Internasional

Ribuan Kota Pesisir Laut Bakal Ditelan Air

Atlanti Ciity, New Jersey, menjadi salah satu kota yang diprediksi segera berada di bawah permukaan laut (sumber foto: 24/7-Wall St)

Cepat atau lambat, ribuan komunitas pesisir laut di seluruh dunia akan menjadi tidak bisa dihuni. Penyebabnya klasik tapi nyata: emisi gas rumah kaca yang sebagian besar disebabkan manusia. Dengan suhu yang meningkat, es di dunia telah mencair dan permukaan laut meningkat. Kenaikan stabil suhu Bumi ini hasil pantauan sejak 1880-an.

Penilaian terbaru yang diterbitkan Juni 2018 dalam jurnal sains Nature menemukan bahwa Antartika meleleh tiga kali lipat lebih cepat dibanding pada 2007. Proyeksi sebelumnya diduga telah meremehkan hilangnya benua secara perlahan.

Menurut studi 2017, jika peningkatan emisi karbon dan kehilangan lapisan es terus berlanjut pada tingkat saat ini, permukaan laut global dapat meningkat dengan perkiraan 8 kaki pada tahun 2100.

Dan jika, di masa depan yang lebih jauh lagi, semua lapisan es Antartika –yang terdiri dari sebagian besar pasokan air tawar Bumi– meleleh, permukaan laut akan naik sekitar 200 meter.

Perubahan dalam skala besar bersifat bertahap dan tampak agak jauh. Namun, solusi skala besar untuk masalah ini perlu segera diimplementasikan, pasalnya bagi banyak daerah, masalahnya sudah dekat. Ini dapat dilihat dari meningkatnya frekuensi banjir pasang tinggi.

Menurut para ilmuwan NOAA, banjir pasang tinggi di garis pantai Amerika Serikat (AS) tahun ini mungkin melampaui banjir yang khas terjadi pada 20 tahun yang kini meningkat frekuensinya 60%.

Menurut analisis terbaru dari proyeksi banjir oleh perusahaan data real estate Zillow, di seluruh kota pesisir AS dalam 30 tahun ke depan, lebih dari 300 ribu rumah senilai gabungan 117,5 miliar dolar AS kemungkinan akan berisiko mengalami banjir pasang surut kronis.

Data yang diulas 24/7 Wall St yang dimodelkan oleh kelompok pengawas lingkungan Union of Concerned Scientists (UCS); kelompok yang mengidentifikasi komunitas pesisir AS yang diperkirakan akan menghadapi banjir kronis dan mengganggu sebelum akhir abad ini, didefinisikan sebagai memiliki 10% atau lebih dari area lahan layak huni banjir setidaknya 26 kali per tahun.

Para peneliti meninjau komunitas pesisir di mana setidaknya 10% dari area yang dapat dihuni diperkirakan akan mengalami banjir kronis pada 2060. Tempat-tempat ini diperingkat berdasarkan jumlah penduduk yang tinggal di wilayah yang pada 2060 diperkirakan akan berada di bawah permukaan air.

Kota-kota dan lembaga-lembaga dapat mengurangi kerusakan akibat banjir dengan menerapkan lahan basah, tanggul, dan mekanisme lain. Banyak kota pada daftar ini yang telah melakukannya. Penting untuk dicatat bahwa perkiraan yang diterbitkan oleh UCS tidak memperhitungkan efek mitigasi dari mekanisme tersebut.

Ada 30 wilayah di AS yang diperkirakan akan berada di bawah permukaan laut pada 2060, antara lain: Boca Siega Florida, Upper Keys Florida, Mount Pleasant South Carolina, Lower Keys Florida, Hilton Head Island; South Carolina, Galveston Texas, Key West Florida, Atlantic City New Jersey, Hoboken New Jersey, dan Miami Beach Florida.(***/ 24/7-wall-st)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top