Internasional

Rezim Donald Trump Sahkan Lagi “Bom Sianida” untuk Bunuh Satwa Liar

Share the knowledge

Coyote, hewan semacam anjing liar yang banyak berkeliaran di sejumlah negara bagian di AS, menjadi sasaran "bom sianida". (gambar dari: https://www.latimes.com/local/lanow/la-me-ln-city-council-animal-traps-20140409-story.html)

Coyote, hewan semacam anjing liar yang banyak berkeliaran di sejumlah negara bagian di AS, menjadi sasaran “bom sianida”. (gambar dari: https://www.latimes.com/local/lanow/la-me-ln-city-council-animal-traps-20140409-story.html)

Meksipun telah muncul kasus alat perangkap “bom sianida” melukai seorang anak dan anjingnya, Washington mengesahkan kembali penggunaan alat perangkap racun kontroversial ini yang dipakai untuk membunuh rubah liar, coyote, dan anjing liar.

Keputusan ini tak pelak memancing banyak penentangan dari kelompok konservasi. Alat tersebut, yang dikenal sebagai M-44, ditanam di tanah menyerupai penyiram rumput. Cara kerjanya menggunakan pelontar pegas untuk melepaskan natrium sianida ketika hewan menarik-narik pengait kapsul umpannya.

Pemerintah menghentikan penggunaan alat ini tahun lalu setelah salah satu dari alat ini bertanggung jawab melukai seorang anak laki-laki dan membunuh anjingnya di negara bagian Idaho, AS. Keluarga korban telah mengajukan kasus ini kepada pemerintah federal, AFP melaporkan Jumat (9/8/2019).

Postcomended   Mengguncang Jiwa, Bocah 13 Tahun Ledakan Diri di Pesta Pernikahan

Keputusan untuk menggunakannya kembali diumumkan dalam Daftar Federal awal pekan ini, yang sontak memancing kemarahan kelompok-kelompok lingkungan yang memimpin kampanye dengan membanjiri Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) oleh lebih dari 20.000 surat.

“Alat-alat tersebut sangat berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan, dan satwa liar yang terancam punah, mereka terlalu berisiko untuk digunakan,” kata Collette Adkins, direktur konservasi karnivora untuk Pusat Keanekaragaman Hayati, kepada AFP, Kamis (8/8/2019).

Namun kata Adkins, industri ternak menginginkan penggunaan alat ini, seraya menambahkan bahwa kelompok-kelompok industri pertanian mengirim sekitar 10 komentar yang mendukung pengesahan ulang M-44 ke EPA.

Postcomended   Coca-Cola Pastikan Terjun ke Minuman Alkohol Pertama dalam Sejarahnya, Kopi Menyusul

Menurut data pemerintah, M-44 membunuh 6.579 hewan pada 2018, termasuk lebih dari 200 hewan “non-target” termasuk rakun opium, sigung, dan beruang.

“Angka-angka ini mungkin secara signifikan berada di bawah perkiraan angka kematian yang sebenarnya karena Wildlife Services terkenal dengan pengumpulan data yang buruk serta mentalitas ‘menembak, menyekop, tutup mulut’,” kata Pusat Keragaman Hayati, dalam sebuah pernyataan.

EPA memang menambahkan batasan baru tertentu, termasuk bahwa alat ini tidak boleh ditempatkan dalam jarak 100 kaki dari jalan, dan peringatan itu masih harus ditempatkan dalam jarak 15 kaki dari perangkat; meskipun ini tidak akan mengurangi kematian satwa liar yang bukan target.

Adkins mengatakan, organisasinya akan terus melobi larangan tingkat negara bagian; yang terakhir disahkan oleh Oregon pada Mei lalu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top