undefinedMark Zuckerberg kena batunya. Melalui akun Facebook-nya, dia meremehkan teori Elon Musk yang mencemaskan teknologi Artificial Intelligence (AI). Musk di akun Twitter-nya pernah menulis, AI di masa depan adalah ancaman bagi manusia. Kata Zuck, pemikiraan Musk itu sangat tidak bertanggung jawab, sampai kemudian dua robot AI milik Facebook “ngobrol sendiri” dan tak bisa dikendalikan.

Dilansir Independent, dua chatbots (agen) yang dikembangkan Facebook AI Research yang diberi nama “Bob” dan “Alice”, mengobrol dengan menciptakan bahasa kode mereka sendiri yang menyeramkan. Cuplikan obrolan yang “menarik” antara mereka berdua, misalnya:

Bob mengatakan, “I can i i everything else.” Dijawab Alice, “Balls have zero to me to me to me to me to me to me to me to me to.

Semula “Bob dan Alice” diharapkan bisa menggantikan peran manusia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana pengguna di Facebook.

Namun ketika menemukan program AI ini menciptakan bahasa mereka sendiri, para peneliti di Facebook terpaksa mematikannya dengan dalih pencegahan.

Postcomended   Mensos Ajak 50 Penghafal Al Quran Doakan Pahlawan dan Keselamatan Bangsa Tahlil di Kompleks Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata

Menurut dugaan sementara, para chatbots ini menganggap bahasa yang digunakan manusia (dalam hal ini Inggris) tidak efisien, sehingga mereka membuat bahasa baru.

Hal serupa rupanya pernah juga terjadi di Google dan di OpenAI. Tim yang bertanggung jawab mengembangkan “Google Translate” menemukan AI yang mereka ciptakan untuk membantu menerjemahkan bahasa, diam-diam menciptakan bahasa sendiri. Elon Musk mengalami hal sama sama di OpenAI.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Dua figur teknologi dunia tersebut, Zuck dan Musk, berdebat ihwal nasib manusia seiring hadirnya teknologi AI atau diterjemahkan menjadi “kecerdasan buatan”.

Musk yang merupakan salah satu penemu teknologi paling terkenal abad ini; pendiri perusahaan mobil listrik Tesla, memperingatkan bahaya AI.

Musk mengatakan, robot dengan AI bisa menyingkirkan umat manusia. AI akan dapat berpikir jauh lebih cepat dari manusia. Musk sampai mendesak para otoritas kekuasaan di dunia agar segera membuat aturan terkait AI, sebelum robot berkeliaran di lingkungan manusia dan mengambil alih semua pekerjaan.

Postcomended   ALEK MINANGKABAU SILEK RETREAT

Peringatan Musk ini dianggap konyol oleh Zuck. Dalam video live streaming di Facebook pada Minggu (23/7), Zuck menyebut peringatan Musk itu “negatif dan cukup tidak bertanggung jawab”.

Hal ini diucapkan Zuck untuk menjawab seorang penanya yang mengonfirmasikan teori Musk pada dia. Zuck, merasa tidak paham dengan jalan pikiran Musk yang mengungkit skenario hari kiamat akibat AI. 

Zuck punya keyakinan besar, AI dan robot akan mengubah cara hidup manusia menjadi lebih baik. Ia percaya teknologi akan menolong umat manusia, bukan menghancurkannya.

Menanggapi itu, di akun Twitter-nya pada Selasa (25/7/2017), Musk menulis,  “Aku sudah bicara dengan Mark mengenai ini. Pemahamannya terkait subjek tersebut (AI) terbatas.” 

Artificial Intelligence merupakan bagian dari ilmu komputer yang membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung. Namun seiring perkembangan zaman, komputer bahkan bisa diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan manusia.

Postcomended   Alih-alih Dokter, Cita-cita Anak Sekarang Ingin jadi Youtuber

Dengan adanya kecerdasan buatan, bahkan tidak menutup kemungkinan komputer dapat berpikir seperti manusia (bahkan lebih) dalam menghadapi masalah.

Sangat baik memiliki chatbots macam Bob dan Alice yang bisa bernegosiasi secara efisien satu sama lain. Tapi mungkin kita belum siap mereka menjadi lebih baik daripada kita..***(ra)