Rahasia Perusahaan Airbus Diserang Peretasan, Cina Lagi-lagi Jadi Tertuduh #beritahariini

Rahasia Perusahaan Airbus Diserang Peretasan, Cina Lagi-lagi Jadi Tertuduh #beritahariini

Ekonomi
Share the knowledge

Raksasa dirgantara Eropa, Airbus, telah dilanda serangkaian serangan oleh peretas. Namun para peretas disebut menarget pemasoknya untuk mencari rahasia komersial Airbus, sementara Airbus sendiri sulit ditembus. Sebuah sumber menyatakan kecurigaan bahwa Cina ada di balik aksi ini.

AFP berbicara kepada tujuh sumber keamanan dan industri, yang semuanya mengonfirmasi serentetan serangan dalam 12 bulan terakhir. Ketujuh sumber ini meminta anonimitas karena sifat sensitif dari informasi yang mereka bagikan.

Dua sumber keamanan yang terlibat dalam penyelidikan peretasan mengatakan ada empat serangan besar. Airbus telah lama dianggap sebagai target yang menggoda karena teknologi mutakhir yang menjadikannya salah satu produsen pesawat komersial terbesar di dunia serta pemasok militer strategis.

Pada Januari, mereka mengakui terjadi insiden keamanan yang “menimbulkan akses tidak sah ke data”. Orang-orang yang mengetahui serangan itu menguraikan adanya operasi bersama dan jauh lebih besar selama setahun terakhir.

Sumber-sumber AFP ini mengatakan, para peretas menarget pembuat komponen Inggris, Rolls-Royce, dan konsultan dan pemasok teknologi Prancis, Expleo, serta dua kontraktor Prancis lainnya yang bekerja untuk Airbus yang tidak dapat diidentifikasi oleh AFP. Airbus tidak segera menjawab permintaan komentar.

Seorang juru bicara Rolls-Royce menolak mengomentari secara spesifik serangan apa pun, tetapi mengatakan: “Kami memiliki pengalaman dalam upaya untuk mendapatkan akses ke jaringan kami dan kami memiliki tim ahli yang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk memastikan bahwa kami mencoba memeranginya dan meminimalkan dampak potensial.”

Postcomended   OPEC Harus Turuti Keinginan Indonesia

Expleo mengatakan tidak akan “mengonfirmasi atau menyangkal” bahwa mereka telah ditargetkan. Romain Bottan dari BoostAerospace, perusahaan spesialis keamanan dirgantara, mengatakan, gangguan seperti yang dijelaskan oleh sumber-sumber tersebut kepada AFP menunjukkan bahwa peretas sedang mencari mata rantai lemah untuk mengompromikan sistem Airbus.

“Perusahaan besar sangat terlindungi dengan baik, sulit untuk membajak mereka, jadi perusahaan kecil adalah target yang lebih baik,” katanya. Serangan terhadap Expleo ditemukan pada akhir tahun lalu tetapi sistem kelompok itu telah dikompromi jauh sebelumnya, ujar satu sumber AFP tersebut.

“Itu sangat canggih dan menargetkan VPN yang menghubungkan perusahaan ke Airbus,” kata sumber itu.
VPN, atau jaringan pribadi virtual, adalah jaringan terenkripsi yang memungkinkan karyawan mengakses sistem perusahaan dari jarak jauh. Pemasok Airbus terkadang beroperasi dalam VPN yang menghubungkan mereka dengan kolega di pembuat pesawat.

Serangan lain menggunakan metode yang sama, dengan yang pertama terdeteksi di anak perusahaan Inggris Expleo –yang sebelumnya dikenal sebagai Assystem; serta Rolls-Royce, yang menyediakan mesin untuk pesawat Airbus.

Kelompok Peretas Cina APT10 atau JSSD

Menurut beberapa sumber, peretas tampaknya tertarik pada dokumen teknis yang terkait dengan proses sertifikasi untuk berbagai bagian pesawat Airbus. Mereka juga mengatakan bahwa beberapa dokumen curian itu terkait dengan mesin turbo-prop inovatif yang digunakan pada pesawat angkut militer Airbus A400M.

Postcomended   Kanker CELL CURE - RS Gatot Subroto Jakarta

Salah satu sumber mengatakan, para peretas juga tertarik pada sistem propulsi untuk jet penumpang Airbus A350, serta sistem avionik yang mengendalikan pesawat.

Tidak ada satu pun sumber yang berbicara kepada AFP yang dapat mengidentifikasi siapa pelaku serangan secara formal. Ini menunjukkan kesulitan ekstrem dalam mendapatkan bukti dan identifikasi.

Banyak peretas yang didukung negara ataupun independen diketahui menyamarkan jejak mereka, atau mereka mungkin meninggalkan petunjuk yang dimaksudkan untuk membingungkan penyelidik atau membuat mereka menyalahkan orang lain.

Tetapi satu sumber mengatakan mereka menduga peretas Cina bertanggung jawab atas serangan siber ini, mengingat catatan mereka mencoba mencuri informasi komersial yang sensitif dan fakta bahwa Beijing baru saja meluncurkan pesawat yang dirancang untuk bersaing dengan Airbus dan saingan AS-nya, Boeing.

Pembuat pesawat milik negara, Comac, telah meluncurkan pembuatan pesawat terbang mid-range pertamanya tetapi telah berjuang untuk mendapatkan sertifikasi. Mesin dan avionik adalah “area di mana penelitian dan pengembangan Cina lemah,” salah satu sumber mengatakan.

Dalam upayanya mematahkan cengkeraman Airbus dan Boeing di pasar pesawat global, Beijing juga memiliki ambisi membangun jet jarak jauh yang disebut C929, yang akan dikembangkan dalam kemitraan dengan Rusia.

Beberapa sumber mengatakan mereka percaya sekelompok peretas yang terkait dengan Partai Komunis Cina, yang dikenal sebagai APT10, bisa jadi berada di balik serangan itu. Amerika Serikat menganggap APT10 sebagai peretas yang didukung negara yang terkait dengan dinas intelijen dan militer Cina.

Postcomended   Pangeran Harry Bakal Pimpin Koalisi Para Agen Pariwisata untuk Pariwisata Hijau

Tetapi sumber lain menunjuk ke kelompok peretas Cina lainnya yang dikenal sebagai JSSD, yang diyakini beroperasi di bawah kementerian keamanan regional di provinsi pesisir Jiangsu. “JSSD berfokus pada industri dirgantara,” kata satu sumber, menjelaskan bahwa mereka mempekerjakan orang “yang akrab dengan bahasa, perangkat lunak, dan kode kedirgantaraan.”***


Share the knowledge

Leave a Reply