Sebanyak Rp 2 triliun pajak belum dibayarkan oleh 2.777.446 unit kendaraan di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.354 merupakan mobil mewah. Baik Polda Metro Jaya maupun Pemprov DKI berencana menjaring mereka, masing-masing dengan razia gabungan, menyita kendaraan, mengampuni denda pajak, hingga mendatangi rumahnya.

Data jumlah kendaraan yang pajaknya dikemplang tersebut berasal dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Sedangkan nilai rupiahnya berasal dari daya Pemprov DKI Jakarta.

“Ada yang satu tahun, dua, bahkan tiga tahun yang pajak mobilnya belum dibayar. Ini kan memprihatinkan. Beli mobil bagus dan mahal mampu, tapi bayar pajaknya tidak mau,” kata Kasubdit Registrasi dan Administrasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji.

Postcomended   Facebook Diblokir di Cina, Zuckerberg Diam-diam Rilis "Colourfull Balloons"

Upaya lain yang akan dilakukan yakni menagih pajak kendaraan dengan mendatangi satu per satu pemilik kendaraan. Penagihan dengan cara ini akan menggandeng pihak kelurahan, RT, RW, untuk melacak keberadaan alamat para pemilik kendaraan khususnya mobil mewah.

Agar para wajib pajak segera membayarkan pajak kendaraannya, pemerintah melalui Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, juga memberlakukan semacam amnesti berupa penghapusan denda pajak.

Postcomended   Pedulikan Lingkar Pinggang daripada Berat Badan

Penghapusan denda pajak ini berlaku mulai 19 Juli hingga 31 Agustus 2017. 

Share the knowledge