Jakarta, 30 April 2018 – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Triwulan I (periode Januari-Maret) Tahun 2018 yang mencapai angka sebesar Rp 185,3 triliun, meningkat 11,8% dari periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 165,8 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap 201.239 tenaga kerja Indonesia. 


Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa capaian realisasi investasi triwulan pertama tersebut memberikan harapan bagi pencapaian target realisasi investasi tahun 2018 yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 765,0 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada level kisaran 5,4%.
“Dalam rangka mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), yang bertujuan untuk mendukung kemudahan berusaha melalui penyederhanaan prosedur perizinan TKA (yang tetap harus memenuhi kualifikasi persyaratan) dan mempercepat layanan izin TKA yang diperbolehkan bekerja di Indonesia, sehingga penyelesaian konstruksi dan operasi produksi proyek investasi dapat segera terwujud. Di samping itu, penyederhanaan perizinan berusaha kebijakan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017, diyakini akan dapat mengakselerasi peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Untuk itu, kesamaan persepsi dan kesamaan langkah semua instansi terkait di pusat dan daerah sangat diperlukan dalam mengimplementasikan kemudahan perizinan berusaha tersebut,” demikian Tom Lembong menegaskan dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, 30 April 2018. 
Selama Triwulan I Tahun 2018, realisasi PMDN sebesar Rp 76,4 triliun, naik 11,0% dari Rp 68,8 triliun pada periode yang sama tahun 2017, dan PMA sebesar Rp 108,9 triliun, naik 12,4% dari Rp 97,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017.
BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 37,0 triliun, 19,9 %); DKI Jakarta (Rp 28,9 triliun, 15,6%); Jawa Tengah (Rp 16,1 triliun, 8,7%); Banten (Rp 15,5 triliun, 8,4%); dan Riau (Rp 9,1 triliun, 4,9%).
Sedangkan realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 27,6 triliun, 14,9%); Industri Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 22,7 triliun, 12,3%); Listrik, Gas, dan Air (Rp 19,3 triliun, 10,4%); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 17,9 triliun, 9,6%), serta Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 14,7 triliun, 7,9%).
Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura (US$ 2,6 miliar, 32,6%); Jepang (US$ 1,4 miliar, 16,7%); Korea Selatan (US$ 0,9 miliar, 11,6%); R. R. Tiongkok (US$ 0,7 miliar, 8,3%) dan Hongkong, RRT (US$ 0,5 miliar, 6,3%). 

”Sebagai daya tarik lainnya dalam upaya peningkatan daya saing iklim investasi Indonesia, Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) melalui PMK Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan atau yang lebih dikenal dengan tax holiday, yang memberikan kemudahan, kepastian dan penyederhanaan pemberian insentif tax holiday, diharapkan akan mendorong peningkatan investasi di bidang-bidang usaha prioritas yang tergolong industri pionir,” ujar Tom Lembong.
Selanjutnya, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal – BKPM, Azhar Lubis menjelaskan bahwa realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan I Tahun 2018 mencapai 201.239 orang dengan rincian sebanyak 103.982 orang pada proyek PMDN dan sebanyak 97.257 orang pada proyek PMA. Ia juga menjelaskan tentang sebaran investasi PMDN dan PMA di luar Jawa tercatat sebesar Rp 73,5 triliun atau setara dengan 39,7% dari total realisasi investasi Triwulan I Tahun 2018.
Perkembangan Realisasi Investasi 2013 – Maret 2018: Per Triwulan

Postcomended   Ingin Dapat Adipura? Olahlah Sampah Rumah Tanggamu

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

M. M. Azhar Lubis
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Jl. Jend. Gatot Subroto 44, Jakarta 12190, Indonesia
Telepon: 021-5252008 ext.7001
HP: 08159525035
e-mail: azhar@bkpm.go.id

Lampiran Data Realisasi Investasi PMDN-PMA Triwulan I Tahun 2018
Terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan I Tahun 2018 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 sebesar 11,0%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 68,8 triliun menjadi Rp 76,4 triliun.

Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan I Tahun 2018 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 juga meningkat sebesar 12,4%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 97,0 triliun menjadi Rp 108,9 triliun.

Postcomended   Mengherankan, Ducati Lebih Sayang Dovizioso Ketimbang Lorenzo

Berikut hal penting dari capaian realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan I Tahun 2018:

1. Realisasi Investasi PMDN

Realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Konstruksi (Rp 13,0 triliun); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 10,4 triliun); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 10,3 triliun); Industri Makanan (Rp 9,6 triliun); serta Listrik, Gas, dan Air (Rp 7,8 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar Rp 21,4 triliun atau 28,0% dari total PMDN.

Realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Tengah (Rp 10,3 triliun); DKI Jakarta (Rp 8,8 triliun); Kalimantan Tengah (Rp 7,1 triliun); Jawa Barat (Rp 6,7 triliun) dan Jawa Timur (Rp 6,2 triliun).

2. Realisasi Investasi PMA

Realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$ 1,9 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin, dan Elektronik (US$ 1,4 miliar); Listrik, Gas, dan Air (US$ 0,9 miliar); Pertambangan (US$ 0,6 miliar); serta Tanaman Pangan dan Perkebunan (US$ 0,6 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat industri memberikan kontribusi sebesar US$ 3,1 miliar atau 38,0% dari total PMA.

Realisasi investasi PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (US$ 2,3 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,5 miliar); Banten (US$ 0,9 miliar); Riau (US$ 0,5 miliar); dan Jawa Tengah (US$ 0,4 miliar).

Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 2,6 miliar); Jepang (US$ 1,4 miliar); Korea Selatan (US$ 0,9 miliar); R. R. Tiongkok (US$ 0,7 miliar); dan Hongkong, RRT (US$ 0,5 miliar).

3. Sebaran Lokasi Proyek

Pada Triwulan I Tahun 2018, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 111,8 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 73,5 triliun.

4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia

Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan I Tahun 2018 mencapai 201.239 orang yang terdiri dari 103.982 orang di proyek PMDN dan sebanyak 97.257 orang di proyek PMA.

Postcomended   Hati-hati, Sensasi Internet yang Satu ini Kecil tapi Senang Mengumpat

5. Realisasi Investasi berdasarkan Wilayah pada Periode Januari sampai dengan Maret Tahun 2018 adalah:

a. Wilayah Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 27,8 triliun (15,0%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 10,0 triliun dan PMA sebesar US$ 1,3 miliar (Rp 17,8 triliun);
b. Wilayah Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 111,8 triliun (60,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 40,7 triliun dan PMA sebesar US$ 5,3 miliar (Rp 71,1 triliun);
c. Wilayah Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 20,2 triliun (10,9%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 15,9 triliun dan PMA sebesar US$ 0,3 miliar (Rp 4,3 triliun);
d. Wilayah Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 12,9 triliun (7,0%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 6,2 triliun dan PMA sebesar US$ 0,5 miliar (Rp 6,7 triliun);
e. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 5,9 triliun (3,2%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 2,4 triliun dan PMA sebesar US$ 0,3 miliar (Rp 3,5 triliun); dan
f. Wilayah Maluku dan Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 6,7 triliun (3,6%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 1,1 triliun dan PMA sebesar US$ 0,4 miliar (Rp 5,6 triliun).

Jakarta, 30 April 2018
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
BKPM-RI