Sidang Perdana Luthfi Hasan Ishaaq Molor 1 Jam - News Liputan6.com Liputan6.com673 × 373Search by image

Sidang Perdana Luthfi Hasan Ishaaq Molor 1 Jam – News Liputan6.com Liputan6.com673 × 373Search by image

Harga yang mahal bisa jadi membuat peserta lelang rumah bekas koruptor kasus impor sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, tak banyak. Namun syukurkah tetap ada membeli meskipun oleh penawar tunggal. Akibatnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai penyelenggara lelang, hanya mendapatkan harga limit sebesar Rp 2.965.171.000.

Rumah seluas 141 meter persegi ini terletak di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, atas nama Luthfi Hasan Ishaaq (LHI). Aset sitaan KPK ini merupakan satu dari 15 aset sitaan lainnya dari LHI, mulai tanah, rumah, kendaraan, hingga uang tunai.

Postcomended   Media Asing Berbahasa Inggris Sorot Kasus Setya Novanto

Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (13/10/2017) mengatakan, seperti dilansir Detikcom, walaupun hanya laku dengan harga limit, KPK menyebut ini sudah sesuai dengan tujuan asset recovery (pemulihan aset).

LHI ditangkap pada 30 Januari 2013 dengan tuduhan menerima hadiah atau suap terkait dengan pengurusan kuota impor daging pada Kementerian Pertanian. Berdasarkan pengembangan penyidikan, KPK menjerat LHI menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang.

Dikutip dari situs Tempo, LHI ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan setelah KPK menangkap orang kepercayaannya, Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meridien. Fathanah diduga sebagai pengatur keluar masuknya uang untuk LHI.

Postcomended   Para Pangeran Arab Terduga Korupsi Tidur di Lantai Hotel Mewah

LHI ditangkap karena menerima suap Rp 1 miliar dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, yang merupakan petinggi PT Indoguna Utama, perusahaan impor daging sapi. Selain itu, LHI diduga menerima “suap” mobil Land Cruiser dari Komisaris PT Radina Niaga, Elda Devianne Adiningrat.

Dia kemudian diganjar hukuman 10 tahun penjara untuk kasus suap impor daging sapi, ditambah 8 tahun bui untuk kasus pencucian uang.***