Remaja yang Terpapar Polusi Kota Rentan Mengalami Psikotik

Internasional
Share the knowledge

 

(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=WPtLv-oRzgE)
(gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=WPtLv-oRzgE)

Remaja yang tinggal di kota-kota dengan polusi tinggi ketimbang di perdesaan, menurut satu penelitian, lebih umum mendapatkan pengalaman psikotik seperti mendengar suara-suara hingga mengalami paranoia ekstrem.

Para ilmuwan dalam penelitian ini mengatakan, hasil penelitian ini dapat memberikan petunjuk tentang mengapa anak-anak di daerah perkotaan lebih mungkin mengalami gangguan psikotik di kemudian hari.

Psikotik adalah istilah medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Delusi adalah kesalahpahaman atau pandangan yang salah terhadap suatu hal, sementara halusinasi adalah persepsi kuat atas suatu peristiwa yang dilihat atau didengar tetapi sebenarnya tidak ada.

Studi yang muncul di jurnal JAMA Psychiatry ini, seperti dilansir BBC, mengungkapkan bahwa para ilmuwan dari King’s College London melacak sekitar 2.000 remaja yang tinggal di daerah perkotaan, semi-perkotaan, dan pedesaan.

Hampir sepertiganya (623) melaporkan bahwa mereka telah melalui setidaknya satu pengalaman psikotik antara usia 12 dan 18, misalnya merasa seperti ada orang memata-matai mereka atau mendengar suara-suara yang tidak bisa didengar orang lain.

Para peneliti mencocokkan respons mereka dengan perkiraan terperinci dari polusi udara yang dihadapi setiap remaja selama setahun. Di daerah dengan tingkat gas pencemarnya paling tinggi (misalnya daerah pusat kota dekat jalan yang sibuk), ada 12 remaja yang melaporkan pengalaman psikotik untuk setiap 20 yang tidak.

Postcomended   6 Agustus dalam Sejarah: Pria Rendah Hati Ini Bidani Kelahiran WorldWideWeb

Di daerah dengan tingkat gas nitrogen oksida yang lebih rendah, hanya ada tujuh yang melaporkan pengalaman psikotik untuk setiap 20 orang yang mengatakan tidak.

Para ilmuwan mengatakan temuan itu tetap kuat bahkan ketika mereka memperhitungkan masalah lain yang dapat berkontribusi pada episode psikotik, termasuk sejarah keluarga, masalah kesehatan mental, perampasan sosial, serta masalah alkohol dan obat-obatan.

Peneliti utama, Dr Joanne Newbury, dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, mengatakan: “Kami menemukan bahwa pengalaman psikotik remaja lebih umum di daerah perkotaan.”

Dia menambahkan bahwa sementara penelitian tidak dapat menunjukkan bahwa polusi menyebabkan episode terjadi, temuan ini menunjukkan polusi udara bisa menjadi faktor yang berkontribusi dalam hubungan antara kehidupan kota dan pengalaman psikotik.

Para peneliti mengatakan bahwa sementara penelitian tidak membuktikan bahwa polusi udara menyebabkan pengalaman psikotik, ini menambah bukti yang berkembang bahwa polusi udara mungkin memiliki efek yang lebih luas pada tubuh selain jantung dan paru-paru.

Mereka menduga bahwa partikel kecil polusi udara bisa melewati paru-paru dan masuk ke dalam darah dan kemudian melanjutkan ke otak. Di sana mereka dapat memicu peradangan dan berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk.

Postcomended   Daimler Kibarkan Bendera Perang pada Tesla

Teori lain adalah bahwa bahan kimia yang melapisi partikel-partikel polutan dapat larut dalam darah dan dibawa ke otak dan kembali menyebabkan peradangan.

Tim peneliti mengatakan bahwa polusi suara sebagian dapat menjelaskan kaitannya, misalnya lalu lintas yang bising dapat mengganggu tidur dan menambah tekanan kehidupan kota. Tetapi mereka tidak dapat mengukur ini secara langsung.

Meskipun tidak selalu memungkinkan, para ahli menyarankan kepada siapapun yang bepergian untuk mencoba menggunakan jalan samping dan menjauhkan diri dari jalan tersibuk saat lalu lintas sedang dalam keadaan paling padat.

Empat Polutan Penyebab

Para ilmuwan memperkirakan empat polutan: gas-gas nitrogen dioksida, nitrogen oksida, dan materi partikulat –2.5 dan PM10– berada di alamat rumah dan dua tempat yang sering dihabiskan remaja seperti sekolah, tempat kerja, dan toko.

Sementara para peneliti mengatakan mereka memperhitungkan faktor-faktor lain seperti alkohol dan obat-obatan, mereka mengakui bahwa tidak mungkin untuk memastikan mereka memperhitungkan segala hal.

Dr Daniel Maughan, di Royal College of Psychiatrists, mengatakan: “Walaupun penelitian itu tidak membuktikan polusi udara menyebabkan psikosis, temuan itu memprihatinkan karena mengungkapkan bahwa peningkatan psikosis di perkotaan berpotensi terkait polusi udara.

Postcomended   18 Juni dalam Sejarah: AdSense Diluncurkan, “Jutawan AdSense” pun Bermunculan #SURUHGOOGLEAJA

“Kami membutuhkan pendekatan radikal untuk polusi udara karena sangat mungkin merusak kesehatan mental orang muda dan orang tua.”

Sementara itu Prof Andreas Meyer-Lindenberg, di Universitas Heidelberg, mengingatkan bahwa banyak faktor potensial yang dapat mempengaruhi kualitas udara dan risiko psikosis, seperti status sosial-ekonomi lingkungan. Karenanya kata dia, temuan harus direplikasi dalam pengaturan di mana polusi dan lokasi diukur secara langsung sebelum kesimpulan diambil.***


Share the knowledge

Leave a Reply