Asgardia: The New Space Nation Room, The Space Journal - EU.com780 × 456Search by image

Asgardia: The New Space Nation Room, The Space Journal – EU.com780 × 456Search by image

Terdengar seperti kisah di film- film science fiction ketika seorang Rusia berencana membangun satu negara di antariksa, dan ternyata sudah ribuan orang Indonesia mendaftar. Negara ini bahkan dalam waktu dekat akan didaftarkan di PBB. Barangkali inilah negara yang bakal mewujudkan isi lagu John Lennon, Imagine: penghuninya tak ada kendala agama, batas negara, independen, bukan mewakili negara. Nama negaranya: Asgardia.

Satu konferensi pers digelar di Paris, Prancis, Rabu, 19 Juli 2017. Adalah Igor Ashurbeyli yang menjadi “bintang” konpers tersebut. Dia mengumumkan, sebuah proposal negara-bangsa ruang angkasa yang disebut sebagai Asgardia telah diluncurkan untuk membangun warga masa depan.

Negara futuristik ini disebutkan akan mampu menampung 150 juta jiwa. Ashurbeyli mengatakan, pesawat induk Asgardia akan terbang di bawah ataupun di luar orbit Bumi.

Ashurbeyli adalah kepala tim dan pencetus konsep Asgardia. Dia dikenal sebagai ilmuwan yang mendirikan perusahaan teknologi Socium Holding. Asgardia merupakan salah satu proyek perusahaan yang memiliki lebih dari 10 ribu karyawan di 30 perusahaan di seluruh dunia itu.

Dilansir Space.com, Ashurbeyli akan menjadikan Asgardia sebagai negara demokratis. “Tiap individu dapat mengembangkan teknologi luar angkasa temuan mereka di sini,” ujarnya.

Postcomended   Tanda-tanda Kiamat Bumi Sudah Nyata

Untuk menjadikan negara-bangsa ruang angkasa ini diakui, dia dan tim setidaknya membutuhkan puluhan ribu warga sebelum mereka mendaftarkan diri sebagai sebuah negara ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ” Desain bendera dan lambang negara disiapkan,” kata Ashurbeyli.

Situs untuk mendaftar bahkan sudah dibuka yakni di asgardia.space. Sepekan dirilis, sudah ada 84 ribu pelamar. Namun ada syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi warga Asgardia, antara lain harus berasal dari negara yang memperbolehkan memiliki dua kewarganegaraan.

Kendati warga negara Indonesia (WNI) tidak dapat memenuhi persyaratan ini, namun sudah ada 5.182 WNI yang lolos menjadi Asgardian, sebutan untuk (calon) warga Asgardia.

Dari viva.co.id, 26 Juli 2016, hingga berita ini dilansir, total Asgardian seluruh dunia telah mencapai 273.490. Menurut situs Asgardia, Asgardian dari Indonesia didominasi laki-laki (84 persen), sisanya perempuan. Berikut ini daftar Asgardian dari Indonesia:

1.Mataram (26 Asgardian)
2. Denpasar (64 Asgardian)
3. Bali (15 Asgardian)
4. Jember (16 Asgardian)
5. Blitar (14 Asgardian)
6. Kediri (18 Asgardian)
7. Malang (119 Asgardian)
8. Sidoarjo (75 Asgardian)
9. Surabaya (224 Asgardian)
10.Surakarta (33 Asgardian)
11.Yogyakarta (115 Asgardian)
12.Sleman (21 Asgardian)
13.Semarang (109 Asgardian)
14.Pekalongan (14 Asgardian)
15.Purwokerto (15 Asgardian)
16.Cilacap (18 Asgardian)
17.Cirebon (32 Asgardian)
18.Tasikmalaya (20 Asgardian)
19.Garut (16 Asgardian)
20.Bandung (299 Asgardian)
21.Sukabumi (14 Asgardian)
22.Karawang (17 Asgardian)
23.Bogor (159 Asgardian)
24.Bekasi (199 Asgardian)
25.Jakarta (734 Asgardian)
26.Jakarta Selatan (74 Asgardian)
27.Tangerang Selatan (84 Asgardian)
28.Tangerang (198 Asgardian)
29.Bandar Lampung (49 Asgardian)
30.Bengkulu (19 Asgardian)
31.Palembang (71 Asgardian)
32.Jambi (38 Asgardian)
33.Padang (44 Asgardian)
34.Pekanbaru (65 Asgardian)
35.Medan (180 Asgardian)
36.Banda Aceh (26 Asgardian)
37.Manado (33 Asgardian)
38.Kendari (17 Asgardian)
39.Makassar (90 Asgardian)
40.Palu (19 Asgardian)
41.Samarinda (43 Asgardian)
42.Balikpapan (58 Asgardian)
43.Banjarmasin (40 Asgardian)
44.Palangkaraya (26 Asgardian)
45.Pontianak (76 Asgardian)

Ashurbeyli berharap, 2% dari populasi umur produktif dan kreatif di bumi (sekitar 150 juta) dapat bergabung menjadi warga Asgardia. Para pelamar tak harus membayar uang sepeser pun untuk pengajuan aplikasi kewarganegaraan ataupun pembangunan satelit pertama.

Ram Jakhu, Direktur Institut Hukum Udara dan Ruang Angkasa, Universitas McGill, Montreal, Amerika Serikat, sekaligus tim ahli hukum Asgardia, mengatakan, visi Asgardia sangat jelas: pertama, membantu melindungi bumi dari serangan ruang angkasa ataupun asteroid; kedua, membuka akses ke negara yang tak memiliki infrastruktur untuk dapat pergi ke antariksa.

Anggota tim proyek Asgardia, yang juga seorang Direktur Emeritus Badan Penelitian Ruang Angkasa dan Sistem Komunikasi Lanjutan Universitas George Washington, Joseph Pelton, menambahkan, Bumi membutuhkan pesawat ruang angkasa yang besar untuk pertahanan dari serangan asteroid dan debu antariksa.

Nama Asgardia berasal dari namah satu kota mitologi Norse. Lena de Winne, manajemen Asgardia, yang sebelumnya bekerja selama 15 tahun di European Space Agency, mengatakan sangat gembira banyak yang mendaftar menjadi komunitas negara ruang angkasa pertama ini.

“Di sejumlah negara, responsnya lebih banyak, dan kami sangat senang, orang Indonesia menjawab tawaran promosi tentang Asgardia,” kata De Winne kepada wartawan BBC Indonesia, Endang Nurdin.

Moedji Raharto, astronom di Observatorium Bosscha Lembang, Jawa Barat mengatakan cukup tingginya respons orang Indonesia karena banyaknya peristiwa alam.

“Di Indonesia banyak terjadi peristiwa langit, seperti gerhana, jadi kedekatan manusia dengan langit akan menjadi jalan dengan merespons setiap kali ada tawaran tentang perjalanan ke ruang angkasa, atau ada event yang menarik,” kata Moedji.**(ra)

Share the knowledge