Ini 10 Cara Kim Jong-un Menghamburkan Uangnya - Global Liputan6.com Liputan6.com Senyum Semringah Kim Jong-Un Saat Berkunjung ke Universitas Guru Pyongyang

Ini 10 Cara Kim Jong-un Menghamburkan Uangnya – Global Liputan6.com Liputan6.com Senyum Semringah Kim Jong-Un Saat Berkunjung ke Universitas Guru Pyongyang

Baru saja sepekan lalu (15/5/2018) mengancam membatalkan KTT dengan Amerika Serikat (AS) karena sakit hati atas latihan perang yang digelar AS dengan negeri Korea tetangganya, pada Selasa (22/5/2018) Pyongyang dilaporkan mengundang media internasional untuk menyaksikan pembongkaran situs nuklir Punggye-ri. Analis memandangnya sebagai tanda niat baik dari Kim Jong Un. Namun sebagian lain melihat ini mungkin hanya “pertunjukan politik”.

Jurnalis asing, antara lain juga dari Cina, telah tiba di Korea Utara (Korut) untuk meliput pembongkaran lokasi uji coba nuklir tersebut akhir pekan ini, yang rencananya dilakukan antara 23-25 Mei. Namun media Korea Selatan (Korsel) tidak diizinkan masuk ke penerbangan charter yang terbang dari Beijing, Cina, Selasa.

Pyongyang mengizinkan akses sekelompok kecil media ke situs itu untuk memublikasikan janjinya untuk menghentikan tes bawah tanah dan meluncurkan rudal balistik antar benua.

Sikap akomodatif ini sesuai dengan rencana pertemuan puncak antara pemimpin Korut, Kim Jong-un, dan Presiden AS, Donald Trump, yang dijadwalkan digelar 12 Juni di Singapura.

Tetapi kenyataannya sekarang Pyongyang telah memutus hubungan tingkat tinggi dengan Seoul atas latihan dengan militer AS tersebut. Di tengah meningkatnya kekhawatiran gagalnya KTT, Presiden Korsel Moon Jae-in dilaporkan bertemu dengan Trump di Washington, Selasa malam.

Rabu (15/5/2018), Korut mengancam membatalkan KTT jika Washington berusaha mendorong Pyongyang secara sepihak menyerahkan persenjataan nuklirnya. Dalam upaya AS menekuk nuklir Korut, tersentil istilah “model Libya”, dan Korut tersinggung.

Postcomended   Tiga Pria Amerika Anggota “Tentara Salib” Divonis Bersalah Rencanakan Pemboman

Ini juga diduga akan membatalkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Seoul terkait latihan militer gabungan Max Thunder yang akan diadakan antara AS dan Korsel, dimana Pyongyang mengecam latihan itu sebagai “provokasi yang kasar dan jahat”.

Untuk menandai penutupan fasilitas uji coba nuklir itu, Pyongyang mengatakan akan mengadakan upacara. Dikatakan juga bahwa wartawan dari Cina, Rusia, AS, Inggris, dan Korsel akan diizinkan mengunjungi situs tersebut.

Punggye-ri adalah tempat Korut melakukan total enam uji senjata nuklirnya hingga saat ini, yang dimulai pada 2006, termasuk yang paling kuat September lalu.

Jurnalis dari Associated Press, CNN, CBS, Rusia Today, dan outlet media pemerintah Cina, termasuk di antara mereka yang terlihat “check-in” di Bandara Internasional Beijing untuk mengejar penerbangan Air Koryo pukul 09.00, yang berangkat pukul 09.48, menurut situs web bandara.
Para wartawan tersebut diharapkan untuk pergi ke pusat pers yang didirikan di Wonsan, sebuah kota di pantai timur Korut.

Postcomended   Menpar Ajak Alumni ITB Bangun Pariwisata Indonesia

“Kami berharap Korea Utara akan setransparan seperti yang mereka katakan,” Will Ripley, koresponden CNN yang berbasis di Hong Kong yang sedang dalam perjalanan ke-18 kalinya ke Korut, mengatakan kepada wartawan sebelum berangkat dari Beijing.

Pada pertemuan puncaknya dengan presiden Korsel pada 27 April silam, Kim berjanji menutup situs uji coba pada Mei ini dan mengungkapkan penutupannya kepada para ahli dan media asing untuk memastikan transparansi, menurut kantor Moon.

Tidak diundangnya para ahli, misalnya dari Badan Energi Atom Internasional, meningkatkan kekhawatiran bahwa kondisi sebenarnya situs uji nuklir tersebut tidak akan terungkap.

Kementerian Luar Negeri Korut, dikutip media resmi negara itu mengatakan awal bulan ini, semua terowongan di lokasi uji coba akan dihancurkan oleh ledakan dan daerah sekitarnya akan benar-benar tertutup.

Korut belum mengeluarkan visa untuk wartawan Korsel yang pada awalnya diundang untuk menghadiri upacara di tempat uji coba di timur laut negara itu. Mereka tidak bisa naik ke pesawat sewaan, diatur oleh Pyongyang, bersama wartawan asing lainnya.

Postcomended   Amnesty Internasional: Militan Rohingya Juga Bantai Etnis Hindu

Di bandara, Selasa, beberapa wartawan Korsel menunggu Korut mengeluarkan visa mereka segera sebelum pesawat lepas landas.

Korut telah menuntut agar setiap wartawan asing membayar 10.000 dolar AS untuk visa, untuk meliput rencana pembongkaran, kata pejabat pemerintah Seoul, Senin.

Rabu lalu, Korut tiba-tiba membatalkan pertemuan tingkat menteri dengan Korsel yang direncanakan digelar hari itu, untuk mengritik latihan militer bersama yang dilakukan Seoul dan Washington. Korut beranggapan hal itu merusak gerakan menuju rekonsiliasi antar-Korea baru-baru ini

Pyongyang diyakini sedang menguji keberanian Washington menjelang KTT yang dijadwalkan di Singapura.(***/Associated Press/Kyodo/Reuters/SCMP)

Share the knowledge