Jasa Marga dan Himbara Resmi Operasikan Kartu E-toll Bersama transportasi.co600 × 400Search by image Transportasi.co | Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi meluncurkan kartu pembayaran tol elektornik (e-toll) bers

Jasa Marga dan Himbara Resmi Operasikan Kartu E-toll Bersama transportasi.co600 × 400Search by image Transportasi.co | Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi meluncurkan kartu pembayaran tol elektornik (e-toll) bers

Budaya cashless society (masyarakat non tunai), disebut lebih menguntungkan bank daripada masyarakat. Begitu juga dengan efisiensi waktu akibat cashless yang, terkait rencana penerapan e-tol, akan menguntungkan pengelola tol. Namun toh baik bank maupun pengelola tol yang sudah diuntungkan ini, masih ogah rugi juga. Biaya pembuatan kartu e-tol dibebankan ke konsumen, begitu pula dengan biaya isi ulang (top up) saldo. Satu lagi, tampaknya konsumen akan terpaksa pula membeli “tongsis” kartu. Itulah Indonesia…

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia  (YLKI) mengatakan, e-tol akan mewujudkan efisiensi pelayanan dan keamanan transaksi. Namun jika Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peraturan untuk mengenakan biaya isi ulang pada uang elektronik (e-money) kepada konsumen, ini akan kontra produktif terhadap upaya mewujudkan cashless society.

Padahal kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, cashless society sektor perbankan lebih menguntungkan bank daripada konsumen. Pasalnya, imbuh Tulus seperti dimuat situs Liputan6, bank sudah menerima uang di muka, sementara transaksi atau pembelian belum dilakukan.

Jadi, alih-alih konsumen yang telah berjasa ini mendapatkan insentif, malah sebaliknya. Tulus menegaskan, perbankan tidak pantas mengandalkan pendapatan dari isi ulang. Bank seharusnya “bermain” dari uang yang terkumpul dari isi ulang tersebut saja. Tulus lalu tegas meminta peraturan tersebut dibatalkan.

Postcomended   Pemeran "Spider-Man: Homecoming" Nyaris Menangisi Reaksi Netizen

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky juga heran pada aturan ini. Karena menurut dia, penerapan kartu e-tol ini urusan Business to Business (B to B), tidak ada urusannya dengan konsumen.

Senada dengan Tulus, mantan Country Director TrueMoney, Joedi Wisoeda, juga menilai rencana adanya biaya isi ulang untuk uang elektronik dapat menghambat cashless society. BI, kata Joedi, seharusnya makin mempermudah dan mendukung percepatan cashless society dengan melalui tahap less cash society.

Saat ini, kata Joedi, pengguna e-money hampir 90 persen dari golongan bankable (punya akses ke bank). Pengenaan biaya isi ulang hanya akan membuat uang elektronik menjadi kurang menarik bagi masyarakat yang unbankable.

“Ini pun jauh juga dari rencana awal dibuatnya e-money yang dibuat untuk menyasar teman-teman yang unbankable,” ujar Joedi kepada Liputan6.com.

Seperti diketahui, akhir Oktober 2017, pemerintah akan menjadikan semua gerbang tol menjadi otomatis. Para pengguna jalan tol akan dipaksa mau menggunakan kartu uang elektronik.

Terkait hal ini, BI akan mengeluarkan aturan tentang pemungutan biaya isi ulang saldo uang elektronik perbankan, atau biasa disebu top up e-money pada akhir September 2017.

“Biayanya tidak akan berlebihan membebani konsumen,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo, 15 September 2017, seperti dilansir Tempo.

Agus mengaku, BI memperbolehkan bank memungut biaya isi ulang saldo tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan perbankan akan biaya investasi dalam membangun infrastruktur penyediaan uang elektronik, layanan teknologi, dan juga pemeliharaannya.

Postcomended   Anaknya Disebut "Loli", Nafa Urbach Akan Ambil Jalur Hukum

Ihwal keharusan merchant memberikan insentif pada konsumen alih alih disinsentif, Ketua Umum Indonesia e-Commerce Association (IdEA), Daniel Tumiwa, mengatakan, orang tidak akan menggunakan e-money kalau tidak ada the need of use (kebutuhan)-nya.

Sementara itu Dian Siswarini, Chief Digital Services XL, mengatakan, agar budaya less cash society populer, sistem ini harus menawarkan keamanan dan kenyamanan.

***

Saat ini, viral di Whatsapp informasi mengenai gerbang tol yang tidak menerima transaksi tunai, yakni sbb:

1. Gerbang tol Pondok Gede Timur 2 (arah ke Jakarta) pada 17 September 2017

2. Gerbang tol Tambun (arah Jakarta) pada 17 September 2017

3. Gerbang tol Pondok Gede Barat (arah ke Jakarta) pada 24 September 2017.

4. Gerbang tol Bekasi Barat 2 pada 24 September 2017

5. Gerbang tol Bekasi Timur 2 pada 24 September 2017

6. Gerbang tol Pondok Gede Barat 1 (dari arah Jakarta) pada 5 Oktober 2017

7. Gerbang tol Pondok Gede Timur 1 (dari arah Jakarta) pada 5 Oktober 2017

8. Gerbang tol Cikunir 1 dan 3 pada 5 Oktober 2017

Postcomended   Tim Asesmen Anggaran Terpesona Susur Goa dengan Perahu di Goa Tanding

9. Gerbang tol Bekasi Barat 1 dan Satelit pada 5 Oktober 2017

10. Gerbang tol Bekasi Timur 1 pada 5 Oktober 2017

11. Gerbang tol Cikampek pada 10 Oktober 2017

12. Gerbang tol Tambun (arah Grand Wisata) pada 12 Oktober 2017

13. Gerbang tol Cibitung 1 dan 2 pada 12 Oktober 2017

14. Gerbang tol Kalihurip 1 dan 2 pada 12 Oktober 2017

15. Gerbang tol Cibatu pada 17 Oktober 2017

16. Gerbang tol Cikarang Timur pada 18 Oktober 2017

17. Gerbang tol Karawang Timur 1 dan 2 pada 24 Oktober 2017

18. Gerbang tol Cikarang Utama pada 29 Oktober 2017

19. Gerbang tol Cikarang Barat pada 29 Oktober 2017

20. Gerbang tol Karawang Barat 1 dan 2 pada 29 Oktober 2017

***