Internasional

Riset: Tulang-belulang Nikumaroro Diyakini 99% Milik Pilot Wanita yang Hilang

Benarkah 6 Misteri Besar Dunia Ini Telah Terpecahkan? - Global ... Global - Liputan6.com Hilangnya Pilot Perempuan Tangguh

Benarkah 6 Misteri Besar Dunia Ini Telah Terpecahkan? – Global … Global – Liputan6.com Hilangnya Pilot Perempuan Tangguh

Richard Jantz, Profesor Antropologi Emeritus di Universitas Tennessee, Amerika Serikat (AS), menyatakan, tulang belulang yang ditemukan di Pulau Nikumaroro, Kepulauan Pasifik, pada 1940 kemungkinan memang milik Amelia Earhart. Penelitian ini bertentangan dengan analisis forensik sisa-sisa jasad pada 1941 yang menggambarkan tulang-tulang tersebut milik seorang pria. 

Earhart, pilot wanita asal AS yang sedang mencoba terbang ke seluruh dunia, hilang bersama navigatornya, Fred Noonan, pada 2 Juli 1937, dalam penerbangan dari Papua Nugini ke Pulau Howland di Pasifik. Misteri in hingga kini terus menuai perdebatan.

Saat dinyatakan hilang, wanita pertama yang terbang melintasi Samudra Atlantik ini adalah salah satu orang paling tersohor di dunia. Sejak itu, sejumlah teori muncul tentang nasibnya.

Salah satu teori yang terpublikasikan dengan baik adalah, Earhart meninggal karena terlempar dari pesawatnya di Nikumaroro, suatu atol karang yang berjarak 1.200 mil dari Kepulauan Marshall.

Teori lainnya menyebut Earhart dan Noonan kemungkinan tidak tewas karena kecelakaan, melainkan sempat bertahan hidup di satu pulau yang tak pernah ditemukan. Temuan terbaru ini bagaimanapun “mencemaskan” para penikmat kisah misteri yakni bahwa misteri hilangnya Earhart akan berakhir.

Tiga tahun setelah dinyatakan hilang, ada sekitar 13 tulang manusia ditemukan di Nikumaroro, pulau terpencil yang juga dikenal sebagai Gardner Island. Pada 1941, tulang-tulang tersebut dianalisis oleh Dr. David Hoodless, Kepala Sekolah Kedokteran Pusat di Fiji.

Postcomended   Pasar Karetan Mengajak Flashback ke Masa Lalu

Namun Jantz mengatakan, teknik analisis modern mungkin telah menghasilkan hasil yang berbeda, terutama berkenaan dengan gender. “Ketika Hoodless melakukan analisisnya, osteologi forensik belum merupakan disiplin yang berkembang dengan baik,” Jantz menjelaskan dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Forensic Anthropology.

Dikatakan Jantz, mengevaluasi metode dengan mengacu pada data dan metode modern menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Hoodless ketika itu tidak memadai, terutama untuk menganalisis jenis kelaminnya. Oleh karena itu, kata Jantz, penilaian jenia kelamin pada tulang Nikumaroro tidak dapat dianggap benar.

Menurut Jantz, Hoodless menggunakan sains forensik abad ke-19 dan menggambarkan tulang-tulang itu kemungkinan berasal dari “otot orang Eropa yang pendek dan kekar”. Analisis tahun 1941 menggambarkan sisa-sisa jasad tersebut seperti laki-laki berukuran 5 kaki 5 1/2 inci (sekitar 160 cm).

Postcomended   Fitur Baru Instagram Memungkinkan Siapapun Menggunakan Postingan Kita

Lisensi pilot Earhart mencatat dia memiliki tinggi 5 kaki 8 inci dan SIM-nya mengatakan 5 kaki 7 inci. Foto juga menunjukkan tubuh ramping Earhart. Sementara Noonan berukuran 6 kaki 1/4 inci.

Jantz mengatakan metode yang digunakan oleh Hoodless mengabaikan ketinggian dibandingkan dengan teknik modern.

Hoodless menggunakan tiga kriteria dalam penelitiannya: rasio lingkar femur (tulang paha) terhadap panjang, sudut femur dan panggul, dan sudut subpubik, yang terbentuk di antara dua tulang panggul. Sudut subpubik lebih lebar pada wanita daripada pria.

Jantz mengatakan bahwa sudut subpubik adalah kriteria Hoodless yang paling andal, tapi bahkan itu tunduk pada variasi yang cukup banyak, yang sebagian besar sedikit dipahami pada tahun 1941.

Jantz juga membandingkan pengukuran Hoodless dengan data dari 2.776 orang lainnya, serta mempelajari foto Earhart dan pengukuran pakaiannya. Analisis ini menunjukkan bahwa Earhart lebih mirip dengan tulang (yang ditemukan di) Nikumaroro dari 99 persen individu dalam sampel referensi besar. “Ini sangat mendukung kesimpulan bahwa tulang Nikumaroro milik Amelia Earhart,” ujar Jantz.

Postcomended   Aplikasi Ini Akan Memaksa Anak Membaca Pesan dari Ortunya

Terlepas dari skeptisisme Jantz tentang analisis tulang tahun 1941, beberapa ilmuwan modern telah mendukung hasil Hoodless.

Sementara beberapa orang yakin bahwa Nikumaroro adalah tempat peristirahatan terakhir Earhart, sebuah teori lain menunjukkan bahwa dia mengakhiri hidupnya di Atol Mili di Kepulauan Marshall.(*/nypost/natgeo)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top