Internasional

RoboFly, Robot Lalat Canggih Bertenaga Laser

The ultimate assassin? Penny-sized robots could fly around no-kill rules Canadian Business A pair of intriguing-and-potentially-linked robot stories made the news this week, with the first being a United Nations report calling on a moratorium for ...

The ultimate assassin? Penny-sized robots could fly around no-kill rules Canadian Business A pair of intriguing-and-potentially-linked robot stories made the news this week, with the first being a United Nations report calling on a moratorium for …

Drone berukuran kecil bahkan sampai menyerupai ukuran serangga mungkin sulit untuk diwujudkan pada masa lalu. Tapi sekarang, sebuah robot berukuran lalat yang disebut RoboFly berhasil diciptakan dan berhasil terbang dan mendarat dengan sempurna.

Selama ini mungkin sudah banyak yang tahu dengan robot berukuran sebesar serangga, misalnya Robobee. Namun Robobee tidak “terlalu luar biasa”, sebab masih ada kabel yang mengalirkan daya yang melekat padanya.

Itu terjadi karena jika baterai ditaruh di dalam rangka akan membuatnya memiliki beban yang terlalu berat. Inilah yang menjadi ide awal para peneliti dari University of Washington yang mencoba mengembangkan sumber energi yang ringan tanpa kabel yang menempel.

Dilansir dari Tech Crunch, RoboFly mendapatkan kekuatan dari laser yang ditanamkan pada photovoltaic cell. Lewat laser tersebut, RoboFly mendapatkan lebih dari cukup daya untuk menggerakkan sayapnya.

“Ini adalah cara yang paling efisien dan cepat untuk mengirimkan banyak kekuatan ke RoboFly tanpa menambah beban bobot,” kata asisten peneliti, Shyam Gollakota.

RoboFly sendiri membuktikan jika konsep robot berukuran serangga yang diberi daya secara nirkabel tidak mustahil untuk diciptakan.

Setelah sukses menciptakan daya nirkabel, selanjutnya para peneliti akan meningkatkan telemetri onboard sehingga robot dapat mengontrol dirinya sendiri dan membuat laser yang dapat mengikuti gerakan serangga dan dapat menyalurkan tenaga ke arahnya secara terus menerus.

Postcomended   10 Ikan Hias Air Tawar Termahal di Dunia, Berminat Memelihara? #SURUHGOOGLEAJA

Rencananya, tim peneliti akan menuju ke Australia, minggu depan untuk menampilkan kemampuan RoboFly di ajang International Conference on Robotics and Automationdi di Brisbane. (BA/FHP)

 

 

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top