kredit: merdeka.com

Pada 9 Desember 2013, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, memvonis mantan Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), 16 tahun penjara. Hakim juga menyatakan sejumlah aset atau harta terkait LHI dirampas untuk negara. Ada 15 item harta yang dirampas antara lain mobil, rumah, tanah, dan uang. Salah satu harta LHI yang disita adalah satu rumah mewah dikawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. KPK akan melelang rumah tersebut dengan harga pembukaan Rp 2.965.171.000.

Rumah yang berdiri di atas tanah seluas 441 persegi ini, terdiri dari dua lantai. Status sertifikat rumah ini adalah Hak Milik yang dikuasai KPK. Panitia lelang KPK, Leo Sukoto Manalu, mengatakan, mulai hari ini masyarakat bisa meninjau langsung rumah tersebut.

Dilansir CNN Indonesia, lelang akan diadakan pada Jumat (13/10/2017). Bagi yang berminat cukup mendaftarkan diri ke www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id dan menyerahkan uang jaminan sebesar Rp 600 juta. Leo menjelaskan, masyarakat yang sudah mendaftar dan memiliki akun cukup mengikuti proses lelang dari rumah.

LHI ditangkap pada 30 Januari 2013 dengan tuduhan menerima hadiah atau suap terkait dengan pengurusan kuota impor daging pada Kementerian Pertanian. Berdasarkan pengembangan penyidikan, KPK menjerat LHI menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang.

Postcomended   Toto Sering Kunjungi Dada Rosada, Adhli: Biar Bandung Tetap Kondusif

Dikutip dari situs Tempo, LHI ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan setelah KPK menangkap orang kepercayaannya, Ahmad Fathanah, di Hotel Le Meridien. Fathanah diduga sebagai pengatur keluar masuknya uang untuk LHI.

kredit: merdeka.com

LHI ditangkap karena menerima suap Rp 1 miliar dari Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, yang merupakan petinggi PT Indoguna Utama, perusahaan impor daging sapi. Selain itu, LHI diduga menerima “suap” mobil Land Cruiser dari Komisaris PT Radina Niaga, Elda Devianne Adiningrat.

Total harta LHI yang dirampas untuk negara, seperti dilansir Merdeka, adalah sebagai berikut:

1. Satu unit mobil merk Toyota FJ Cruiser 4.0 A/T warna hitam, nomor polisi B1340 TJE.
2. Satu unit Volkswagen (VW) Caravelle warna deep black nomor polisi B 948 RFS.
3. Satu unit Mazda CX 9 warna putih dengan nomor polisi B 2 MDF.
4. Satu unit Mitsubishi Grandis warna hitam B 7476 UE.
5. Satu unit Mitsubishi Pajero Sport warna hitam, B 1074 RFW.
6. Satu unit Nissan Frontier Navara warna hitam B 9051 QI.
7. Satu unit Toyota Alphard 2.4 G AT dengan tahun pembuatan 2010 warna hitam, B 147 MSI.
8. Satu unit Perumahan Rumah Bagus Residence Kavling B1 yang terletak di Jalan Kebagusan Dalam, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dengan nilai perolehan Rp 2,49 miliar pada tahun 2011.
9. Tanah dan bangunan di Jalan Loji Barat Nomor 24 RT 017, RW 002, Desa Cipanas, Kecamatan Pacet, Cianjur. Atas nama Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.
10. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, atas nama Luthfi luas 3.334 meter persegi.
11. Satu bidang tanah di Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, atas nama Luthfi seluas 8.180 meter persegi.
12. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang, Bogor, atas nama Luthfi seluas 9.470 meter persegi.
13. Satu bidang tanah di Desa Barengkok, Bogor, atas nama Luthfi seluas 5.410 meter persegi.
14. Satu bidang tanah di Desa Leuwimekar, Bogor, seluas 3.180 meter persegi atas nama Luthfi.
15. Uang tunai Rp 100 juta yang terdiri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak 700 lembar yang setara dengan Rp 70 juta dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 600 lembar atau setara dengan Rp 30 juta.***

Postcomended   Cekal Setnov Diperpanjang, Berbuah Pelaporan Pimpinan KPK ke Polisi