Internasional

Putra Mahkota Saudi Terlihat Diabaikan Saat Sesi Foto di KTT G20

Share the knowledge

Rekaman yang menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), diabaikan oleh para pemimpin dunia, beredar di media. Pihak Saudi sampai memerlukan mengeluarkan pernyataan untuk mereaksi laporan kantor berita Reuters tentang hal ini.

Video itu menunjukkan sang calon raja berdiri dengan canggung sembari sesekali membenahi pakaiannya di bagian belakang panggung, dalam sesi foto bersama di acara KTT negara-negara G20 di Buenos Aires, Argentina. Pada satu titik, pria berusia 33 tahun ini, yang dituding memerintahkan pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, mencari seseorang untuk diajak bicara.

Video juga menunjukkan dia menunduk ke bawah sementara para pemimpin negara lain pun seolah mengabaikan kesempatan untuk berbicara dengannya selama sesi foto keluarga G20. Dilansir laman Daily Mail, insiden ini terjadi di tengah kecaman internasional atas pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki,  sebelum kemudian dibantai oleh satu tim yang disebut sengaja didatangkan ke Istanbul dari Saudi. Saudi mengatakan pangeran tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang pembunuhan itu.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, pembunuhan itu diperintahkan oleh pimpinan tertinggi Saudi tetapi tampaknya bukan Raja Salman, sehingga sorotan diarahkan pada putra mahkota. Di acara G20 selama akhir pekan, Erdogan terlihat berjalan melewati penguasa de facto kerajaan itu seolah tak mengenalinya.

Pihak Saudi sampai harus mengklarifikasi hal ini. Kantor media pemerintah Saudi, dalam sebuah pernyataan untuk mereaksi laporan kantor berita Reuters yang menyebutkan bahwa MBS dikesampingkan dalam foto itu, mengatakan bahwa MBS berdiri dalam posisi sama dekat dengan pusat kelompok seperti dalam foto yang sama pada KTT G20 di Cina dua tahun lalu. Lebih awal di acara KTT ini, Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat melakukan hi-five dengan MBS.

Postcomended   Dalam Kasus Jika Anda Tergoda Membeli Trio iPhone Terbaru

Situasi ini seolah menangkap dilema yang dihadapi para pemimpin dunia di acara tersebut, yakni bagaimana menangani sang putra mahkota yang dirundung oleh kontroversi atas pembunuhan Khashoggi, tetapi di sisi lain dia juga merupakan seorang pemimpin de facto negara kerajaan kaya raya, penghasil minyak terbesar di dunia, yang merupakan investor global utama.

Setidaknya 12 pemimpin melanjutkan untuk mengadakan pertemuan bilateral tertutup dengan MBS selama KTT dua hari. Tiga dari mereka, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, mengatakan secara terbuka bahwa mereka menekan MBS agar melakukan penyelidikan penuh terhadap pembunuhan itu.

Postcomended   Pilot British Airways Laporkan Penampakan Sesuatu yang "Bergerak Cepat" #SURUHGOOGLEAJA

Pemimpin Dunia Menekan MBS

Trudeau mengatakan dia melakukan percakapan yang jujur ​​dengan MBS saat makan malam para pemimpin Jumat (30/11/2018), dan mengatakan kepadanya ada “kebutuhan untuk jawaban yang lebih baik atas pembunuhan Khashoggi”. May mengatakan dia menyerukan penyelidikan yang lengkap, kredibel dan transparan, sementara Macron bersikeras agar MBS mengizinkan penyelidik internasional untuk ambil bagian dalam penyelidikan.

Presiden AS, Donald Trump, yang telah membela hubungan AS dengan Arab Saudi, bertukar basa-basi dengan MBS, kata Gedung Putih. Trump mengatakan mungkin tidak akan pernah diketahui apakah MBS memerintahkan pembunuhan itu atau tidak. Sementara CIA telah mengeluarkan pernyataam bahwa mereka meyakini MBS memerintahkan pembunuhan itu.

MBS juga mendiskusikan investasi dan kemitraan ekonomi dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Cina Xi Jinping. Tidak dijelaskan apakah Xi dan Modi mempertanyakan kasus Khashoggi kepada MBS.

“Cina dengan tegas mendukung Saudi dalam upaya diversifikasi ekonomi dan reformasi social negaranya, dan akan terus bersatu dengan Saudi mengenai isu-isu yang melibatkan kepentingan inti mereka,” kata Xi, seperti dilaporkan  kantor berita resmi Cina, Xinhua.

Sebelum dimulainya pertemuan, Presiden Argentina, Mauricio Macri, mengatakan, tuduhan terhadap MBS dapat didiskusikan ketika para pemimpin bersidang; meskipun akhirnya tidak.

Postcomended   16 Mei dalam Sejarah: pada Usia ke-14, Marie Antoinette Menikahi Calon Raja Prancis

Beberapa hari sebelum KTT, Human Rights Watch meminta Argentina menggunakan klausul kejahatan perang dalam konstitusi untuk menyelidiki keterlibatan apa pun oleh MBS dalam kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan di Yaman, di mana kampanye militer yang dipimpin Saudi sedang berlangsung, serta kasus pembunuhan Khashoggi .

Kantor kejaksaan federal yang ditugaskan untuk meninjau kembali kasus itu belum mengumumkan apakah penyelidikan resmi akan dibuka menjelang penutupan KTT Sabtu (1/12/2018).***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top