Internasional

Rugikan Negara Setengah Triliun, Mantan Guru Besar Harvard Ini Akhirnya Ditahan

Karen Agustiawan, Sukses Besarkan Pertamina Tapi Jadi Tersangka … Suara Karya

Karen Agustiawan, Sukses Besarkan Pertamina Tapi Jadi Tersangka … Suara Karya

Mengenakan rompi berwarna pink tua bertuliskan “tahanan”, Karen Galaila Agustiawan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak April lalu, akhirnya ditahan hari ini, Senin (24/9/2018) oleh Kejaksaan Agung. Penahanan ini dilakukan usai Karen diperiksa oleh petugas Kejaksaan dari pukul 10.00 hingga 14.00. Sambil menangis, kepada wartawan Karen menyebutkan jasanya ketika menjadi Dirut Pertamina.

Sambil sesenggukan, mantan guru besar Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat ini, mengatakan, selama menjabat Dirut Pertamina dia telah berusaha menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. “Pertamina dapat meningkatkan laba dua kali lipat semenjak saya masuk ke Pertamina, itu saja dari saya,” ujarnya, seraya mengatakan tidak mau membuat pernyataan dulu dengan alasan masih proses hukum.

“Biarkan proses hukum ini berjalan,” ujarnya. Karen mengatakan itu sambil menuju mobil tahanan yang akan membawanya ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita Bambu, Jakarta Timur. Karen ditahan untuk 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Postcomended   50 Persen Lebih Tubuh Manusia adalah Koloni Mikroskopis

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejakgung) menangkap mantan Manajer Merger & Investasi, Bayu Kristanto, dan mantan Direktur Keuangan Frederik Siahaan secara terpisah bulan lalu. Kejakgung mengirim dua tersangka ini ke tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Karen dituduh terlibat dalam kasus korupsi terkait dengan investasi perusahaan di ROC Oil Company Ltd di Basker Manta Gummy Block, Australia, pada 2009. Nilai transak­sinya mencapai 31 juta dollar AS, dengan biaya-biaya timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG yang harus ditanggung Pertamina sebesar 26 juta dollar AS.

Melalui dana yang total sudah dike­luarkan setara Rp 568 miliar itu, Pertamina berharap Blok BMG bisa memproduksi minyak hingga sebanyak 812 barrel per hari. Namun ternyata Blok BMG hanya bisa menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pte Ltd rata-rata sebe­sar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG ditutup setelah ROC Oil me­mutuskan menghentikan produksinya dengan alasan blok ini tidak ekonomis. Alhasil, investasi senilai setenga triliun rupiah itu tak menghasilkan apapun buat Indonesia kecuali kerugian negara setara Rp 568 miliar.

Postcomended   Pencipta Domba Kloning Dolly untuk Penelitian Parkinson, Kini Idap Penyakit Sama

Hasil penyidikan Kejakgung menyebutkan adanya dugaan penyim­pangan dalam proses pengusu­lan investasi di Blok BMG seperti: pengambilan keputusan in­vestasi tanpa didukung feasi­bility study (kajian kelayakan) hingga tahap final due diligence (kajian lengkap mutakhir), selain itu direksi diduga mengambil keputusan tanpa persetujuan Dewan Komisaris.

Siapa Karen?

Karen adalah Dirut Pertamina periode 2009-2014. Pada 2011, Forbes menempatkan dia di posisi pertama dalam daftar “Asia’s 50 Power”. Setelah mengundurkan diri dari PT Pertamina pada 2014, wanita kelahiran Bandung 19 Oktober 1958 ini menjadi guru besar di Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat.

Anak dari utusan pertama Indonesia di Organisasi Kesehatan Dunia dan mantan Kepala Biofarma, Dr. Sumiyatno, ini, lulus dari jurusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung pada 1983. Ibu tiga anak ini menikah dengan Herman Agustiawan, seorang mantan pegawai di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang sekarang bekerja di Dewan Energi Nasional.

Postcomended   Pensiunan Polisi Detektif Berpatroli di Jurang untuk Mencegah Warga Bunuh Diri

Karen mulai berkarir di Pertamina sebagai staf ahli direktur utama perusahaan pelat merah ini, untuk bisnis hulu (2006-2008), kemudian dipercaya menjabat sebagai direktur hulu pada 2008 hingga akhirnya ditunjuk rapat dalam umum pemegang saham sebagai Dirut Pertamina pada Februari 2009.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top