untuk secara hati-hati memupuk hubungan dengan ahli waris tahta Saudi itu, membuatnya menjadi corong kritis dalam memutuskan tanggapan pemerintah Trump. Setelah beberapa pembicaraan pribadi di awal pemerintahan, Kushner memperjuangkan Mohammed bin Salman sebagai seorang reformis yang siap untuk mengantar monarki ultrakonservatif dan kaya minyak ke dalam modernitas.

Postcomended   15 Mei dalam Sejarah: Restoran McDonalds Pertama Dibuka di San Bernardino

Kushner secara pribadi berdebat selama berbulan-bulan tahun lalu bahwa Muhamad akan menjadi kunci untuk menyusun rencana perdamaian Timur Tengah, dan bahwa, dengan berkah pangeran, sebagian besar dunia Arab akan mengikuti.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top