Remaja Rentan Terpapar Ftalat pada Makanan Cepat Saji

Ekonomi Internasional Keluarga Lifestyle Nasional
Share the knowledge

Waspada, Kenali Bahaya Junkfood - Media Muslimah Media Muslimah Junkfood merupakan bagian yang sudah tak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari. Hampir di setiap mall berjajar gerai junkfood yang dengan mudahnya ...
Waspada, Kenali Bahaya Junkfood – Media Muslimah Media Muslimah Junkfood merupakan bagian yang sudah tak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari. Hampir di setiap mall berjajar gerai junkfood yang dengan mudahnya …

Satu penelitian kembali mengingatkan buruknya sering-sering makan di luar khususnya di restoran cepat saji. Rantai makanan cepat saji disebutkan dapat meningkatkan paparan bahan kimia yang berpotensi merusak hormon yang digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahan plastik. Ini dikaitkan dengan kemunculan asma, kanker payudara, diabetes tipe 2, dan masalah kesuburan. Paparan signifikan terjadi di kalangan remaja Amerika Serikat, dan rentan terhadap anak-anak dan ibu hamil.

Dilansir situs The Guardian, para peneliti menyelidiki kadar phthalates (ftalat) dalam tubuh manusia, yang telah dikaitkan dengan asma, kanker payudara, diabetes tipe 2 dan masalah kesuburan dalam beberapa tahun terakhir. Ditemukan hampir 35% kadar phthalates lebih tinggi pada peserta yang telah makan di hari sebelumnya dibandingkan dengan mereka yang tinggal di rumah.

Phthalates adalah agen pengikat yang sering digunakan dalam kemasan makanan serta sejumlah produk lain termasuk pembersih lantai, sabun perekat (adhesive soap), dan sampo, serta pada beberapa bentuk bahan kimia lainnya yang telah dilarang dalam produk anak-anak di Amerika Serikat (AS).

Dalam studi tersebut, makanan tertentu termasuk burger dan sandwich (roti lapis), dikaitkan dengan tingkat phthalate yang lebih tinggi, tetapi hanya jika makanan itu dibeli di gerai makanan cepat saji, restoran, atau kafe.

Para peneliti menemukan, kaitannya dengan remaja sangat kuat. Remaja yang sering makan di gerai makanan cepat saji saat bepergian dengan teman-teman mereka memiliki tingkat bahan kimia 55% lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang sama mudanya yang makan di rumah.

Dr Ami Zota, peneliti dari Universitas George Washington, Washington DC, AS, mengatakan,“Penelitian ini menunjukkan makanan yang disiapkan di rumah cenderung tidak mengandung kadar phthalates yang tinggi, bahan kimia yang terkait dengan masalah kesuburan, komplikasi kehamilan dan masalah kesehatan lainnya.

“Temuan kami menunjukkan bahwa makan di luar mungkin merupakan faktor penting yang sebelumnya kurang diakui, sebagai sumber paparan phthalates untuk populasi AS.”

Para ilmuwan menganalisis data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) AS yang dikumpulkan antara 2005-2014. Sebanyak 10.253 orang diminta mengingat apa yang mereka makan dan dari mana makanan mereka berasal pada 24 jam sebelumnya. Tingkat biomarker (penanda biologis) dari kadar phthalate diukur dalam urin masing-masing peserta.

Dari seluruh kelompok, 61% melaporkan makan di luar sehari sebelumnya. Hasilnya, ada hubungan signifikan antara paparan ftalat dan makan di luar pada semua kelompok usia, tetapi terutama tampak kuat pada orang muda. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Environment International.

Penulis utama laporan ini, Dr Julia Varshavsky, dari Universitas California, Berkeley, AS, mengatakan, “Wanita hamil, anak-anak, dan remaja, lebih rentan terhadap efek racun dari bahan kimia yang mengganggu hormon, jadi penting untuk menemukan cara untuk membatasi paparan terhadap mereka. Studi selanjutnya, kata Juia, harus menyelidiki intervensi yang paling efektif untuk menghilangkan phthalates dari suplai makanan.***


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work