Ekonomi

Rupiah 15.000, Bank Dunia Anggap Pelemahan Rupiah sebagai Sumber Kekuatan

Rupiah terpuruk, namun para analis mengatakan Indonesia tetap menarik untuk bisnis, khususnya, startup. PHOTO: REUTERS

Rupiah terpuruk, namun para analis mengatakan Indonesia tetap menarik untuk bisnis, khususnya, startup. PHOTO: REUTERS

Beberapa hari ini, rupiah cenderung berada di level Rp 15.000/dollar AS ke atas. Namun Bank Dunia justru beranggapan bahwa pelemahan mata uang Indonesia ini merupakan sumber kekuatan. Fundamental ekonomi Indonesia dianggapnya telah lebih kuat. Di sisi lain, pimpinan koalisi oposisi, Prabowo Subianto –sambil mengumpulkan ekonom kepercayaannya– menganggap kondisi ekonomi Indonesia dalam keadaan serius. 

Lembaga keuangan internasional, Bank Dunia, beranggapan, perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih kuat daripada selama krisis keuangan Asia tahun 1997. Bahkan menurut lembaga pemberi utangan ini, pelemahan ini merupakan sumber kekuatan.

“Dengan nilai tukar yang fleksibel sekarang, devaluasi sedang membuat impor lebih mahal, ekspor lebih murah, dan nilai dolar dari transfer laba lebih rendah,” kata Rodrigo Chaves, Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, dalam sebuah pernyataan Rabu (4/10/2018).

Unsur-unsur ini, kata dia, mengurangi defisit akun saat ini secara otomatis. Indonesia adalah salah satu yang paling terpukul di Asia oleh keterpurukan “emerging market”.

Postcomended   Narkoba Zombie Sudah Masuk Indonesia #Flakka #highasfuck

Emerging market merujuk pada negara-negara dengan ekonomi yang sedang menuju ke level pendapatan per kapita tingkat menengah. Menurut laman Bisnis, negara tersebut mencakup 80% dari populasi global, dan mewakili sekitar 20% dari ekonomi dunia. Istilah ini diciptakan pada 1981 oleh International Finance Corporation Bank Dunia, Antoine W. Van Agtmael.

Dilansir laman Bloomberg, pekan pertama Oktober 2018, nilai tukar rupiah melemah 15.000/dollar AS untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan Asia. Pemerintah Indonesia mencoba menahannya dengan meningkatkan langkah-langkah termasuk pembatasan impor untuk menahan defisit transaksi berjalan.

Nilai tukar rupiah berayun liar selama krisis Asia 1997, bergerak dari tingkat yang diatur di bawah Rp 3.000/dolar AS menjadi hampir Rp 17.000/dollar AS ketika nilai tukar fleksibel diterapkan. Chaves, tulis Bloomberg, memuji tanggapan kebijakan pemerintah tahun ini sebagai “cepat, tegas, dan terkoordinasi.”

Bank sentral (Bank Indonesia) telah menaikkan suku bunga meskipun inflasi berada dalam target dan belum mempertahankan level untuk rupiah, katanya. “Meskipun ada risiko yang datang dari luar negeri, saya harus jelas: Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan fungsi respons kebijakan yang memadai,” kata Chaves.

Postcomended   Intip Latihan Perdana Tim Thomas dan Uber di Bangkok

“Faktanya jelas bahwa 2018 bukan 1997 atau 2013, dalam hal ini. Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih kuat saat ini daripada di masa lalu.” Chaves mendesak pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan investasi langsung asing dan mengurangi subsidi bahan bakar.

Namun Capres Prabowo Subianto, berbeda pendapat. Pada Jumat (5/10/2018), dia mengumpulkan tim pemenangannya yang ahli di bidang ekonomi di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Ia memandang perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi serius.

Beberapa yang tampak hadir adalah anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier, anggota Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo, hingga eks Menko Kemaritiman era Presiden Jokowi awal, Rizal Ramli.

Prabowo pada kesempatan itu mengatakan, seluruh bangsa dalam keadaan yang tak menggembirakan. “Intinya, kami memandang sangat serius situasi sekarang dan kita akan menyusun langkah tepat mengatasi situasi ekonomi itu,” sebut Prabowo.

Postcomended   Obat Penunda Haid Bisa Bikin Mandul

Dikutip dari Detikcom, Indonesia oleh lembaga internasional, sebut Prabowo, digolongkan di antara 5 negara emerging market yang prospek ekonominya rawan dalam waktu yang akan datang. Tim ekonomi Prabowo mengaku siap memberi masukan kepada pemerintah untuk memperbaiki keadaan ekonomi yang disebutnya tengah mengkhawatirkan.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top